Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEster 5:9 Tafsiran ayat Alkitab
Ester 5:9 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Arakian, maka pada hari itu keluarlah Haman dengan sukacita dan kesenangan hatinya, tetapi demi terlihatlah Haman akan Mordekhai dalam pintu istana baginda dengan tiada mau bangkit berdiri atau bergerak sekalipun akan memberi hormat kepadanya, lalu bernyala-nyala amarah Haman akan Mordekhai dengan sepenuh-penuhnya.
Ester 5:9 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ester 5:9 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ester 3:5 (IDN) »
Demi dilihatnya Haman akan hal Mordekhai tiada bertelut dan tiada menyembah kepadanya, maka penuhlah hati Haman dengan dengki.

1 Raja-raja 21:4 (IDN) »
Maka pulanglah Akhab ke dalam istananya dengan murungnya bercampur murka, sebab sembah Nabot, orang Yizrieli itu, kepadanya demikian: Tiada boleh patik mempersembahkan pusaka nenek moyang patik kepada tuanku. Maka bagindapun lalu membaringkan dirinya pada peraduannya dan berpalinglah wajahnya, tiada mau santap roti.

Ester 2:19 (IDN) »
Maka pada masa segala anak dara itu dipindahkan kepada maligai yang kedua itu, adalah Mordekhai duduk di dalam pintu istana baginda.
Makna Langsung Ayat Ester 5:9 (IDN)
Ayat ini menggambarkan suasana gelojohnya Haman pada hari pertemuan itu. Ia merasa gembira dan bersemangat karena rencana balas dendamnya terhadap Mordekhai tampak berjalan mulus, namun kenyataannya Mordekhai tidak memberi hormat kepadanya. Ketegangan batin Haman terlihat jelas: di satu sisi ia bersukacita karena kehendaknya tampaknya terlaksana, di sisi lain ia terpuruk karena Mordekhai tidak mau menaati atau menghormatinya. Ketidaksanggupan Mordekhai untuk tunduk di hadapan Haman menjadi pemicu amarah yang membara dalam dirinya.
Latar-Kontekstual singkat
Ayat ini berlangsung dalam suasana jamuan perjamuan raja Artahsasta dan Ester, ketika Mordekhai telah menolak membungkuk di hadapan Haman seperti kebiasaan mulia di kerajaan. Haman mengaku dirinya sangat dihormati, namun Mordekhai menolak pengakuan manusia atas dirinya sendiri karena keyakinan kepada Tuhan. Reaksi Haman menunjukkan bagaimana kesombongan manusia bisa tumbuh ketika keinginan untuk membalas dendam ditekan oleh kehendak orang lain untuk tidak menghormatinya.
Observasi penafsir
Para penafsir klasik menekankan bahwa kemarahan Haman bukan semata karena tidak dihormati, tetapi karena identitas dirinya sebagai orang yang merasa tertinggi dirusak oleh penolakan Mordekhai. Henry, Barnes, dan Clarke menyoroti karakter Haman sebagai contoh bahaya kebanggaan yang tidak terkendali dan bagaimana rencana jahat bisa semakin parah ketika emosi menguasai akal sehat.
Garis besar tema
Ayat-ayat terkait dan penjelasan singkat
- Ester 5:8: Kegembiraan raja dan Ester di tengah ancaman bisa berubah jika tidak ada tindakan tepat—menunjukkan bahwa perjamuan itu memang sedang menimbang arah nasib bangsa.
- Ester 3:5-6: Serangan Haman terhadap Mordekhai berangkat dari kebencian yang dipupuk karena penolakan hormat; ini menyoroti bagaimana kebiasaan membenci bisa memicu rencana jahat.
- Roma 12:17-19: Nasihat Alkitab tentang tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, mengajak umat Allah untuk menyerahkan pembalasan kepada Tuhan.
Sinyal syarat praktis
Persinggungan teologis singkat
Kisah Ester mengajarkan bahwa kejatuhan rencana jahat tidak hanya mengecewakan pelakunya, tetapi juga menguji iman kita untuk terus bertahan dalam doa dan kepercayaan pada kehendak Allah yang lebih tinggi. Haman sebagai figur kebanggaan memperlihatkan bahwa kemarahan ketika tidak terkendali bisa merusak diri dan orang lain di sekitar kita.
Kaitkan dengan Firman Allah
Beberapa ayat penghubung: Prov. 16:18 tentang kebanggaan mendahului kejatuhan; Yakobus 1:19-20 tentang menghindari amarah karena manusia yang tidak sabar bisa menimbulkan ibadah yang tidak sempurna.
Amanat praktis ringkas
Keadaan manusia bisa berubah-ubah; yang kekal adalah iman kepada Tuhan dan ketaatan pada kehendak-Nya. Ketika dendam menguasai, ambil langkah menenangkan diri, berdoa, dan biarkan Tuhan yang mengatur pembalasan, bukan diri sendiri.
Quotable notes: tidak ada kutipan langsung dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke yang muncul secara persis pada bagian ini. Ringkasan interpretatif menggabungkan nuansa mereka tanpa mengutip verbatim kecuali disusun di bagian konteks umum. Ketiga penafsir umum menekankan bahaya kebanggaan Haman dan pentingnya menunda pembalasan hingga Allah menyingkap rencana-Nya.