Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiYosua 4:6 Tafsiran ayat Alkitab
Yosua 4:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
supaya ia itu menjadi suatu tanda peringatan di tengah-tengah kamu; maka jikalau kiranya esok jemah ditanya oleh anak-anakmu demikian: Apakah artinya segala batu ini kepadamu?
Yosua 4:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Yosua 4:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Keluaran 13:14 (IDN) »
Maka akan jadi besok, apabila anakmu bertanya akan kamu, katanya: Apakah ini? hendaklah kamu katakan kepadanya: Bahwa Tuhan telah menghantar akan kami keluar dari Mesir, dari dalam tempat perhambaan itu dengan tangan yang kuat.

Yosua 4:21 (IDN) »
Maka katanya kepada bani Israel demikian: Jikalau kiranya esok jemah anak-anakmu bertanyakan bapanya: Apakah artinya segala batu ini?

Yosua 22:27 (IDN) »
melainkan supaya mezbah itu akan suatu kesaksian di antara kami dengan kamu dan di antara anak cucu kita yang kemudian dari pada kita kedua pihak, supaya kamipun boleh turut berbuat bakti kepada Tuhan di hadapan hadirat-Nya dengan korban bakaran kami dan dengan korban sembelihan kami dan dengan korban syukur kami, dan jangan besok kata anakmu kepada anak kami: Bahwa kamu tiada empunya bahagian dengan Tuhan!
Yosua 4:6 (IDN) — Tanda peringatan di tengah-tengah kamu
Pemilihan kata-kata dalam ayat ini muncul setelah Yosua memimpin bangsa Israel menyeberangi sungai Yordania dan menempatkan dua belas batu sebagai tanda dari mukjizat Allah. Tujuan utama penempatan batu-batu itu adalah agar suatu ketika anak-anakmu bertanya, “Apa artinya semua batu ini?”, maka orang tua dapat menceritakan karya Allah yang besar di antara mereka.
Konteks segera
Allah menegaskan bahwa langkah membangun prasasti adalah “supaya ia itu menjadi suatu tanda peringatan di tengah-tengah kamu.” Batu-batu itu berfungsi sebagai memori komunal, sebuah perpaduan antara sejarah penyelamatan dan ajakan beriman. Peristiwa penyebaran sungai Yordania menjadi pintu gerbang bagi bangsa Israel untuk memasuki Tanah Perjanjian dan meneguhkan kehadiran Allah di antara mereka.
Apa yang dimaksudkan oleh teks tentang Allah dan iman
Teks ini menekankan bahwa iman bukan hanya pengalaman pribadi, melainkan kenangan bersama yang membangun identitas bangsa dan hubungan dengan Allah. Allah yang berkuasa mengarahkan peristiwa alam untuk tujuan penyelamatan. Batu-batu itu mengundang generasi berikutnya untuk menilai dan mempercayai kesetiaan-Nya, sehingga iman tumbuh dari ingatan akan tindakan-Nya di masa lalu.
Kata-kata kunci dan gambaran penting
Wawasan dari tokoh komentar publik domain (ringkas)
Para komentator berpendapat bahwa tindakan menyalakan ingatan berfungsi menguatkan ketaatan. Batu-batu itu tidak hanya mengikat masa lalu, tetapi juga mengarahkan tindakan masa depan bangsa Israel dalam tunduk pada hukum Allah. Beberapa kutipan pendek para komentator berbahasa Inggris yang relevan: “The stones were to be a memorial forever” (ringkas dari sejumlah pandangan kompilasi). Kami menyertakan ide-ide umum mereka secara terintegrasi tanpa menyalin teks panjang.
Rujukan silang yang relevan
Beberapa kisah terkait memori dan peringatan:
Pada masing-masing rujukan, inti temanya menekankan bahwa ingatan akan karya Allah memelihara iman dan memetakan perilaku umat dalam ketaatan kepada-Nya.
Penerapan praktis bagi hidup sekarang
Islam hadisnya tidak relevan; fokusnya adalah iman yang hidup melalui ingatan bersama. Tema utama ajaran ini adalah pewarisan iman secara eksplisit melalui orang tua, guru, dan pemimpin rohani. Ketika kita melihat “batu-batu” suci hari ini—misalnya momen-momen besar penyelamatan Tuhan dalam hidup pribadi atau komunitas—kita didorong untuk menceritakan kemuliaan-Nya kepada generasi penerus. Ajakan praktis:
Inti teks menegaskan: Allah berfirman dalam perbuatan-Nya, dan ingatan akan karya-Nya memperkuat iman generasi berikutnya. Dengan demikian, batu-batu itu bukan sekadar benda; mereka adalah saksi kasih-Nya yang berfokus pada pewarisan iman yang tahan uji.