Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEster 7:6 Tafsiran ayat Alkitab
Ester 7:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka sembah Ester: Adapun orang itu dan si penganiaya itu, ia itu Haman yang jahat ini! Maka hilanglah semangat Haman dari pada terkejut di hadapan baginda dan di hadapan permaisuri.
Ester 7:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ester 7:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Tesalonika 2:8 (IDN) »
Barulah si Durhaka itu akan dinyatakan kelak, yang akan dijahanamkan oleh Tuhan Yesus dengan nafas mulut-Nya, dan dilenyapkannya dengan cahaya kedatangan-Nya.

Mazmur 139:19 (IDN) »
Ya Allah! hendaklah kiranya Engkau membinasakan segala orang fasik. Hai segala kamu penumpah darah, undurlah dari padaku!

Ayub 18:5 (IDN) »
Bahwa sesungguhnya pelita orang fasik itu akan dipadamkan dan api dapurnyapun tiada akan bernyala-nyala lagi.
Makna Langsung Ester 7:6 (IDN)
Kutipan ini menegaskan bahwa Ester secara tegas mengungkap identitas musuhnya: Haman telah aniaya orang-orang Yahudi, dan ia adalah orang jahat yang telah menimbulkan ancaman bagi raja dan permaisuri. Pada saat itu, pengungkapan itu membalikkan keadaan: Haman sendiri yang bersalah terpapar, dan semangatnya hilang karena terkejut di hadapan raja dan permaisuri.
Latar belakang konteks
Sebelumnya, Haman bernafsu membinasakan semua orang Yahudi di Persia. Ester, raja, dan Hadassah (nama asli Ester) menghadapi momen krusial ketika ia mengungkapkan identitas penganiaya itu. Interaksi ini menegaskan kontradiksi antara tipu daya Haman dan kebenaran rencana Allah yang melindungi umat-Nya melalui keberanian Ester.
Pengamatan interpretatif
Gagasan tema utama
Referensi silang dan penjelasan singkat
Esther 7:3–5 – Esther menyingkap ancaman Haman di hadapan raja; konteksnya menggambarkan keberanian Esther untuk menyatakan identitas dan motif jahat musuh. Hubungan tematik: penyingkapan kejahatan mengarah pada intervensi raja dan perlindungan umat-Nya.
Esther 3:6 – Pengungkapan rencana Haman dibandingkan dengan tindakan yang memicu pembalikan nasib bagi umat Yahudi. Hubungan tematik: rencana jahat diizinkan Allah untuk akhirnya dipatahkan melalui ketaatan manusia.
Amsal 28:5 – Orang benar memahami bahwa keadilan Allah sering terlihat melalui penghakiman terhadap kejahatan. Hubungan tematik: keadilan Allah bekerja lewat pengungkapan dan respons manusia.
Kaitannya dengan kehidupan orang percaya
Bagian ini mengingatkan kita bahwa kebenaran memiliki kekuatan untuk mengubah situasi, dan keberanian mengikuti panggilan Allah dapat membebaskan orang-orang dari ancaman kejahatan. Ketika kebenaran menyinari kejahatan, kita melihat bahwa Allah bekerja melalui tindakan umat-Nya yang setia.
Takeaway praktis
Catatan kutipan dari komentator publik domain (jika relevan)
Catatan umum dari tradisi komentaris umum: karya seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa penyingkapan kejahatan di hadapan penguasa adalah bagian dari rencana Allah untuk melindungi umat-Nya melalui keberanian individu yang taat. Mereka sering menyoroti bahwa kejutan Haman adalah akibat dari keadilan yang akhirnya ditegakkan, meskipun melalui peristiwa dramatis dan pembalikan nasib yang menegaskan keutuhan rencana ilahi.