Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Ibrani 10:1 Ibrani 10:2 Ibrani 10:3 Ibrani 10:4 Ibrani 10:5 Ibrani 10:6 Ibrani 10:7 Ibrani 10:8 Ibrani 10:9 Ibrani 10:10 Ibrani 10:11 Ibrani 10:12 Ibrani 10:13 Ibrani 10:14 Ibrani 10:15 Ibrani 10:16 Ibrani 10:17 Ibrani 10:18 Ibrani 10:19 Ibrani 10:20 Ibrani 10:21 Ibrani 10:22 Ibrani 10:23 Ibrani 10:24 Ibrani 10:25 Ibrani 10:26 Ibrani 10:27 Ibrani 10:28 Ibrani 10:29 Ibrani 10:30 Ibrani 10:31 Ibrani 10:32 Ibrani 10:33 Ibrani 10:34 Ibrani 10:35 Ibrani 10:36 Ibrani 10:37 Ibrani 10:38 Ibrani 10:39



Ibrani 10:12 - Setting dan Makna Dasar
Ayat ini muncul dalam bagian penjelesasan bahwa persembahan-persembahan lama adalah bayangan dari satu korban sempurna yang telah dilakukan oleh Kristus. Setelah mempersembahkan satu korban karena segala dosa, Ia lalu duduk di sebelah kanan Allah selama-lamanya. Kalimat ini menegaskan penyelesaian karya penebusan melalui satu kurban yang abadi dan posisi mulia Kristus di hadapan Bapa.
Pengungkapan tentang Allah dan iman
Ayat ini menegaskan bahwa Allah telah menerima satu korban yang cukup untuk semua dosa manusia. Kristus tidak lagi memerlukan korban berulang; karya-Nya sempurna dan diterima sepenuhnya. Kedudukan-Nya di sebelah kanan Allah menunjukkan kemenangan, otoritas, dan kehormatan-Nya. Bagi iman, ini mengajak percaya kepada Kristus sebagai satu-satunya jalan pendamaian, bukan melalui upacara berulang.
Kata kunci dan gambaran penting
Rujukan terkait
Penjelasan singkat dari para komentator tepercaya
Para penafsir seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menyoroti bahwa ayat ini menegaskan kelengkapan dan kekekalan karya Kristus. Henry menekankan bahwa satu korban yang sempurna meniadakan kebutuhan korban berulang bagi umat percaya. Barnes menonjolkan gambaran kedudukan Kristus di pihak Allah sebagai simbol aktus keselamatan yang sempurna dan kekal. Clarke menekankan pergeseran acara dalam sejarah penyelamatan: dari sistem Imamat yang sibuk dengan pengorbanan berulang menuju kerajaan kekal di mana Kristus memegang jabatan yang tidak tergoyahkan.
Quotations (singkat) yang relevan jika disita dari sumber public-domain:
“Dengan satu korban-Nya, Ia telah bereskan segala dosa” (parafrase dari wacana Henry/Barnes/Clarke tentang makna satu korban). Catatan ini mengingatkan bahwa karya keselamatan Kristus berdiri di atas pengorbanan berulang pada masa lalu.
Pemahaman tegas tentang iman di masa kini
Akan relevan bagi orang percaya bahwa Kristus telah menyelesaikan pekerjaan-Nya; iman bukan lagi bergantung pada upacara berulang, melainkan pada penerimaan anugerah melalui Kristus. Kedudukan-Nya di sebelah kanan Allah memberi jaminan bahwa doa-doa dan penggenapan janji-janji Allah berada di tangan-Nya yang berkuasa.
Aplikasi praktis