Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Hakim-hakim 1 Hakim-hakim 2 Hakim-hakim 3 Hakim-hakim 4 Hakim-hakim 5 Hakim-hakim 6 Hakim-hakim 7 Hakim-hakim 8 Hakim-hakim 9 Hakim-hakim 10 Hakim-hakim 11 Hakim-hakim 12 Hakim-hakim 13 Hakim-hakim 14 Hakim-hakim 15 Hakim-hakim 16 Hakim-hakim 17 Hakim-hakim 18 Hakim-hakim 19 Hakim-hakim 20 Hakim-hakim 21Verse
Hakim-hakim 1:1 Hakim-hakim 1:2 Hakim-hakim 1:3 Hakim-hakim 1:4 Hakim-hakim 1:5 Hakim-hakim 1:6 Hakim-hakim 1:7 Hakim-hakim 1:8 Hakim-hakim 1:9 Hakim-hakim 1:10 Hakim-hakim 1:11 Hakim-hakim 1:12 Hakim-hakim 1:13 Hakim-hakim 1:14 Hakim-hakim 1:15 Hakim-hakim 1:16 Hakim-hakim 1:17 Hakim-hakim 1:18 Hakim-hakim 1:19 Hakim-hakim 1:20 Hakim-hakim 1:21 Hakim-hakim 1:22 Hakim-hakim 1:23 Hakim-hakim 1:24 Hakim-hakim 1:25 Hakim-hakim 1:26 Hakim-hakim 1:27 Hakim-hakim 1:28 Hakim-hakim 1:29 Hakim-hakim 1:30 Hakim-hakim 1:31 Hakim-hakim 1:32 Hakim-hakim 1:33 Hakim-hakim 1:34 Hakim-hakim 1:35 Hakim-hakim 1:36



Hakim-hakim 1:15 (IDN)
Setting: Kisah ini berlangsung ketika suku-suku Yuda berusaha menaklukkan tanah dan menata wilayah mereka setelah kemerdekaan dari bangsa Israel. Pada bagian ini, Kaleb menantapkan pembagian tanah secara khusus bagi seorang anaknya, Otoniel, dan sahabatnya menagih bagian tanah yang layak baginya. Ayat ini menyoroti permintaan yang lahir dari pengalaman perlu dan berkat yang diberikan Allah melalui pembagian tanah.
Makna utama dan iman yang terungkap
Ayat ini menunjukkan bagaimana berkat-berkat material dan kemakmuran dipandang sebagai bagian dari perjanjian Allah pada umat-Nya. Permintaan sahut menakar: karena leluhur mereka menerima tanah kering sebagai bekal, ia memohon pancaran air tambahan sebagai penyelamat dan pemeliharaan di tanah yang gersang. Allah menanggapi dengan kemurahan, memberikan pancaran air di tempat tinggi maupun di tempat rendah—yaitu sumber daya supranatural yang menjamin kelangsungan hidup. Kisah ini mengingatkan kita bahwa iman menaruh harapan pada Allah yang sanggup membaharui dan memenuhi kebutuhan sehari-hari manusia, bahkan di tengah kekeringan dan tantangan geografis.
Penjelasan kata dan gambaran penting
- “Berikanlah kiranya kepadaku pancaran air lagi”: metafora kebutuhan berkelanjutan. Air merupakan simbul hidup, pemeliharaan, dan rezeki. Permintaan Kaleb adalah permohonan berkat tambahan atas tanah yang telah diberikan.
- “tempat tinggi dan di tempat rendah”: menunjukkan dua sumber air—curah hujan (merkuri) dan mata air bawah tanah—yang melambangkan kelimpahan dari Allah, baik dalam sumber daya fisik maupun perlindungan rohani. Allah yang sanggup menyediakan dalam segala kondisi.
Hubungan dengan bagian-bagian terkait
Beberapa rujukan relevan untuk memperdalam makna:
Pembacaan Tafsiran klasik yang relevan
Para penafsir terdahulu menekankan bahwa permohonan Kaleb mencerminkan sikap hidup yang bergantung kepada Allah dalam segala keadaan, bukan sekadar logika manusia semata. Keterangan dari komentar-komentar publik domain seperti karya Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa Allah memenuhkan janji-Nya sesuai kebutuhan umat yang setia. Mereka menegaskan bahwa kisah ini mengilustrasikan bagaimana pemeliharaan Allah bekerja melalui pembagian tanah dan sumber daya yang memadai bagi umat-Nya.
Ucapan singkat para penafsir klasik (kutipan singkat)
“Pengharapan orang percaya tidak ditempatkan pada bumi saja, tetapi pada Tuhan yang memberi air hidup.” (merujuk pada gaya komentar umum para penafsir klasik; tidak menampilkan kutipan panjang penuh dari karya asli demi menjaga integritas teks sumber). Perhatikan bahwa komentar-komentar lama menekankan kehadiran Allah yang memenuhi kebutuhan dalam momen kekeringan iman dan fisik.
Hubungan Alkitabiah silang
Beberapa rujukan silang yang relevan:
Penjelasan singkat tentang hubungan-rusak ini: semua bagian menekankan bahwa hidup bernaung pada Allah yang menyediakan, bahkan di tempat yang paling tidak memungkinkan, melalui perlindungan, pemeliharaan, dan kelimpahan sumber daya.
Aplikasi bagi kita hari ini
Penutup: Kepercayaan kepada Allah sebagai sumber hidup mengangkat kita dari kekeringan menuju kelimpahan yang mengikuti kerelaan hati untuk taat kepada-Nya. Ketika kita menghadapi kebutuhan, kita dapat mengingat bagaimana Allah melihat kebutuhan kita dan menyediakan pancaran air—baik secara jelas maupun melalui cara yang kita tidak sangka.