Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiHosea 2:21 Tafsiran ayat Alkitab
Hosea 2:21 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
(2-20) Maka akan jadi pada hari itu juga, demikianlah firman Tuhan, bahwa Aku akan mendengar, yaitu Aku mendengar akan langit dan langitpun mendengar akan bumi,
Hosea 2:21 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Hosea 2:21 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Zakharia 8:12 (IDN) »
Karena barang yang tertabur itu akan menjadi juga, dan pokok anggurpun akan memberi buahnya dan bumipun akan memberi hasilnya dan langitpun akan memberi air embunnya; dan Kukaruniakan kelak semuanya itu kepada orang yang lagi tinggal dari pada bangsa ini akan bahagiannya pusaka.

Yesaya 55:10 (IDN) »
Karena seperti hujan dan salju turun dari langit dan tiada kembali ke sana, melainkan didiriskannya bumi dan dijadikannya ia berhasil dan menumbuhkan pokok, dan ia memberi biji-bijian kepada orang penabur dan roti kepada orang yang makan;

Matius 6:33 (IDN) »
Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah serta kebenaran-Nya, maka sekaliannya itu juga akan ditambahkan kepadamu.
Makna Singkat Hosea 2:21 (IDN)
Ayat ini menyampaikan janji Allah bahwa pada hari tertentu Ia akan berkomunikasi kembali dengan umat-Nya secara aktif, seperti langit yang mendengar bumi dan bumi mendengar langit. Intinya, hubungan Allah dengan umat-Nya akan dipulihkan melalui respons ilahi yang konkret terhadap doa, permohatan, dan ibadah mereka.
Latar-Kontextual
Hosea menulis pada masa krisis spiritual Israel yang telah menyimpang dari Allah dan menempuh praktik berhala. Pembicaraan mengenai hari itu sebagai saat di mana Allah akan mendengar menghubungkan tema perjanjian, pertobatan, dan pemulihan. Pengulangan makna “pendengaran” menegaskan bahwa Allah aktif merespons ketika umat-Nya menaruh ketergantungan kepada-Nya dan berbalik dari penyembahan berhala.
Pemahaman Iblisologi dan Hubungan Tuhan-Umat
Frasa ini menekankan dua arah: langit mendengar bumi dan bumi mendengar langit, sebuah pola kebijaksanaan kitab suci yang menunjuk pada saling mendengar antara ciptaan dan Sang Pencipta. Dalam konteks Hosea, hal itu mengandung harapan bahwa Allah tidak memusuhi umatnya selamanya; bila umat kembali kepada-Nya, Ia akan merespons doa dan penitensi mereka dengan kemurahan dan pengampunan.
Pengamatan Penting
Referensi Berkaitan
• Yeremia 33:3 — Doa memanggil respons ilahi; Allah menjanjikan jawaban yang besar dan sulit dipahami. Secara prinsip, menunjukkan bahwa doa yang tulus memenangkan perhatian Allah.
• 1 Raja-raja 8:28-29 — Monumen doa Salomo menegaskan bahwa Allah mendengar doa pada tempat ibadah-Nya; hubungan umat dengan Allah bergantung pada penyembahan yang benar.
• Zakharia 8:16-19 — Janji bahwa Allah akan mengubah tanggapan pahit menjadi kebaikan bagi umat-Nya ketika mereka hidup dalam kebenaran dan damai satu sama lain.
Inti Teologis Ringkas
Allah yang setia tidak membiarkan umat-Nya terabaikan selamanya. Ketika mereka berbalik kepada Allah dengan hati yang sungguh-sungguh, Allah akan membalas dengan pemberian-Nya: pendengaran-Nya yang nyata terhadap doa-doa, pertobatan, dan penyembahan yang benar.
Praktik Singkat
Catatan Khotbah Singkat
Beberapa penafsir bersandar pada pola para pakar PB seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke yang menekankan bahwa pendengaran Tuhan adalah bagian dari pemulihan perjanjian. Mereka menekankan bahwa respons ilahi bukan sekadar tindakan langit terhadap doa, melainkan pemantapan komitmen Allah untuk membarui umat-Nya ketika mereka bertobat. Peringatan miring tetap ada: tanpa pertobatan nyata, pengharapan dapat runtuh.
Inti Penutup
Petikan ini menguatkan tema hubungan Allah dengan umat-Nya: pendengaran Tuhan terhadap doa umat berarti adanya peluang pemulihan, selama umat tetap bertobat dan kembali kepada Allah dengan hati yang rendah hati.