Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiIbrani 1:5 Tafsiran ayat Alkitab
Ibrani 1:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Karena malaekat manakah dari antara segala malaekat itu yang pernah difirmankan-Nya: Engkaulah Anak-Ku, hari inilah Aku memperanakkan Dikau? dan lagi: Aku ini akan menjadi Bapa kepada-Nya, dan Ia pun menjadi Anak kepada-Ku?
Ibrani 1:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ibrani 1:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 2:7 (IDN) »
Bahwa aku hendak menyatakan takdir: Tuhan telah berfirman kepadaku demikian: Engkaulah anak-Ku, pada hari ini juga Aku memperanakkan dikau!

Ibrani 5:5 (IDN) »
Demikian juga Kristus tiada menuntut hak kemuliaan Imam Besar, melainkan Ia yang telah berfirman kepada-Nya:

Kisah Para Rasul 13:33 (IDN) »
seperti yang disempurnakan Allah kepada anak cucu kita di dalam hal Ia membangkitkan Yesus, seperti itulah juga yang tersurat di dalam Mazmur yang kedua: Engkaulah Anak-Ku, pada hari inilah Aku telah memperanakkan Engkau.
Ibrani 1:5 (IDN) — Pengakuan Anak dan Otoritas Bapa
Rahasia kedalaman hubungan Bapa-Anak di antara malaikat ditekankan pada bagian awal surat Ibrani. Penulis menempatkan ayat ini sebagai bagian dari pembuktian bahwa Kristus lebih unggul dari semua malaikat. Ayat ini menanyakan secara retoris malaikat mana yang pernah difirmankan Tuhan bahwa “Engkaulah Anak-Ku, hari ini Aku memperanakkan Engkau” dan “Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan ia akan menjadi Anak-Ku.”
Apa yang dinyatakan teks mengenai Allah dan iman
Ayat ini menegaskan identitas unik Anak Allah yang lahir dari relasi kekal antara Bapa dan Anak. Kristus tidak sekadar figur makhluk ciptaan; Ia adalah Anak dalam arti hubungan pribadi dengan Bapa. Ungkapan “hari ini Aku memperanakkan Dikau” menyingkap kedudukan ilahi-Nya sebagai pewaris otoritas, serta kehadiran Kristus sejak dahulu kala dalam perjanjian-Nya dengan Bapa. Ini menyiapkan pembaca untuk melihat Kristus sebagai Utusan yang berkuasa dan pengantara yang berbeda dari makhluk-makhluk lain, termasuk para malaikat.
Istilah dan gambaran kunci
Rujukan silang yang relevan
Beberapa bagian lain dalam Alkitab memberi nuansa yang sejalan dengan tema ini:
Pemahaman historis teologis singkat
Para penafsir gereja kuno menekankan bahwa ayat ini menandai pergeseran perhatian dari makhluk mulia (malaikat) kepada Sang Mesias yang memiliki otoritas pembebasan dan penyelamatan. Ibrani memakai bahasa Yahudi kabbalistik tentang “salah satu makhluk” sebagai pembanding untuk menunjukkan keunikan Kristus. Ini tidak menolak kebesaran malaikat, tetapi menempatkan Kristus sebagai pusat hubungan Allah dengan umat manusia.
Aplikasi praktis bagi orang percaya saat ini
Ketika iman kita menghadapi banyak penggoncangan, ayat ini mengundang kita menaruh kepercayaan pada Kristus yang memiliki kedudukan Anak dalam hubungan dengan Bapa. Kita dipanggil untuk hidup dalam pengakuan akan otoritas-Nya yang unggul, dan meneguhkan Allah sebagai Bapa yang bertindak melalui-Nya. Dalam doa dan ibadah, kita mengingat bahwa kasih dan ikatan kita kepada Allah berakar pada hubungan Anak dan Bapa yang kekal.
Nota kutipan (pada bagian yang relevan)
Beberapa pandangan bersejarah memberikan rangkuman yang membantu memahami tonasi ayat ini, misalnya Alexander (Adam Clarke) dan Matthew Henry menekankan kemuliaan Kristus sebagai Anak Allah dan keunikan-Nya sebagai pewaris dalam rencana keselamatan. Jika ada kutipan singkat dari tokoh-tokoh publik domain yang relevan, akan dicantumkan sesuai kebutuhan.