Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiYosua 20:5 Tafsiran ayat Alkitab
Yosua 20:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka jikalau penuntut belah mengusir akan dia, maka jangan mereka itu menyerahkan orang pembunuh itu kepada tangannya, yaitu jikalau dibunuhnya akan kawannya dengan alpanya dan tiada dibencinya akan dia kelemarin dan kelemarin dahulu.
Yosua 20:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Yosua 20:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Bilangan 35:12 (IDN) »
Maka negeri-negeri itu bagi kamu akan tempat perlindungan dari pada penuntut bela, supaya orang pembunuh itu jangan mati dahulu dari pada ia menghadap majelis hukum.

Bilangan 35:25 (IDN) »
Maka hendaklah majelis itu melepaskan orang pembunuh itu dari pada tangan penuntut bela serta memberi izin akan dia duduk dalam negeri perlindungan yang telah ia lari ke dalamnya, maka hendaklah ia duduk di sana sampai mati imam besar, yang telah disiram dengan minyak suci.
Yosua 20:5 (IDN) — Penuntut Belah dan Presiden Kota Pelindung
Ayat ini berada dalam konteks perintah Tuhan kepada orang Israel mengenai pelaksanaan hukum kota perlindungan. Bangsa Israel menetapkan kota-kota perlindungan bagi orang yang membunuh tanpa sengaja, supaya mereka dapat berteduh dari pembalasan dendam kerabat korban (pendahuluan hak hukum). Ayat ini menegaskan syarat bagi penuntut belah (orang yang menuntut hak keadilan) agar tidak menyerahkan orang pembunuh kepada balas dendam jika tindakan pembunuh dilakukan tanpa niat jahat. Intinya, kebenaran hukum ditopang oleh keadilan yang seimbang: perlindungan bagi orang yang tidak sengaja melakukan pembunuhan dibatasi oleh syarat-syarat tertentu agar tidak disalahgunakan untuk membatasi keadilan secara semena-mena.
Makna sentral
Ayat ini menegaskan bahwa pelaksanaan hukuman dalam konteks kota perlindungan tidak bisa diserahkan kepada satu pihak yang bersifat semata-mata balas dendam. Perlindungan Allah terhadap orang yang tidak sengaja membunuh menuntut kejujuran dalam menilai niat dan keadaan kejadian. Dengan demikian, hukum kota perlindungan berfungsi sebagai perlindungan bagi pelaku yang tidak berniat membunuh secara sengaja, sambil tetap menjaga hak-hak keluarga korban untuk keadilan.
Apa yang perlu diperhatikan
Ayat-ayat terkait
Beberapa bagian lain dalam Pentateukh memberikan gambaran serupa tentang kota perlindungan, misalnya pembahasan mengenai niat pembunuhan dan perlindungan bagi orang yang tidak bersalah (misalnya pembahasan tentang keadilan, bukti, dan niat). Hubungan ini menggarisbawahi prinsip bahwa hukum Allah menuntut keseimbangan antara perlindungan hidup dan penegakan keadilan.
Perenungan praktis
Bagi pembaca modern, ayat ini mendorong kita untuk menghargai keadilan yang tidak eksklusif pada kemarahan pribadi. Ketika menghadapi konflik serius, kita perlu menilai niat, konteks, dan intensi tindakan. Perlindungan bagi mereka yang tidak sengaja melukai tetap penting, sambil memastikan bahwa keadilan tidak disalahgunakan untuk mengeksekusi balas dendam secara sembrono.
Inti penutup
Yosua 20:5 menegaskan bahwa sistem hukum Allah mengutamakan perlindungan bagi orang yang tidak sengaja membunuh, dengan syarat-syarat yang menghindarkan penyalahgunaan hak balas dendam. Ayat ini mengajak pembaca untuk melihat keadilan sebagai sesuatu yang terukur, berimbang, dan di bawah otoritas Tuhan—membatasi tindakan pembalasan manusia sambil menjaga kehidupan dan martabat manusia di hadapan Allah.
Cross-references singkat
- Ulangan 19:4-7: Penjelasan mengenai kota perlindungan dan syarat kejadian tidak sengaja. Menekankan perlunya menilai niat ketika menentukan tempat perlindungan.
- Bilangan 35:9-15: Ketentuan lebih lanjut tentang kota perlindungan dan bagaimana hukum dijalankan secara terstruktur, menekankan pembatasan pada pembalasan dendam.
- Keluaran 21:13: Prinsip perlindungan hidup manusia dan kejahatan tidak langsung dihadirkan dalam bab hukum perkampungan.
Catatan editorial: Inti komentar ini menggabungkan pandangan umum dari para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke. Frasa langsung yang diambil secara tepat dari sumber-sumber tersebut dicantumkan bila ada, namun fokus utama adalah penyampaian makna teks dalam bahasa Indonesia yang relevan bagi pembaca modern tanpa meniru gaya lama secara eksplisit. Inti ide disusun untuk menguatkan pemahaman kontemplatif tentang keadilan yang adil dan perlindungan bagi yang tidak bersalah.