Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Yesaya 1 Yesaya 2 Yesaya 3 Yesaya 4 Yesaya 5 Yesaya 6 Yesaya 7 Yesaya 8 Yesaya 9 Yesaya 10 Yesaya 11 Yesaya 12 Yesaya 13 Yesaya 14 Yesaya 15 Yesaya 16 Yesaya 17 Yesaya 18 Yesaya 19 Yesaya 20 Yesaya 21 Yesaya 22 Yesaya 23 Yesaya 24 Yesaya 25 Yesaya 26 Yesaya 27 Yesaya 28 Yesaya 29 Yesaya 30 Yesaya 31 Yesaya 32 Yesaya 33 Yesaya 34 Yesaya 35 Yesaya 36 Yesaya 37 Yesaya 38 Yesaya 39 Yesaya 40 Yesaya 41 Yesaya 42 Yesaya 43 Yesaya 44 Yesaya 45 Yesaya 46 Yesaya 47 Yesaya 48 Yesaya 49 Yesaya 50 Yesaya 51 Yesaya 52 Yesaya 53 Yesaya 54 Yesaya 55 Yesaya 56 Yesaya 57 Yesaya 58 Yesaya 59 Yesaya 60 Yesaya 61 Yesaya 62 Yesaya 63 Yesaya 64 Yesaya 65 Yesaya 66



Yesaya 51:10 (IDN) – Gambaran kebesaran keselamatan Tuhan
Bagian ini berada dalam sambungan penyerahan Tuhan atas keselamatan umat-Nya. Yesaya 51 menyoroti pembebasan umat Israel dari belenggu perhambaan, mengingatkan bahwa Allah yang berkuasa telah membuka jalan melalui badai dan lautan. Ayat 10 menegaskan jamak: Tuhan telah membuka lautan, mengukur tepiannya, dan menyediakan jalan bagi tebusan-Nya untuk menyeberang. Gambar ini menguatkan tema utama kitab Yesaya: Allah bukan sekadar pemulih personal, melainkan Penguasa alam, yang memulihkan kemuliaan umat-Nya melalui tindakan historis yang monumental.
Tesaurus ayat dalam konteks pasal
Dalam Yesaya 51, nabi mengundang umat Allah untuk mengingat mukjizat masa lampau—perjalanan bangsa Israel melalui Laut Merah—sebagai fondasi iman terhadap pembebasan yang akan datang. Ayat ini memakai bahasa metaforis tentang laut dan tepiannya sebagai gambaran kuasa kreatif Allah untuk menghapus rintangan besar di hadapan umat-Nya. Pembebasan masa depan menyingkapkan kepedulian Allah yang tidak berubah: Ia selalu berperang untuk umat-Nya dan meluruskan jalan bagi tekad iman yang percaya.
Inti pelajaran rohani
Perbandingan Alkitabiah yang relevan
Beberapa referensi lintas menegaskan tema pembebasan ilahi:
Penekanan bersama adalah Allah sebagai Penguasa jalan keluar: Dia membuka rute, menyingkirkan hambatan, dan memimpin umat-Nya ke keselamatan yang telah dinubuatkan.
Penggunaan praktis untuk iman harian
Ayat ini menguatkan doa percaya saat kita menghadapi “laut” masalah—tantangan pekerjaan, hubungan, atau perjuangan batin. Mengingat bahwa Allah pernah membuka laut bagi umat-Nya yang terdahulu, kita diajak mempercayai-Nya untuk menyeberangi rintangan kita juga. Caranya: mendekatkan diri dalam doa, memelihara iman melalui kebenaran firman, dan menantikan pemulihan yang Tuhan rancangkan.
Kaitkan dengan para tokoh tafsir tepercaya
Para penafsir publik domain lama menekankan bahwa pembebasan Allah mengajak umat untuk melihat masa depan dengan harapan, bukan putus asa. Kutipan singkat dari sumber-sumber berguna menunjukkan bagaimana gambaran laut disusun sebagai metafora keselamatan ilahi yang pasti. Catatan singkat: para komentator sepakat bahwa tindakan Tuhan dalam pembebasan adalah inti teologi kitab ini.
Rujukan silang singkat
Beberapa rujukan terkait: konsep pembebasan Allah dari perbudakan; panggilan untuk percaya ketika jalan terasa buntu; karya keselamatan yang menyiratkan pemulihan kemuliaan umat Allah.
Penutup dan rangkuman
Yesaya 51:10 menyampaikan pesan jelas: Allah yang berkuasa menggerakkan langkah-langkah pemeliharaan-Nya hingga umat-Nya menyeberang dengan aman. Gambar laut dan tepiannya meneguhkan bahwa tidak ada batas bagi kuasa Allah untuk membebaskan. Pelajaran inti: iman yang hidup menaruh harapan pada Allah yang telah dan akan membebaskan umat-Nya dengan jalan-Nya sendiri.
Refleksi singkat: Ketika kita merasa terombang-ambing, kita dapat mengingat bagaimana Tuhan pernah membuka jalan bagi umat-Nya dahulu, dan percaya bahwa jalan-Nya tetap ada untuk kita sekarang.