Yesaya 63:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Bahwa Aku seorang-orang-Ku juga sudah mengirik apitan air anggur, dan dari pada segala bangsa itu seorangpun tiada serta-Ku! Maka Aku sudah mengirik mereka itu dengan murka-Ku dan sudah memijak-mijak dia dengan kehangatan amarah-Ku, maka darahnya telah tepercik kepada pakaian-Ku dan segala kain-Ku sudah Kulumurkan.

Ayat sebelumnya
« Yesaya 63:2
Ayat berikutnya
Yesaya 63:4 »

Yesaya 63:3 Tafsiran ayat Alkitab

Iman Yakin terhadap Penghakiman Ilahi: Yesaya 63:3 (IDN)

Setting segera teks: Ayat ini muncul dalam konteks Yesaya yang menggambarkan murka Tuhan terhadap bangsa-bangsa yang menentang-Nya, serta karya penebusan-Nya atas umat-Nya dan hak-Nya atas keadilan. Pada bagian ini, nubuat menyingkap bagaimana Allah menilai kejahatan bangsa-bangsa yang telah menodai bumi dengan kedurhakaan mereka, sambil menegaskan kemuliaan-Nya sebagai hakim yang adil dan berkuasa.

Apa yang diungkapkan ayat ini tentang Allah

Ayat ini memperlihatkan Allah sebagai sumber kekuatan dan penghakiman yang tidak meleburkan keadilan-Nya. Melalui penggambaran memeras anggur dalam darah, terdeskripsi bahwa murka-Nya menindak bangsa-bangsa yang menumpahkan kekejaman. Gambar pakaian yang tertumpah darah menekankan kedalaman tindakan-Nya: bukan sekadar pembalasan, tetapi manifestasi kemuliaan-Nya dalam menegakkan keadilan.

Penafsiran kata dan gambaran penting

  • “mengirik apitan air anggur” merujuk pada menekan, memeras, atau menumpahkan anggur hingga bersisa darah; ini simbol kekuatan, kemarahan, dan keadilan yang tidak menunda-nunda.
  • “darahnya telah tepercik kepada pakaian-Ku” menunjukkan pribadi-Nya yang terikat dengan karya penebusan: darah yang menumpah menandai pembalasan atas kejahatan dan juga pemurnian umat.
  • “kain-Ku sudah Kulumurkan” menegaskan identitas pribadi Allah sebagai hakim yang kudus, yang tidak menutup mata terhadap pelanggaran maupun penderitaan manusia di bumi.

Hubungan dengan bagian lain Alkitab

Beberapa bagian menegaskan tema serupa: keadilan Tuhan yang menuntut pertobatan dan pemulihan. Misalnya, nubuat yang menekankan keadilan-Nya terhadap penindasan, serta janji pemurnian bagi umat yang menaruh iman kepada-Nya. Perusahaan tema ini juga muncul ketika firman Allah mengangkat gambaran pemisahan antara pelaku dosa dan umat yang setia, dengan penekanan pada kasih-Nya yang menyelamatkan bagi mereka yang bertobat.

Bagian-Bagian Cross-References

  • Yesaya 34:2–6 — “murka-Nya” terhadap bangsa-bangsa; gambaran keadilan-Nya yang kuat dalam peristiwa perang dan pembalasan. Menunjukkan bahwa keadilan ilahi melibatkan hukum-Nya yang tak berubah.
  • Yesaya 59:17–18 — Allah mengenakan perlindungan keadilan seperti baju, bertindak dengan murka-Nya atas kejahatan; menyoroti kedudukan-Nya sebagai hakim yang adil.
  • Wahyu 19:13–15 — gambaran penaklukkan kebenaran oleh Firman Allah; darah yang ditekan sebagai simbol kemenangan-Nya atas kejahatan dan pembebasan umat-Nya.

Penjelasan singkat: Di semua referensi tersebut, Allah tidak tinggal diam menghadapi kejahatan, melainkan bekerja untuk mengembalikan keadilan dan memurnikan umat-Nya melalui karya-Nya yang kudus.

Aplikasi bagi umat zaman kini

Ayat ini mengajak kita merenungkan kekudusan Allah dan sifat-Nya yang tidak toleran terhadap kedurhakaan. Namun, kisah ini juga menguatkan harapan: umat-Nya dipanggil untuk hidup dalam ketaatan, percaya kepada perlindungan-Nya, dan menyadari bahwa keadilan ilahi terwujud dalam kasih yang membentuk jalan pemulihan. Karena itu, dalam berdoa dan bertindak, kita hendaknya berpegang pada iman bahwa Tuhan bekerja untuk membentuk dunia yang lebih adil melalui kebenaran-Nya.

Ringkasan penafsirannya

Beberapa penafsir Kristen klasik menekankan bahwa gambaran darah dan pakaian-Nya menegaskan perlunya pertobatan manusia dan keadilan Tuhan atas penindasan. Dari perspektif pembacaan yang sehat, ayat ini memperlihatkan keseimbangan antara keadilan-Nya yang tegas dan kasih-Nya yang memurnikan umat-Nya melalui pembebasan dan pemulihan.

Quotations note: Jika ada kutipan langsung singkat dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke yang relevan, akan dicantumkan secara tepat dalam konteks penafsiran yang relevan, tanpa mengubah makna aslinya. Namun, pernyataan di atas disusun secara mandiri untuk memenuhi nuansa bahasa Indonesia yang akrab bagi pembaca setempat.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

Yesaya 63:3 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Wahyu 19:13 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Wahyu 19:13 (IDN) »
dan Ia berjubah yang dipercik dengan darah, dan nama-Nya dikatakan, "Firman Allah."

Wahyu 14:19 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Wahyu 14:19 (IDN) »
Lalu malaekat itu menyembatkan sabitnya itu ke bumi, serta mengumpulkan buah anggur bumi itu, sambil mencampakkan dia ke dalam irikan yang besar, yaitu murka Allah;

Maleakhi 4:3 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Maleakhi 4:3 (IDN) »
Maka kamu akan memijak-mijak segala orang fasik, sehingga mereka itu menjadi lebu duli di bawah tapak kakimu, yaitu pada hari yang Kudatangkan kelak, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam!

IDN Pilih kitab dalam Alkitab