Yeremia 31:20 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Bukankah Efrayim bagi-Ku akan anak yang kekasih? bukankah ia bagi-Ku akan anak timang-timangan? karena seberapa kali Aku berfirman akan halnya, maka sangat terkenanglah Aku akan dia, sebab itu hati-Ku hancur dari karenanya, niscaya Aku mengasihani akan dia kelak, demikianlah firman Tuhan.

Ayat sebelumnya
« Yeremia 31:19
Ayat berikutnya
Yeremia 31:21 »

Yeremia 31:20 Tafsiran ayat Alkitab

Yeremia 31:20 (IDN) — “Bukankah Efrayim bagi-Ku akan anak yang kekasih?”

Pasangan kata ini menempatkan Efrayim—yakni suku utamanya yang mewakili Israel utara—di bawah belas kasih Allah meski ia sering gagal konsisten. Ayat ini menampilkan nuansa kasih perjanjian Allah yang berduga antara murka dan kasih setia. Allah menomorduakan keistimewaan Efrayim sebagai “anak kekasih” dan “anak timang-timangan”—kata-kata yang menekankan kedekatan pribadi-Nya dengan umat-Nya, meskipun sejarah kejatuhan dan ketidaktaatan mereka.

Ayat dalam konteks kitab Yeremia

Yeremia berbicara pada masa masa depan umat Israel yang terpecah: Yehuda dan Israel Utara (Efrayim). Melalui nubuatan ini, Allah menegaskan bahwa hubungan-Nya dengan umat manusia tidak tergoyahkan oleh pelanggaran mereka, karena inti dari kasih-Nya adalah pemulihan. Ayat ini mengikuti tema pengandaran kasih Allah yang berduka atas kemerosotan, namun tetap berupaya mengembalikan umat–Nya kepada jalan-Nya.

Sesi inti dan pelajaran rohani

Inti pesan ayat ini adalah kasih setia Allah yang tidak bergeser terhadap umat-Nya. Meski tampak seolah-olah Efrayim telah kehilangan arah, Allah mengingatkan diri-Nya akan ikatan-Nya dengan mereka dan menjanjikan belas kasihan di masa depan. Pelajaran utama: panggilan untuk percaya pada kasih Allah yang berkehendak memulihkan, bukan menghukum secara final. Hal ini mengajak kita melihat bagaimana Tuhan memedulikan hubungan-Nya dengan umat pilihan meskipun mereka sering gagal mengikuti jalan-Nya.

Perbandingan dengan bagian lain Alkitab

  • Yeremia 3:22–23 menekankan panggilan pertobatan yang datang setelah kasih setia Tuhan dinyatakan; Allah mengundang umat-Nya pulang kepada-Nya.
  • Mazmur 136 menegaskan sifat kasih setia Tuhan yang tidak berakhir atas umat-Nya meski menghadapi masa-masa sukar.
  • Hosea 11:1–4 menggambarkan analogi kasih Allah seperti kasih seorang ayah terhadap anak-anaknya, meski mereka sering membangkang; akhirnya Allah berbelas kasih dan menarik mereka kembali.

Dalam semua ini, kita melihat pola: ketidaksetiaan manusia tidak mengakhiri kasih Allah; sebaliknya, kasih itu mendorong pemulihan dan pengampunan.

Aplikasi praktis

  1. Ketahuilah bahwa kasih Allah bersifat prorasi, tidak berakhir oleh kegagalan pribadi. Ketika kita tersandung, ingatlah bahwa firman-Nya memanggil kita untuk bertobat dan percaya pada pemulihan-Nya.
  2. Hargai kepekaan hati-Nya yang “hati-Nya remuk” ketika umat-Nya melenceng; respons kita adalah merendahkan diri di hadapan-Nya dan mencari pemulihan hubungan melalui doa dan taubat.
  3. Jaga hubungan dengan sesama umat-Nya sebagai indikasi hubungan kita dengan Tuhan: kasih yang diluaskan kepada mereka yang lemah adalah cerminan kasih Allah kepada kita.

Rujukan silang singkat

Beberapa tempat memantulkan tema ini: - Yeremia 3:22–23 (seruan pertobatan karena kasih setia Tuhan), - Mazmur 136 (kasih setia Tuhan yang bertahan dewasa), - Hosea 11:1–4 (Allah menarik balik kasih-Nya meski umat membangkang).

Ringkasan

Yeremia 31:20 menegaskan bahwa kasih Allah kepada Efrayim—dan pada umumnya umat tergolong—mengalir dari relasi pribadi yang tak tergoyahkan. Meskipun umat sering gagal, Allah berjanji memampukan belas kasihan dan masa depan pemulihan. Pesan ini menguatkan iman bahwa kasih Tuhan tidak berhenti pada kegagalan manusia, melainkan mendorong pemulihan dan penggenapan janji-Nya.

Quotations from the public-domain commentaries (di satu tempat):

Matthew Henry: “...the Lord’s heart is moved with tenderness toward his disobedient people, and yet he will restore them.”

Albert Barnes: “The language here expresses a vehement affection, a parental tenderness toward Israel.”

Adam Clarke: “Though they have been unfaithful, yet God’s mercy will recover them and bring them back to His favor.”

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

Yeremia 31:20 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yesaya 55:7 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Yesaya 55:7 (IDN) »
Hendaklah orang fasik itu meninggalkan jalannya dan orang jahat itu kepikirannya, dan hendaklah ia bertobat kepada Tuhan, maka dikasihankan Tuhan akan dia kelak, dan kepada Allah kita, karena Iapun mengampuni dengan limpahnya.

Yesaya 63:15 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Yesaya 63:15 (IDN) »
Lihat apalah dari dalam sorga dan pandang apalah dari dalam tempat kedudukan-Mu yang suci dan mulia; di mana gerangan kasih-Mu yang cemburuan dan segala kuasa-Mu? Adakah segala rahmat-Mu dan kasihan-Mu ditegahkan dari padaku?

Mazmur 103:13 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Mazmur 103:13 (IDN) »
Seperti seorang bapa menaruh belas kasihan akan anak-anaknya, demikianpun Tuhan menaruh belas kasihan akan segala orang yang takut akan Dia.

IDN Pilih kitab dalam Alkitab