Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Yohanes 20:1 Yohanes 20:2 Yohanes 20:3 Yohanes 20:4 Yohanes 20:5 Yohanes 20:6 Yohanes 20:7 Yohanes 20:8 Yohanes 20:9 Yohanes 20:10 Yohanes 20:11 Yohanes 20:12 Yohanes 20:13 Yohanes 20:14 Yohanes 20:15 Yohanes 20:16 Yohanes 20:17 Yohanes 20:18 Yohanes 20:19 Yohanes 20:20 Yohanes 20:21 Yohanes 20:22 Yohanes 20:23 Yohanes 20:24 Yohanes 20:25 Yohanes 20:26 Yohanes 20:27 Yohanes 20:28 Yohanes 20:29 Yohanes 20:30 Yohanes 20:31



Yohanes 20:6 (IDN): "Kemudian Petrus pun tibalah dari belakang dia, serta masuk ke dalam kubur, lalu nampak kain kapan itu terletak,"
Setting segera setelah kebangkitan Kristus: Maria Magdalena telah melihat batu penutup kubur terguling dan memberitahukan Petrus serta Yohanes. Mereka bergegas dan Petrus tiba kemudian masuk ke dalam kubur untuk melihat kenyataan dengan mata kepala sendiri. Yang terlihat adalah kain kapan yang terlipat rapi, dan napas iman mulai percaya bahwa Yesus telah bangkit dari kematian, meskipun Yohanes masih menyisakan keraguan pada saat itu.
Makna teologis dan faith note
Ayat ini menekankan percakapan antara bukti fisik dan iman yang sedang tumbuh. Peristiwa masuk ke kubur menunjukkan kekudusan tulisan Sakarjadian: pembebasan tidak lagi bergantung pada petunjuk manusia, melainkan pada kebenaran kebangkitan. Kain kapan yang terlipat rapi menandakan bahwa kematian telah selesai, dan kebangkitan menandai permulaan suatu era baru bagi murid-murid dan bagi umat percaya.
Kata kunci dan gambaran penting
Hubungan dengan bagian lain Alkitab
Cross-ref singkat:
Pelajaran praktis bagi iman hari ini
Ikuti jejak Petrus dan Yohanes dengan teliti menghadapi tanda-tanda Allah dalam hidup. Kadang kita perlu menghentikan langkah sejenak, memeriksa kenyataan iman melalui Firman dan pengalaman doa, sehingga iman tidak hanya bersifat emosional tetapi juga rasional dan berakar pada fakta yang disaksikan. Kubur kosong mengundang kita untuk menyerahkan diri pada kebangkitan Kristus sebagai pusat hidup sehari-hari—pengharapan yang tidak tergoyahkan di tengah tantangan dunia.
Inti pesan
Ayat ini menyiapkan bayi iman murid untuk memahami Maria, lalu menuntun mereka ke misi yang terarah: menyampaikan kebangkitan Kristus kepada dunia. Percaya bukan sekadar perasaan, melainkan respons terhadap kenyataan Tuhan yang telah bangkit.
Quotations from public-domain commentaries (summarized in context):
Menurut Matthew Henry dan Adam Clarke, tindakan Petrus yang masuk ke dalam kubur menekankan keinginan untuk memverifikasi fakta secara langsung, bukan hanya menerima kabar dari orang lain. Mereka menyoroti bahwa kain kapan yang tersusun menandakan tidak ada perampasan jenazah secara paksa, melainkan bukti bahwa tubuh telah bangkit.
Rujukan silang singkat lainnya memberi gambaran bahwa kebangkitan Kristus adalah pusat pengharapan Kristen, membentuk dasar teologi kita tentang kematian, hidup, dan tujuan keselamatan dalam dunia ini.