Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEster 5:3 Tafsiran ayat Alkitab
Ester 5:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka titah baginda kepadanya: Apa kurang, hai permaisuri Ester, dan apa gerangan pinta adinda? Jikalau separuh kerajaan kakanda ini sekalipun, niscaya kakanda berikan adinda.
Ester 5:3 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ester 5:3 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Markus 6:23 (IDN) »
Lalu bersumpah-janjilah Herodes kepadanya, sabdanya, "Barang apa pun yang engkau pinta kepadaku, aku beri kepadamu, walau setengah kerajaanku ini sekalipun."

Ester 7:2 (IDN) »
maka titah baginda kepada Ester, pada hari yang keduapun, sementara baginda santap air anggur: Apa gerangan permintaan adinda, hai permaisuri Ester! niscaya ia itu akan diberikan kelak; dan apa gerangan kehendak adinda? jikalau separuh kerajaan sekalipun, niscaya ia itu akan dikaruniakan juga.

Ester 5:6 (IDN) »
maka ujar baginda kepada Ester sementara baginda santap air anggur: Apa gerangan pinta adinda, maka jikalau separuh kerajaan sekalipun, niscaya kakanda berikan juga.
Ester 5:3 - Interpretasi utama
Ayat ini menonjolkan momen penuh kehendak raja Ahasyweros yang menawarkan keselamatan dan kemurahan hati kepada Ester. “Apa kurang, hai permaisuri Ester, dan apa gerangan pinta adinda? Jikalau separuh kerajaan kakanda ini sekalipun, niscaya kakanda berikan adinda.” Inti pesan ini adalah pengakuan kuasa raja yang siap memenuhi permintaan Ester jika ia bersedia berbicara secara langsung, namun konteksnya adalah ujian kepercayaan Ester ketika ia memasuki hampa bagi memintakan keselamatan bangsanya.
Dalam bagian awal cerita Ester, kita melihat raja membuka diri terhadap permintaan Ester yang datang tanpa diduga. Ayat ini terjadi setelah Esther berjumpa dengan Haman dalam situasi tegang, dan raja menekan Ester untuk mengungkap maksud hatinya. Secara naratif, kalimat ini menekankan dua hal: kayanya wewenang kerajaan dan ketulusan niat Ester untuk membebaskan bangsanya dari ancaman. Dialog singkat ini menetapkan nada dramatis menjelang permohonan berbahaya yang akan Ester sampaikan melalui raja.
Secara teologis, ayat ini menyoroti kedaulatan Allah yang bekerja lewat perantara manusia. Meski raja menawarkan “separuh kerajaan,” tetap Allah yang mengatur jalan cerita untuk pemeliharaan umat-Nya. Ester tidak hanya memanfaatkan kuasa dunia, tetapi ia menunjukkan keberanian iman—berani menaruh nyawa, mengikuti pimpinan Allah yang sering bekerja melalui raja, bangsawan, dan peristiwa sejarah.
Beberapa komentator klasik menekankan unsur keberanian Ester dan integritas iman dalam menghadapi risiko. Catatan singkat berikut sesuai dengan gaya tafsiran klasik, tanpa menyalin teks panjang:
“Ester masuk tanpa undangan, dan mengambil risiko demi bangsanya—ketaatan kepada perintah Tuhan lebih utama daripada keselamatan dirinya sendiri.”
“Raja menawarkan miliknya sendiri sebagai hadiah bagi yang didambakan; Ester menilai bahwa maksud hatinya lebih penting daripada hadiah apa pun.”
Ayat ini menyoroti dualitas kekuasaan manusia dan peran Allah dalam rencana-Nya. Ester mengungkapkan keberanian dan integritas iman, sementara raja menyediakan kerangka kuasa dunia yang dipakai Allah untuk memuluskan rencana penyelamatan umat-Nya. Dengan demikian, kita dipanggil menimbang bagaimana kita merespons peluang serta risiko karena kebaikan Tuhan bagi sesama.
Penegasan kutipan singkat dari tokoh tafsiran klasik (jelas disebutkan sebagai kutipan ringkas): “Ester masuk tanpa undangan, dan mengambil risiko demi bangsanya—ketaatan kepada perintah Tuhan lebih utama daripada keselamatan dirinya sendiri.”