Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Yudas 1



Yudas 1:7 – Khotbah melalui Teladan Sodom dan Gomora
Ayat ini menempatkan peringatan tegas mengenai akibat hukuman ilahi terhadap mereka yang memperlihatkan ketidaktaatan berulang-ulang. Dalam konteks surat Yudas, penulis memperingatkan jemaat tentang orang-orang yang menyesatkan iman melalui tindakan-tindakan duniawi yang serupa dengan kejahatan masa lalu. Contoh eksplisit yang disebutkan adalah kota Sodom dan Gomora beserta negeri-negeri sekitarnya, yang pada akhirnya menerima siksa api kekal karena perbuatan zinah dan penyembahan terhadap makhluk lain. Ayat ini berfungsi sebagai peringatan historis yang relevan bagi pembaca pertama maupun pembaca kini: Allah tidak membiarkan dosa berlanjut tanpa konsekuensi, terutama ketika dosa-dosa itu menular dan menodai komunitas orang percaya.
Makna inti
Ayat ini menyoroti dua hal utama: (1) kesetiaan Allah terhadap standar moral-Nya dan (2) konsekuensi serius bagi mereka yang menodai iman melalui praktik-praktik penyimpangan seksual dan penyembahan berhala/mahkluk lainnya. Teladan Sodom dan Gomora tidak hanya menjadi contoh historis, melainkan simbol perlunya perubahan hidup yang nyata. Kemurnian hidup jemaat dan penolakan terhadap ajaran sesat menjadi tema penting yang tersirat dalam peringatan ini.
Tema utama
Rujukan silang yang relevan
Beberapa bagian lain dalam Alkitab menegaskan prinsip yang sama:
Pembelajaran praktis
Beberapa langkah praktis untuk jemaat modern:
Ringkasan penutup
Yudas 1:7 mengingatkan kita bahwa kejahatan masa lalu diberi tempat dalam literatur Alkitab untuk menguatkan disiplin moral sekarang. Allah tidak menutup mata terhadap dosa-dosa yang merusak komunitas-Nya; teladan Sodom dan Gomora menyatakan bahwa tindakan berpieks adalah serius dan memerlukan respons iman yang hidup. Panggilan utama adalah hidup kudus, menjaga iman dari ajaran-ajaran sesat, dan saling memikul beban satu sama lain dalam kasih.
Penjajagan singkat: Ayat ini menekankan keadilan ilahi dan kebutuhan hidup benar di tengah godaan menyimpang. Secara historis, contoh Sodom-Gomora berfungsi sebagai peringatan nyata tentang konsekuensi dosa yang berat dan kekal, sehingga jemaat didorong untuk menjaga kemurnian iman dan berbelas kasih dalam disiplin rohani.