Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Ulangan 4 Ulangan 5 Ulangan 6 Ulangan 7 Ulangan 8 Ulangan 9 Ulangan 10 Ulangan 11 Ulangan 12 Ulangan 13 Ulangan 14 Ulangan 15 Ulangan 16 Ulangan 17 Ulangan 18 Ulangan 19 Ulangan 20 Ulangan 21 Ulangan 22 Ulangan 23 Ulangan 24 Ulangan 25 Ulangan 26 Ulangan 27 Ulangan 28 Ulangan 29 Ulangan 30 Ulangan 31 Ulangan 32 Ulangan 33 Ulangan 34Verse
Ulangan 24:1 Ulangan 24:2 Ulangan 24:3 Ulangan 24:4 Ulangan 24:5 Ulangan 24:6 Ulangan 24:7 Ulangan 24:8 Ulangan 24:9 Ulangan 24:10 Ulangan 24:11 Ulangan 24:12 Ulangan 24:13 Ulangan 24:14 Ulangan 24:15 Ulangan 24:16 Ulangan 24:17 Ulangan 24:18 Ulangan 24:19 Ulangan 24:20 Ulangan 24:21 Ulangan 24:22



Ul. 24:5 (IDN)
Ayat ini berada dalam bagian hukum pernikahan dan hak-hak suami-istri yang mengatur hubungan keluarga setelah suatu pernikahan terjadi. Hukum ini menekankan kebebasan bagi pengantin pria baru: tidak perlu perbesaran tanggungan militer atau beban kerja lainnya selama setahun pertama. Tujuan praktisnya adalah memberi kesempatan bagi pasangan untuk bersukacita dan membangun rumah tangga baru, tanpa gangguan luar.
Makna teologis dan iman yang terkandung
Di balik kebijakan keringnya bahasa hukum, ayat ini menegaskan martabat rumah tangga sebagai unit berbahaya: Allah menempatkan prioritas pada kesejahteraan keluarga yang baru dibentuk. Allah mengundang kebahagiaan, tidak hanya ketertiban hukum. Dengan memberi kebebasan kepada suami yang baru, hukum ini mencerminkan kasih Allah yang tidak menindas, melainkan memuliakan ikatan suami-istri.
Kata kunci dan gambaran penting
Istilah dan gambar kontekstual
Penggantian fokus dari kewajiban publik ke keutuhan keluarga menunjukkan bahwa kebahagiaan rumah tangga didahulukan sebagai bagian dari tatanan hidup umat. Periode satu tahun tidak hanya memberi kelonggaran fisik, tetapi juga kesempatan bagi pasangan untuk mengenal satu sama lain secara lebih dalam sebelum beban sosial bertambah.
Perikop terkait (cross-references)
Beberapa ayat lain yang menyoroti perlindungan rumah tangga dan perhatian terhadap keluarga:
Penjelasan singkat: ayat-ayat ini menekankan prioritas keluarga dalam konteks hidup beriman, bahwa ketaatan kepada Allah berarti menjaga rumah tangga sebagai tempat belajar menaati kehendak-Nya.
Penjelasan rujukan gerejawi dan pemahaman historis
Para ahli teologi berpendapat bahwa perintah ini menegaskan bahwa masa awal pernikahan adalah masa pembentukan karakter suami-istri dan keluarga. Pemberian satu tahun memberi waktu untuk melukai diri dari beban-laden negara, sekaligus mengoptimalkan kesejahteraan rumah tangga yang baru.
Aplikasi praktis bagi orang percaya saat ini
Ringkasnya, Ul. 24:5 mengajar kita bahwa kebahagiaan rumah tangga adalah bagian integral dari hidup beriman. Allah memberi ruang bagi keluarga untuk tumbuh dalam damai, kasih, dan setia kepada pasangan serta-Nya.
Quotations from public-domain commentators (ringkas):
Matthew Henry menekankan bahwa masa setahun itu memberi kebebasan dari kewajiban publik untuk membolehkan kasih sayang dan kelegaan rumah tangga berkembang. Albert Barnes menyoroti bahwa peraturan ini menunjukkan perhatian Allah terhadap kesejahteraan keluarga yang baru dan perlunya kedamaian di awal pernikahan. Adam Clarke menambahkan bahwa pemberian masa tersebut adalah mendorong kemurnian hubungan suami-istri sebelum tugas duniawi menekan rumah tangga.
Catatan: tidak ada kutipan panjang langsung yang disalin di sini; penjelasan merangkum pemikiran para komentator dalam bentuk ringkas.