Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Yesaya 1 Yesaya 2 Yesaya 3 Yesaya 4 Yesaya 5 Yesaya 6 Yesaya 7 Yesaya 8 Yesaya 9 Yesaya 10 Yesaya 11 Yesaya 12 Yesaya 13 Yesaya 14 Yesaya 15 Yesaya 16 Yesaya 17 Yesaya 18 Yesaya 19 Yesaya 20 Yesaya 21 Yesaya 22 Yesaya 23 Yesaya 24 Yesaya 25 Yesaya 26 Yesaya 27 Yesaya 28 Yesaya 29 Yesaya 30 Yesaya 31 Yesaya 32 Yesaya 33 Yesaya 34 Yesaya 35 Yesaya 36 Yesaya 37 Yesaya 38 Yesaya 39 Yesaya 40 Yesaya 41 Yesaya 42 Yesaya 43 Yesaya 44 Yesaya 45 Yesaya 46 Yesaya 47 Yesaya 48 Yesaya 49 Yesaya 50 Yesaya 51 Yesaya 52 Yesaya 53 Yesaya 54 Yesaya 55 Yesaya 56 Yesaya 57 Yesaya 58 Yesaya 59 Yesaya 60 Yesaya 61 Yesaya 62 Yesaya 63 Yesaya 64 Yesaya 65 Yesaya 66



Makna Singkat (Intisari)
Yesaya 63:15 menyingkap rindu penantian umat Allah terhadap kehadiran-Nya dan pengharapan akan kasih serta kuasa-Nya yang nyata di tengah kesulitan. Penempatan kata-kata seperti “lihat apalah dari dalam sorga” menunjukkan keakraban doa yang berpusat pada kehadiran ilahi, memohon penebangan kasih-Nya yang cemburu dan pemulihan rahmat bagi umat-Nya.
Latar Kontekstual
Dalam bagian ini, penulis kitab Yesaya menggambarkan suasana hati umat Allah yang merasa terpisah dari kemuliaan-Nya karena dosa dan penindasan bangsa lain. Doa ini muncul sebagai permintaan agar Allah menundukkan wajah-Nya, mengingat segala karya-Nya—kemuliaan sorga, kedudukan-Nya yang suci, dan kuasa-Nya yang meliputi alam semesta—untuk memperbarui kasih dan rahmat-Nya bagi umat-Nya.
Poin Interpretatif
Kaitan dengan Ayat Lain
Prinsip Praktis yang Relevan
Gagasan dari Tokoh Penafsir Terkenal (ringkas)
Para penafsir publik-domain menekankan bahwa ayat ini menantang umat untuk menyadari kebutuhan mendalam akan kehadiran Allah dan kasih-Nya yang tidak lekang oleh keadaan. Dalam karya-karya Adam Clarke dan Albert Barnes, ditekankan bahwa permintaan untuk melihat kemuliaan Allah mengakui keterbatasan manusia serta kebutuhan akan pertolongan ilahi yang menyeluruh. Mereka menyoroti bahwa kasih Allah cemburu adalah pendorong untuk meningkatkan kesetiaan umat kepada perjanjian-Nya.
Rujukan Silang
Lihat Yesaya 58:9-10 untuk gambaran bagaimana Allah merespons doa yang berbalik kepada-Nya dan menyehatkan hubungan melalui tindakan kasih; Mazmur 42:1-2 sebagai contoh kerinduan rohani yang mendekat kepada Allah; Yeremia 31:3-4 tentang kasih setia Allah terhadap umat-Nya meskipun dalam masa-masa sulit.
Penutup
Ayat ini mengundang pembaca untuk menilai kembali kedekatan dengan Allah: apakah doa kita memohon kehadiran-Nya secara nyata, dan apakah kita berusaha hidup setia sehingga kasih-Nya yang cemburu bisa memulihkan kita dengan penuh rahmat.
Quotations from Matthew Henry, Albert Barnes, and Adam Clarke are not verbatim here; if exact short quotes from these commentators are available in public-domain sources, they would be cited succinctly in a brief note within the text.