Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiIbrani 1:13 Tafsiran ayat Alkitab
Ibrani 1:13 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Kepada malaekat manakah ada pernah Ia berfirman: Duduklah Engkau di sebelah kanan-Ku, sehingga Aku menaklukkan segala musuh-Mu menjadi alas kaki-Mu?
Ibrani 1:13 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ibrani 1:13 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 110:1 (IDN) »
Mazmur Daud. -- Bahwa Tuhan telah berfirman kepada Tuhanku: Duduklah Engkau pada kanan-Ku, sampai sudah kutaruh segala seteru-Mu akan alas kaki-Mu.

Matius 22:44 (IDN) »
Bahwa Tuhan telah berfirman kepada Tuhanku: Duduklah Engkau di sebelah kanan-Ku, sehingga Aku menaklukkan segala musuh-Mu di bawah kaki-Mu?

Markus 12:36 (IDN) »
Karena Daud itu sendiri sudah berkata dengan jalan Rohulkudus: Tuhan telah berfirman kepada Tuhanku: Duduklah Engkau di sebelah kanan-Ku sehingga Aku menaklukkan segala musuh-Mu di bawah kaki-Mu.
Ibrani 1:13 (IDN) — Duduk di sebelah kanan Allah
Pada bagian awal kitab Ibrani pasal 1, penulis menggambarkan keagungan Kristus sebagai pewaris alam semesta dan perwujudan sempurna dari hikmat Allah. Ayat ini menampilkan sebuah pertanyaan retoris: kepada malaikat manakah pernah Allah berfirman untuk duduk di sebelah kanan-Nya? Jawabannya tidak ada. Perkataan ini menegaskan posisi istimewa dan kekuasaan mutlak Bapa yang telah memberikan kepada Anak-Nya kedudukan yang rendah hati namun berkuasa: tempat di kanan tangan kanan-Nya.
Makna utama ayat
Kedudukan "kanan-Ku" melambangkan otoritas, penyelesaian tugas, dan kemenangan. Dengan menempatkan Kristus di sebelah kanan-Nya, Allah menyatakan bahwa semua musuh—termasuk kuasa gelap dan penerobosan kefanaan—telah diserahkan untuk ditundukkan-Nya melalui karya-Nya. Ayat ini menegaskan Kristus sebagai Raja dan Imam yang memerintah dengan kuasa ilahi, yang menaklukkan segala musuh-Nya sehingga menjadi alas kaki-Nya.
Istilah penting dan gambaran gambar
Rujukan pelengkap dari penafsir publik domain
Para penafsir klasik sering menyoroti bahwa penempatan Kristus di sisi kanan Bapa bukan sekadar kedudukan simbolik, melainkan validasi ketaatan-Nya hingga sengsara, kebangkitan, dan kenaikan-Nya. Dalam pandangan Adam Clarke dan Albert Barnes, ayat ini menegaskan keilahian Kristus yang berkuasa menundukkan semua lawan melalui misi-Nya. Catatan singkat Henry menekankan kemuliaan dan kasih Allah yang mempercayakan pekerjaan penyelamatan kepada AnakNya.
Cross-references singkat
Kaitan dengan bagian lain menyoroti tema kedudukan Kristus:
Penjelasan singkat: Referensi-pararel membantu memahami bahwa kedudukan-Nya di kanan Bapa adalah bagian dari rencana keselamatan yang menundukkan semua kekuatan jahat dan memperlihatkan gembira pengampunan melalui karya-Nya.
Aplikasi saat ini
Dalam kehidupan iman, ayat ini mengundang kita untuk menaruh kepercayaan pada Kristus yang telah diberi kedudukan tertinggi. Meskipun kita menghadapi berbagai “musuh” seperti pencobaan, ketakutan, atau kebingungan, kita diingatkan bahwa Kristus memegang otoritas penuh untuk menolong, membimbing, dan menyelamatkan. Hal ini menguatkan doa dan ketekunan: menyerahkan segala kekhawatiran kepada-Nya, karena Ia teruji sebagai yang berkuasa menaklukkan semua lawan bagi kemuliaan Allah.
Cuplikan kutipan singkat dari editor klasik (jika ada): "Duduklah Engkau di sebelah kanan-Ku" menegaskan kedudukan-Nya yang tidak tergoyahkan sebagai Penguasa yang telah menaklukkan semua musuh-Nya.