Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Yohanes 20:1 Yohanes 20:2 Yohanes 20:3 Yohanes 20:4 Yohanes 20:5 Yohanes 20:6 Yohanes 20:7 Yohanes 20:8 Yohanes 20:9 Yohanes 20:10 Yohanes 20:11 Yohanes 20:12 Yohanes 20:13 Yohanes 20:14 Yohanes 20:15 Yohanes 20:16 Yohanes 20:17 Yohanes 20:18 Yohanes 20:19 Yohanes 20:20 Yohanes 20:21 Yohanes 20:22 Yohanes 20:23 Yohanes 20:24 Yohanes 20:25 Yohanes 20:26 Yohanes 20:27 Yohanes 20:28 Yohanes 20:29 Yohanes 20:30 Yohanes 20:31



Yohanes 20:21 (IDN)
Setelah kebangkitan-Nya, Yesus menampakkan diri kepada para murid di ruangan yang terkunci, memberi damai sejahtera sebagai penyampaian batin yang kuat. Ayat ini muncul sebagai penegasan misi yang baru bagi para murid: keamanan, pengutusan, dan otoritas yang berasal dari Bapa.
Segala sesuatu tentang Allah dan iman yang dinyatakan dalam ayat ini
Dalam ucapan “Sejahteralah kamu!” terdengar janji damai yang mewarnai hubungan dengan Tuhan. Damai di sini bukan sekadar ketenangan, melainkan pemulihan hubungan dengan Allah melalui kebangkitan Kristus. Selanjutnya, frasa “sebagaimana Bapa telah menyuruh Aku, demikian juga Aku ini menyuruh kamu” menegaskan bahwa tujuan hidup murid-murid tidak lagi bersandar pada kekuatan sendiri, melainkan mengikuti pola dan mandat Ilahi yang telah ditetapkan oleh Bapa. Imajinasi tentang penyebaran kebenaran dan kasih menjadi panggilan yang mutlak bagi mereka yang telah menerima hidup Kristus.
Istilah penting dan gambaran penting
Gambaran misi ini menekankan kesinambungan antara karya Kristus di bumi dan mandat yang diserahkan kepada murid-murid-Nya sebagai kelanjutan karya-Nya melalui mereka.
Rujukan terkait dalam Alkitab
Beberapa ayat terkait menekankan tema damai dan pengutusan:
Penjelasan singkat: Damai yang diberikan menjadi dasar bagi misi, sementara mandat pengutusan menuntun murid untuk menjadi wakil Kristus di dunia.
Aplikasi nyata untuk masa kini
Ayat ini mengingatkan bahwa sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil menerima damai Allah dan melanjutkan mandat-Nya dengan kasih, kebenaran, dan keberanian. Saat menghadapi ketakutan atau tekanan, kita dipanggil untuk mengingat bahwa damai Allah memberi kestabilan dan sumber daya untuk melayani sesama. Dalam komunitas gereja, kita dipanggil memperkuat kesatuan, memperluas berita keselamatan, dan hidup secara konsisten dalam amanat-Nya.
Garis besar pemikiran dari para komentar publik domain
Gagasan tentang damai sebagai karunia Allah yang membangun hubungan dengan-Nya sering disebut dalam karya-karya klasik. Keterangan interpretatif berfokus pada dua unsur utama: damai sebagai pembaruan hubungan dengan Allah, dan mandat pengutusan sebagai kelanjutan karya Kristus melalui murid-murid-Nya. Ketiga tokoh komentar publik domain—Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke—menekankan bahwa damai yang diberikan memampukan murid untuk melihat pelayanan sebagai bagian dari rencana Tuhan yang lebih besar, bukan hanya usaha pribadi. Quote singkat berikut dapat membantu dalam memahami pola ini:
Matthew Henry menyatakan bahwa damai Allah membawa keamanan internal untuk menghadapi tugas-tugas besar. Albert Barnes menegaskan bahwa mandat mengacu pada penyangga hubungan dengan Bapa melalui Kristus. Adam Clarke menyoroti adanya kesetiaan murid pada kehendak Tuhan yang memampukan mereka untuk dipakai dalam pekerjaan-Nya.
Rangkuman singkat
Yohanes 20:21 menegaskan dua unsur utama: damai Allah yang memulihkan hubungan dengan-Nya, dan panggilan untuk mengutuskannya kepada orang lain dengan konsisten. Damai itu membuat murid layak melaksanakan mandat, yang berasal dari Bapa dan dicontohkan Kristus.