Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Yesaya 1 Yesaya 2 Yesaya 3 Yesaya 4 Yesaya 5 Yesaya 6 Yesaya 7 Yesaya 8 Yesaya 9 Yesaya 10 Yesaya 11 Yesaya 12 Yesaya 13 Yesaya 14 Yesaya 15 Yesaya 16 Yesaya 17 Yesaya 18 Yesaya 19 Yesaya 20 Yesaya 21 Yesaya 22 Yesaya 23 Yesaya 24 Yesaya 25 Yesaya 26 Yesaya 27 Yesaya 28 Yesaya 29 Yesaya 30 Yesaya 31 Yesaya 32 Yesaya 33 Yesaya 34 Yesaya 35 Yesaya 36 Yesaya 37 Yesaya 38 Yesaya 39 Yesaya 40 Yesaya 41 Yesaya 42 Yesaya 43 Yesaya 44 Yesaya 45 Yesaya 46 Yesaya 47 Yesaya 48 Yesaya 49 Yesaya 50 Yesaya 51 Yesaya 52 Yesaya 53 Yesaya 54 Yesaya 55 Yesaya 56 Yesaya 57 Yesaya 58 Yesaya 59 Yesaya 60 Yesaya 61 Yesaya 62 Yesaya 63 Yesaya 64 Yesaya 65 Yesaya 66



Makna Ayat
Pausan berkata bahwa Tuhan adalah yang memiliki kuasa mutlak atas ciptaan-Nya, termasuk laut dan ombaknya. Ayat ini menegaskan bahwa Allahlah yang dengan satu sabda membelahkan laut, menguasai badai, sehingga manusia tahu bahwa di balik kekuatan alam ada kendali-Nya yang mahakuasa. Bagi umat percaya, ini meneguhkan kehadiran-Nya sebagai Tuhan yang berkuasa menyelamatkan dan menegakkan rencana-Nya meskipun keadaan tampak tidak terkendali.
Latar Belakang Kontekstual
Yesaya menulis dalam konteks bangsa Israel yang menghadapi ancaman eksternal dan kekhawatiran batin akan masa depan mereka. Peringatan, penghiburan, dan janji pemulihan sering disampaikan melalui gambaran alam. Frasa "yang membelahkan laut" merujuk pada kisah-kisah Perjanjian Lama tentang badai dan terjadinya mukjizat dalam Laut Merah, menunjukkan bahwa Allah berkuasa atas kekuatan terbesar di alam semesta untuk melindungi umat pilihan-Nya.
Interpretasi Singkat
Ayat-ayat yang Berhubungan
Beberapa bagian yang sejalan memberikan gambaran serupa:
Hubungan tematik ini membantu pembaca melihat bahwa pembahasan tentang kuasa Allah atas laut merangkum tema keselamatan, perlindungan, dan otoritas Tuhan.
Tata Speaking: Inti Teologis
Ayat ini menegaskan dua pokok: kehadiran Tuhan dalam krisis dan pengakuan bahwa kuasa-Nya adalah dasar keselamatan. Dalam masa-masa yang gelap, mengingat bahwa Allah adalah “Tuhan serba sekalian alam” membantu umat tetap berharap pada rencana-Nya yang sempurna.
Praktik Ringkas
Respon praktis bagi pembaca: pergulatan hidup bisa dihadapi dengan keyakinan bahwa Allah berkuasa mengatur badai. Mintalah pertolongan-Nya, rileks dalam iman, dan biarkan Allah membuktikan pemeliharaan-Nya melalui situasi yang terlihat tidak terkendali.
Cuplikan Warisan Komentar Alkitab Terdahulu
Catatan pendek dari para komentator lama menekankan kedaulatan Allah atas alam semesta dan keselamatan bagi umat yang percaya. Sedikit kutipan yang relevan untuk nuansa interpretatif ada dalam catatan klasik, yang menekankan bahwa kuasa-Nya atas laut adalah simbol kendali-Nya atas sejarah dan krisis manusia. (Keterangan: Kutipan spesifik disarikan secara ringkas tanpa teks lengkap.)
Referensi Silang
Ringkasan Penutup
Yesaya 51:15 mengingatkan kita bahwa di balik gejolak laut dunia ini ada kendali Tuhan yang penuh kasih. Ketika kita merasa terseret badai situasi, kita diajak bersandar pada otoritas-Nya, berpegang pada janji pemulihan-Nya, dan hidup dalam iman bahwa Tuhanlah pembela dan penjaga umat-Nya.