Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Ibrani 10:1 Ibrani 10:2 Ibrani 10:3 Ibrani 10:4 Ibrani 10:5 Ibrani 10:6 Ibrani 10:7 Ibrani 10:8 Ibrani 10:9 Ibrani 10:10 Ibrani 10:11 Ibrani 10:12 Ibrani 10:13 Ibrani 10:14 Ibrani 10:15 Ibrani 10:16 Ibrani 10:17 Ibrani 10:18 Ibrani 10:19 Ibrani 10:20 Ibrani 10:21 Ibrani 10:22 Ibrani 10:23 Ibrani 10:24 Ibrani 10:25 Ibrani 10:26 Ibrani 10:27 Ibrani 10:28 Ibrani 10:29 Ibrani 10:30 Ibrani 10:31 Ibrani 10:32 Ibrani 10:33 Ibrani 10:34 Ibrani 10:35 Ibrani 10:36 Ibrani 10:37 Ibrani 10:38 Ibrani 10:39



Ibrani 10:35 (IDN): Semauak Janganlah kamu menghilangkan harap percayamu yang mendatangkan pahala yang besar
Setting segera: Pasal 10 dalam Ibrani menempatkan umat percaya pada panggilan untuk hidup dengan iman yang teguh, meski mengalami tekanan dan penganiayaan. Ayat 35-39 berfungsi sebagai dorongan praktis: tekad iman tidak boleh goyah karena pahala Allah menjanjikan upah bagi mereka yang tetap setia. Ayat 35 menekankan agar kita tidak kehilangan harap, karena harap itu adalah jembatan antara iman dan realisasi janji Tuhan.
Makna utama tentang Allah dan iman
Ayat ini menegaskan bahwa Allah adalah pemberi upah bagi orang yang hidup dalam iman. Iman sejati tidak semata-mata perasaan, melainkan ketekunan yang menuntun pada penghayatan janji-Nya. Ketika kita menaruh harap pada Allah, kita tidak mengarahkan diri pada kenyataan sementara, melainkan pada kenyataan kekal yang diberikan melalui iman kepada Kristus. Dalam konteks kitab Ibrani, pahala ini terkait dengan keselamatan, pemuatan karya-Nya di atas salib, dan kemuliaan yang menanti bagi orang percaya.
Penjelasan kata dan gambaran kunci
Rangka ayat-ayat terkait
Beberapa ayat cross-reference membantu memperkaya pemahaman:
Penjelasan singkat: Ayat-ayat ini meneguhkan arah yang sama: iman yang bertahan menghasilkan pandangan kekal, sehingga pengharapan tidak tergoyahkan meski kenyataan di sekitar sering berubah.
Penafsiran oleh para komentator era lama (inti yang diambil secara singkat)
Para komentator gereja seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa kekuatan iman diuji lewat tekanan. Mereka menahan bahwa harapan yang teguh membawa kepastian pahala ilahi dan memelihara umat percaya dari keputusasaan.
Quotations (hasil kutipan pendek yang relevan):
Aplikasi praktis untuk zaman sekarang
Inti pengajaran: percayalah bahwa Allah setia menepati janji-Nya. Ketekunan iman menghasilkan pahala besar yang berakar pada kasih-Nya dan karya Kristus di dalam kita.