Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEster 7:8 Tafsiran ayat Alkitab
Ester 7:8 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Setelah sudah baginda kembali dari pada taman maligai ke dalam bilik persantapan air anggur itu, tiba-tiba terlihatlah baginda akan Haman tersungkur pada gerai tempat duduk Ester. Maka titah baginda: Adakah kehendaknya menggagahi permaisuri di dalam istanaku juga? Serta titah ini keluar dari pada mulut baginda, maka ditudung oranglah akan muka Haman.
Ester 7:8 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ester 7:8 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ester 1:6 (IDN) »
Maka tirai kelambu putih, hijau dan biru laut tersingkat dengan tali kapas yang ungu warnanya dalam halkat perak pada tiang-tiang batu marmar, maka beberapa geta dari pada emas dan perakpun terhantar di atas dasar pualam dan batu marmar dan hablur dan lazurdi.

Ester 6:12 (IDN) »
Setelah itu maka kembalilah Mordekhai kepada pintu istana baginda, tetapi Haman lalu langsung ke rumahnya dengan dukacita hatinya dan dengan bertudung kepalanya.

Ayub 9:24 (IDN) »
Bahwa bumi sudah diserahkan kepada tangan orang fasik; Ia menudungi muka segala hakim; jikalau tiada Ia, siapa gerangan lagi?
Ester 7:8 (IDN) — Setting dan Makna Iman dalam Momen Penghakiman
Setting segera: Setelah raja selesai mengatur jamuan dan kembali dari taman istana ke ruang persantapan air anggur, dia melihat Haman terguling di gerai tempat duduk Ester. Raut wajahnya berubah dari kemarahan menjadi penilaian mendalam: apakah kehendaknya melibatkan permaisuri di dalam istanaku juga? Perkataan ini menandai perubahan dramatis dalam nasib Haman dan membuktikan bahwa Tuhanlah yang membentuk jalannya keadilan, meski manusia tidak menyadarinya pada mulanya.
Tema utama tentang Allah dan iman
Ayat ini menonjolkan campur-tangan ilahi melalui providensi yang tampak di balik tindakan manusia. Raja tidak secara eksplisit menyebut Tuhan, tetapi peristiwa menunjukkan bahwa Allah yang berdaulat mempersiapkan momen evaluasi dan pembalasan atas kejahatan Haman. Iman diungkap lewat keyakinan Ester dan pengamatannya bahwa ada dari Tuhan yang mengundang penghakiman atas rencana jahat.
Kata kunci dan gambaran penting
Penjelasan singkat tentang istilah dan gambar
Istana dikelilingi oleh suasana ritual makan minum yang memperlihatkan kemegahan raja; tetapi di baliknya, takhta Allah tetap berfungsi melalui kejadian harian. Teks menunjukkan bahwa keadilan tidak selalu jelas di awal, namun Tuhan menegakkan kebenaran melalui kehadiran raja yang tersentak dan tindakan Esther yang setia.
Cross-references yang relevan
Penjelasan singkat: Ayat ini memberi pandangan bahwa pengutusan keadilan Allah beroperasi melalui rangkaian peristiwa hidup manusia, dan iman Ester berperan sebagai teladan kepercayaan dalam tata usaha Tuhan.
Aplikasi masa kini
Bagian ini mengajak pembaca untuk menilai bagaimana God bekerja melalui jalannya sendiri—sering tidak terlihat jelas pada mulanya. Ketika keadilan terasa terlambat, tetap setia pada kebenaran dan tindakan berintegritas, seperti Ester dan raja yang pada akhirnya menegakkan keadilan. Doa, kebijaksanaan, dan tindakan berani dapat menjadi alat Allah untuk membalikkan situasi sulit menjadi kemenangan bagi yang lemah.
Rangkuman singkat
Ayat ini menegaskan bahwa Allah yang berdaulat memanifestasikan keadilan melalui kejadian di istana. Pengungkapan kehinaan Haman terjadi di saat yang tepat, menegaskan bahwa rencana jahat tidak akan lolos dari pengawasan Allah. Ketekunan Ester, diimbangi oleh bijaksana raja, membawa pada pembalikan keadaan yang meneguhkan iman umat percaya bahwa Allah tetap memimpin sejarah umat-Nya.
Catatan kajian historis dan lazim: Beberapa komentator publik domain menyoroti bagaimana narasi ini mengilustrasikan transisi kekuasaan dan penyelesaian konflik melalui kehormatan, kebijaksanaan, serta kedaulatan Allah yang menyiratkan keselamatan bagi umat-Nya.