Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEster 1:5 Tafsiran ayat Alkitab
Ester 1:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Setelah genaplah segala hari itu maka diperbuat baginda suatu perjamuan pula akan segala orang yang terdapat di dalam kota Susan, baik besar baik kecil, tujuh hari lamanya, di dalam penghadapan taman istana baginda.
Ester 1:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ester 1:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ester 7:7 (IDN) »
Maka bagindapun bangkitlah dari pada santap air anggur dengan kehangatan murkanya, lalu langsung ke taman maligai. Maka Hamanpun tinggal berdiri di situ akan memohonkan selamat nyawanya kepada permaisuri Ester, karena telah diketahuinya jahat dari pada pihak baginda sudah tentu atasnya.

2 Tawarikh 30:21 (IDN) »
Hata, maka segala bani Israel yang terdapat di Yeruzalempun memeganglah masa raya fatir tujuh hari lamanya dengan kesukaan besar. Maka segala orang Lewi dan segala imampun memuji-mujilah Tuhan pada tiap-tiap hari dengan bunyi-bunyian kepujian Tuhan.

2 Tawarikh 7:8 (IDN) »
Maka pada masa itu juga dipegang Sulaiman masa raya itu tujuh hari lamanya dan segenap orang Israelpun sertanya, satu sidang yang amat besar dari pada tempat orang masuk ke Hamat sampai ke sungai Mesir.
Ester 1:5 (IDN) — Latar, Makna, dan Aplikasi
Setting segera setelah perayaan-pesta besar raja Ahasyurus. Setelah hari-hari pesta selesai, sang raja menyelenggarakan pesta lagi untuk semua orang di kota Susa, baik besar maupun kecil, selama tujuh hari, di taman istana. Versi ini menonjolkan kemewahan istana dan kontrol raja atas kemaslahatan warga.
Yang diungkapkan teks tentang Allah atau iman
Bagian ini menampilkan kebijakan manusia dalam perayaan megah sebagai cerminan kekuatan raja. Meskipun konteksnya bersifat duniawi, ada kelindan penekanan bahwa segala kekuasaan manusia pada akhirnya berada di bawah rencana-Nya. Allah tidak disebut secara eksplisit dalam ayat ini, namun demikian, kisah Ester secara keseluruhan menyoroti providensi Allah yang bekerja melalui peristiwa kerajaan dan orang-orangnya untuk menyiapkan jalan bagi rencana besar keselamatan umat-Nya. Ketentuan tentang perjamuan juga menantang pembaca untuk melihat bagaimana kemegahan duniawi dapat menjadi sarana untuk menunjukkan kemurahan Tuhan kepada umat-Nya dalam konteks sejarah Israel yang hidup di antara bangsa-bangsa.
Menjelaskan kata-kata atau citra penting
Ayat-ayat terkait yang relevan
Beberapa rujukan silang yang membantu memahami konteks::
Makna praktis bagi pembaca masa kini
Ayat ini mengajak pembaca mempertimbangkan bagaimana kekuasaan dan kemewahan di dunia dapat menjadi alat untuk kebaikan publik maupun potensi penyalahgunaan. Dalam konteks iman, kita diajak melihat bagaimana Tuhan bisa bekerja melalui institusi manusia—raja, pemimpin, komunitas—untuk menyelenggarakan waktu-waktu penting dalam sejarah umat-Nya. Perayaan seperti ini mengingatkan kita bahwa segala sesuatunya berada di dalam kendali Allah, meski manusia memakai kekuasaan mereka untuk tujuan yang berbeda.
Inti pelajaran dan penerapan saat ini
• Percayalah pada providensi Allah meskipun keadaan tampak bersifat duniawi atau sekadar peristiwa kekuasaan manusia. Allah dapat bekerja melalui raja dan kerajaan untuk melanjutkan rencana-Nya.
• Gunakan kesempatan kemasyarakatan atau pertemuan besar untuk meneguhkan persaudaraan dan kebaikan bersama, bukan untuk memuja kepemilikan atau kemewahan semata.
• Pertimbangkan bagaimana kepemimpinan dan kebijakan publik memengaruhi iman komunitas; doakan para pemimpin agar menyeleksi tindakan yang memuliakan Allah dan melindungi orang-orang rentan.
Quotations from public-domain commentators: Dalam kajian klasik, Matthew Henry menekankan bahwa kita melihat bagaimana raja merangsek dalam urusan publik dengan gemerlapnya perjamuan; Albert Barnes menekankan konteks historis dan sosial pemerintahan Persia; Adam Clarke menyoroti bagaimana narasi Ester menyiapkan panggung bagi intervensi ilahi melalui manusia. (Catatan: tidak ada kutipan kata-per-kata panjang yang mewakili seluruh bagian; ringkasan ini mengikutkan pemikiran umum para komentator.)
Cross-reference singkat: Kisah Nebukadnezar di Babel (kebebasan memilih bangsa yang berkuasa), Amsal tentang keadilan pemimpin, Yohanes 2 tentang bagaimana tindakan manusia diuji dengan tujuan ilahi.