Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEster 7:2 Tafsiran ayat Alkitab
Ester 7:2 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
maka titah baginda kepada Ester, pada hari yang keduapun, sementara baginda santap air anggur: Apa gerangan permintaan adinda, hai permaisuri Ester! niscaya ia itu akan diberikan kelak; dan apa gerangan kehendak adinda? jikalau separuh kerajaan sekalipun, niscaya ia itu akan dikaruniakan juga.
Ester 7:2 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ester 7:2 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ester 5:3 (IDN) »
Maka titah baginda kepadanya: Apa kurang, hai permaisuri Ester, dan apa gerangan pinta adinda? Jikalau separuh kerajaan kakanda ini sekalipun, niscaya kakanda berikan adinda.

Ester 5:6 (IDN) »
maka ujar baginda kepada Ester sementara baginda santap air anggur: Apa gerangan pinta adinda, maka jikalau separuh kerajaan sekalipun, niscaya kakanda berikan juga.

Yohanes 16:24 (IDN) »
Sampai sekarang ini belum pernah kamu meminta barang apa pun dengan nama-Ku. Pintalah, maka kamu akan mendapat supaya kesukaanmu sempurna adanya.
Penjelasan Ayat Ester 7:2 (IDN)
Pada ayat ini raja Ahasyweros mengulangi tawarannya yang besar kepada Ester: apa pun permintaan adinda, bahkan separuh kerajaan pun akan diberikan. Makna mendasar adalah pengakuan kekuasaan raja dan kesiapan untuk memenuhi permintaan Ester sebagai bagian dari pertemuan keramat antara raja dan ratu istana pada saat pesta anggur kedua.
Latar konteks singkat
Dalam kitab Ester, tokoh Ester berada di hadapan raja untuk membangun peluang penyelamatan bangsanya. Setelah Ester menandaskan bahwa ia menyelidiki rencana orang Haman, sang raja mengundangnya untuk berbicara secara langsung. Ayat ini muncul dalam suasana pesta raja yang menegaskan kewenangan sang raja dan kemurahan hatinya terhadap permintaan besar. Panjang lebar konteks menekankan bahwa Ester berada dalam posisi berani di hadapan raja, sambil tetap menghormati tata krama kerajaan.
Observasi tafsir utama
Catatan singkat tentang arti teologis
Ayat ini menekankan kepercayaan pada penyelenggaraan raja atas takdir bangsanya. Ketika Ester berada di hadapan raja, ia tidak hanya berhadapan dengan kekuasaan manusia, tetapi juga dengan kehendak Allah yang menyiapkan jalan bagi pembebasan umat-Nya. Peristiwa ini memperlihatkan bagaimana kepatuhan Ester dan kebijaksanaan raja bekerja sama dalam rencana pelestarian bangsa Israel.
2-3 referensi silang yang relevan
Rangkuman praktis yang singkat
Keberanian Ester di hadapan raja mengilhami kita untuk mengejar keadilan dengan hikmat dan doa. Allah bekerja melalui kesempatan manusia, dan kepatuhan pada kehendak-Nya bisa membuka pintu penyelamatan bagi orang-orang di sekitar kita. Saat kita menghadapi situasi sulit, integritas, kebijaksanaan, dan iman kepada Allah menjadi dasar tindakan kita.
Cuplikan pandangan beberapa komentator (ringkas)
Beberapa penafsir perorangan menekankan bahwa janji raja di sini menekankan kekuasaan absolut sang penguasa, namun tetap diikat oleh tata krama istana. Seorang komentator berbahasa Inggris menilai ini sebagai gambaran kemudahan bagi Ester untuk memperoleh apa yang diperlukan karena posisi istana yang mewah dan perlindungan raja. Catatan ini tidak mengutip kata-kata khusus dari mereka secara panjang, tetapi mencerminkan pola yang sering ditemukan dalam karya-karya seperti Matthew Henry dan Albert Barnes tentang kekuasaan raja dan perlindungan ilahi melalui tindakan manusia.
Catatan sumber: tidak ada kutipan langsung teks panjang dari Henry, Barnes, atau Clarke yang disalin secara lengkap dalam bagian ini.