Keluaran 14:21 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Hata, serta diunjuk Musa tangannya ke atas laut, maka diundurkan Tuhan air laut itu oleh angin timur yang keras, yang bertiup semalam-malaman itu, maka laut itupun kekeringanlah dan airnyapun terbelahlah.

Ayat sebelumnya
« Keluaran 14:20
Ayat berikutnya
Keluaran 14:22 »

Keluaran 14:21 Tafsiran ayat Alkitab

Keluaran 14:21 (IDN) — Laut Terbelah karena Kuasa Tuhan

Dalam konteks keluaran dari Mesir, ayat ini menceritakan mukjizat Tuhan ketika bangsa Israel tertekan di tepi Laut Teberu. Musa mengangkat tangannya ke atas laut, dan Tuhan menundukkan angin timur yang keras semalaman, sehingga air laut terbelah dan bangsa Israel bisa menyeberang dengan kaki yang kering. Peristiwa ini menegaskan pemeliharaan Allah bagi umat-Nya, sekaligus menunjukkan kekuasaan-Nya atas alam dan musuh mereka yang mengejar di belakang.

Ayat ini menyoroti intervensi ilahi yang nyata dalam sekejap waktu: ketaatan umat Allah (Musa) dipakai untuk menyatakan otoritas-Nya. Laut yang biasanya tak tersentuh menjadi jalan keselamatan bagi Israel, menunjukkan bahwa tidak ada rintangan yang terlalu besar bagi rencana Tuhan ketika umat-Nya berserah dan mengikuti pimpinan-Nya.

  • Tuhan memelihara umat-Nya dengan cara yang tidak tergantung pada kekuatan manusia, melainkan kuasa-Nya sendiri.
  • Respons Musa untuk menaikkan tangan melambangkan ketaatan bersama iman umat Israel pada pemeliharaan Allah.
  • Terbelahnya laut menjauhkan angkatan Mesir yang mengejar, menunjukkan bahwa Tuhan melawan pihak yang menindas umat-Nya.

Sejumlah pandangan klasik menekankan bahwa peristiwa ini bukan sekadar mukjizat teknis, melainkan penyataan keselamatan yang ditiupkan pada umat Tuhan. Matthew Henry menekankan bahwa kejadian ini menuntun umat kepada kepercayaan bahwa Allah bekerja secara progresif untuk menuntaskan rencana-Nya. Albert Barnes menegaskan bahwa tindakan angin timur melambangkan pengaruh ilahi yang mengubah keadaan menurut kehendak-Nya. Adam Clarke menambahkan bahwa kejadian laut terbelah juga menjadi simbol baptisan keselamatan bagi umat Allah yang berjalan lewat “jalan kering” menuju kemerdekaan. Catatan singkat dari teks-teks para komentator ini menegaskan unsur iman, pemuliaan Allah, dan keselamatan yang dinyatakan melalui tindakan-Nya yang ajaib.

“Tuhan menyertai umat-Nya dengan kuasa-Nya, meskipun jalan terasa gelap.” (parafrase dari nuansa komentar para paraoey tafsiran klasik)

- Keluaran 14:22: Umat Israel menyeberang melalui jalan yang kering di tengah-tengah laut.
- Ulangan 4:34: Allah melakukan pekerjaan-pekerjaan besar untuk menunjukkan kepada bangsa-bangsa kebesaran-Nya.
- Mazmur 77:19: Allah membawa umat-Nya melalui jalannya seperti melalui air yang kuat.

Penekanan pada rujukan silang menunjukkan bahwa mukjizat ini bukan kejadian tunggal, melainkan bagian dari narasi pembebasan Tuhan yang berulang dalam perjalanan bangsa Israel, memupuk iman dan pengakuan atas kemuliaan-Nya.

Rasanya kita juga melihat analogi: ketika kita menghadapi “laut yang membatasilah jalan kita”, ketaatan kepada pimpinan Tuhan dan pengandalan pada kuasa-Nya dapat menghadirkan jalan keluar yang tidak kita duga. Daerah yang tampak mustahil untuk dilewati bisa terbuka melalui iman yang hidup dan ketaatan kepada petunjuk ilahi, sambil tetap mengingat bahwa keselamatan adalah karya Tuhan semata.

Ayat ini menyatakan bahwa Tuhan, dalam kasih-Nya, membebaskan umat-Nya dari penjajah dengan kuasa-Nya yang dahsyat. Musa berperan sebagai alat ketaatan, dan air laut terbelah menjadi jalan keselamatan bagi bangsa Israel. Melalui peristiwa ini, umat dikenang untuk mempercayai perbuatan Allah yang memulihkan dan melindungi ketika mereka melangkah menurut pimpinan-Nya.

- Keluaran 15:12: Tuhan menegaskan pemisahan dan kemenangan-Nya; pengalaman melintasi laut berlanjut dalam nyanyian syukur.
- Mazmur 114:1-3: Gambaran keluar dari Mesir dan keruntuhan sungai serta bukit-bukit karena kehadiran Tuhan.
- Yohanes 14:6: Ketaatan melalui jalan kebenaran dan kehidupan yang diberikan oleh Allah sebagai jalan pembebasan bagi manusia.

Penjelasan ini merangkum bagaimana peristiwa Laut Teberu membentuk iman umat Israel dalam perjalanan mereka, serta menekankan bahwa mukjizat Allah adalah sarana penyelamatan yang memantapkan hubungan dengan-Nya.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

Keluaran 14:21 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yesaya 63:12 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Yesaya 63:12 (IDN) »
Yang sudah memimpin tangan kanan Musa dengan tangan kemuliaan-Nya, dan yang sudah membelahkan air di hadapan mereka itu, sehingga diadakan-Nya bagi diri-Nya suatu nama yang kekal.

Keluaran 15:8 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Keluaran 15:8 (IDN) »
Oleh nafas hidungmu bertimbun-timbunlah air itu, dan air pasang itupun berdirilah seperti segumpal batu adanya, dan segala ombak berbekulah di tengah-tengah laut.

Mazmur 66:6 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Mazmur 66:6 (IDN) »
Laut telah diubahkan-Nya menjadi kekeringan, maka dengan berjalan kaki mereka itu telah menyeberang sungai, maka pada masa itu kami bersukacita akan Dia.

IDN Pilih kitab dalam Alkitab