Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiHosea 2:19 Tafsiran ayat Alkitab
Hosea 2:19 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
(2-18) Pada masa itu Aku akan bertunangan dengan dikau pada selama-lamanya, bahkan, Aku bertunangan dengan dikau dengan kebenaran dan dengan hukum dan dengan kemurahan dan dengan beberapa rahmat.
Hosea 2:19 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Hosea 2:19 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Korintus 11:2 (IDN) »
Karena aku cemburu kepada kamu dengan suatu cemburuan ilahi, sebab sudah aku tunangkan kamu dengan seorang laki-laki, hendak menghadapkan kamu seperti seorang perawan yang suci kepada Kristus.

Wahyu 21:2 (IDN) »
Maka aku tampak negeri yang kudus. Yeruzalem baharu, turun dari surga daripada Allah, lengkap seperti seorang pengantin perempuan terhias bagi suaminya.

Yesaya 54:14 (IDN) »
Maka oleh kebenaran juga engkau akan ditetapkan, dan engkau akan jauh dari pada aniaya, karena tiada engkau akan takut, dan engkau akan jauh dari pada kegentaran, karena tiada ia itu akan menghampiri engkau.
Pemahaman Tekstual Hosea 2:19 (IDN)
Makna inti ayat ini adalah pengakuan Allah atas Israel sebagai umatNya yang dipersatukan kembali melalui perjanjian kekal—bukan sekadar hubungan silih suka cita sesaat, melainkan ikatan yang dibangun atas kebenaran, hukum, kemurahan, dan rahmat-Nya.
Latar Kontekstual singkat
Buku Hosea berpusat pada tema pemulihan sebuah bangsa yang hampir kehilangan jalan. Nabi Hosea menyinggung hubungan antara Tuhan dan umat Israel yang berbelit-belit, menampilkan janji pendamaian di mana Allah sendiri bertindak sebagai Suami yang setia meski Israel sering tidak setia. Dalam konteks pasal 2, Tuhan menggambarkan pemutusan kesulitan karena umat-Nya menoleh pada ilah-ilah palsu; tetapi di bagian terakhir pasal ini, Ia menegaskan pemulihan melalui sebuah tunangan kekal yang berakar pada kebenaran, hukum, kemurahan, dan rahmat.
Observasi interpretatif
Gagasan tematik utama
Rujukan silang yang relevan
Beberapa bagian Alkitab memantulkan tema serupa tentang pemulihan perjanjian melalui kasih karunia sambil menegakkan keadilan:
Aplikasi praktis singkat
Orang percaya dipanggil menerima pemulihan yang Allah tawarkan dengan memahami bahwa kehidupan iman tidak hanya mengucap kasih, tetapi juga mengikuti arah kebenaran dan hukum-Nya. Pembaruan batin yang lahir dari kasih karunia mempengaruhi cara kita hidup, berelasi, dan membuat keputusan sehari-hari.
Catatan tentang kutipan langsung dari penafsir publik domain: Tidak ada kutipan panjang penuh yang disediakan di bagian ini; namun pemikiran dari penafsir klasik seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke memberi pijakan pada gambaran pemulihan perjanjian melalui kombinasi hukum, kasih, dan rahmat. Secara ringkas, penekanan pada keseimbangan antara keadilan dan kasih sering muncul dalam interpretasi mereka tentang Hosea 2 dan tema pemulihan perjanjian.