Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiIbrani 1:10 Tafsiran ayat Alkitab
Ibrani 1:10 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Dan lagi: Engkaulah, ya Tuhan, yang pada mulanya membubuh alas bumi ini, dan langit itu pun perbuatan tangan-Mu;
Ibrani 1:10 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ibrani 1:10 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 102:25 (IDN) »
(102-26) Maka pada purbakala Engkau telah mengalaskan bumi ini dan segala langitpun perbuatan tangan-Mu adanya;

Yohanes 1:1 (IDN) »
Maka pada awal pertama adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itulah juga Allah.

Ibrani 1:10 (IDN) — Ayat dan Makna Latar
Ayat ini adalah bagian dari pengakuan penulis Ibrani tentang keunggulan Kristus yang lebih agung dari para nabi dan malaikat. Di bagian awal pasal 1, penulis membuktikan bahwa Kristus adalah pewaris segala sesuatu dan telah menjadi penyataan ilahi yang penuh kemuliaan. Dalam konteks ini, kutipan yang menyebut langit dan bumi sebagai pekerjaan tangan Tuhan menegaskan keabadian, kekekalan, serta keberlanjutan ciptaan yang menjadi bagian dari otoritas Ilahi yang dinyatakan melalui Anak.
Bagian ini menegaskan bahwa Allah adalah Pencipta yang memulai segala sesuatu dan menegakkan alam semesta. “Engkaulah, ya Tuhan, yang pada mulanya membubuh alas bumi ini” menyiratkan bahwa bumi diciptakan sejak permulaan waktu oleh Tuhan, bukan semata hasil proses tidak sengaja. “langit itu pun perbuatan tangan-Mu” menegaskan bahwa langit-langkah langit juga adalah ciptaan yang di bawah kuasa ilahi. Dalam konteks Kristologi, ayat ini menunjuk pada otoritas Kristus yang berperan sebagai pewujudannya dalam kehadiran ilahi yang kekal.
Para penafsir publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa ayat ini menegaskan keilahian dan keabadian Kristus melalui hubungan-Nya dengan ciptaan. Mereka melihat pernyataan ciptaan sebagai argumen pendukung bahwa Anak memiliki kedudukan yang terhormat di atas para malaikat dan ciptaan lainnya. Dalam karya mereka, ada penekanan bahwa Kristus mengejawantahkan hikmat, pemeliharaan, dan otoritas Allah yang tidak terbatas.
Beberapa kutipan ringkas dari sumber-sumber tersebut (jangan melebihi kutipan penuh) dapat ditemui dalam edisi klasik mereka ketika membahas ayat serupa tentang ciptaan dan keilahian Kristus.
1) Kolose 1:16–17 — Kristus sebagai yang mencipta dan sostis yang menopang segala sesuatu. Penafsiran: hubungan antara penciptaan dan pemeliharaan oleh Kristus sesuai dengan tema Ibrani 1.
2) Yohanes 1:3 — “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia” menegaskan peran Firman dalam penciptaan. Penafsiran: memperkuat klaim keilahian Firman sebelum waktu.
3) Mazmur 102:25–27 — ciptaan Tuhan sebagai kekal, memberi kontras dengan kefanaan manusia. Penafsiran: menunjukkan ketahanan ciptaan di bawah rencana ilahi.
Ketika kita melihat langit dan bumi di sekitar kita, kita diingatkan bahwa segala sesuatu ada dalam kendali Tuhan. Hal ini menumbuhkan iman pada rencana-Nya yang lebih besar, terutama dalam masa-masa ketidakpastian. Kedaulatan-Nya memanggil kita untuk menaruh kepercayaan pada Kristus yang memegang masa depan alam semesta, bukan hanya sejarah kita.
Ibrani 1:10 menegaskan identitas Kristus sebagai pewaris dan perwujudan keilahian Allah dalam ciptaan. Dengan menyebut bumi sebagai alas yang dibubuh dan langit sebagai pekerjaan tangan-Nya, penulis menekankan mulianya awal semua things dan kebesaran rencana Allah yang terwujud dalam keberadaan dan pemeliharaan ciptaan melalui Firman-Nya yang hidup.