Ulangan 24:21 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Maka apabila kamu sudah memungut buah pokok anggurmu, janganlah berulang kamu memungut buahnya karena ia itulah bahagian orang dagang dan anak piatu dan perempuan janda.

Ayat sebelumnya
« Ulangan 24:20
Ayat berikutnya
Ulangan 24:22 »

Ulangan 24:21 Tafsiran ayat Alkitab

Makna Pokok Ayat

Ulangan 24:21 menasihati orang Israel untuk tidak memetik buah terakhir dari kebun anggur mereka, karena buah itu adalah hak bagi orang miskin yang berkeliling (bahagian bagi orang dagang, anak piatu, dan janda). Ayat ini menekankan keadilan sosial dan perlindungan bagi mereka yang kurang beruntung, serta menjaga keseimbangan antara hasil kerja pemilik kebun dan kebutuhan sesama.

Latar Konteks

Bagian ini berada dalam serangkaian hukum sosial yang mengatur hubungan sesama warga bangsa Israel. Ketetapan tentang teperinciannya kerja lahan, sedekah, dan perlindungan bagi fakir miskin menunjukkan kepekaan hukum Taurat terhadap kesejahteraan komunitas. Perintah untuk membiarkan buah terakhir menjadi hak orang miskin mencerminkan prinsip bahwa Tuhan menghubungkan hasil kerja manusia dengan tanggung jawab kemanusiaan.

Observasi Penafsiran

  • Buah terakhir kebun anggur bukan sekadar milik pemilik, melainkan juga mencerminkan jaminan bagi mereka yang tidak memiliki tanah atau pendapatan tetap.
  • Prinsip ini menekankan tata kelola sumber daya yang adil: keseimbangan antara hak milik dan kebutuhan komunitas rentan.
  • Perintah ini menghindarkan kecenderungan eksploitasi dan memupuk empati serta tanggung jawab sosial umat Allah.

Cross-References (singkat) dan Hubungan Teologis

  • < i>Keluaran 22:25-27 — Penekanan pada larangan menahan upah pekerja dan kepekaan terhadap mereka yang menggantungkan nafkah pada kerja harian; keduanya menegaskan perlindungan bagi yang miskin.
  • < i>Lukas 14:13-14 — Ajaran mengenai membalas undangan dengan memberi kepada orang miskin dan kurang beruntung; menunjukkan prinsip kasih dan kemurahan Allah yang melampaui kepuasaan pribadi.
  • < i>Imamat 19:9-10 — Ketentuan tentang tidak memanen sepenuhnya dan meninggalkan tepi ladang bagi orang miskin dan orang asing; menonjolkan belas kasihan sebagai bagian dari hidup kudus.

Gagasan Utama dalam Komentar Historis (Singkat)

Para pengulas warisan gerejawi menekankan bahwa perintah ini adalah bagian dari hukum sosial yang menumbuhkan empati dan memastikan akses yang wajar terhadap sumber daya. Beberapa penafsir menyoroti unsur keadilan hidup bermasyarakat: hak milik tetap dihormati, namun kewajiban sosial tidak bisa diabaikan.

Implementasi Praktis yang Terukur

  1. Rasa syukur dan keadilan: menjaga agar keuntungan tidak mengorbankan sesama yang membutuhkan.
  2. solidaritas komunitas: merawat bahagian bagi fakir miskin melalui tindakan nyata seperti berbagi hasil panen.
  3. Pembelajaran nilai: menumbuhkan budaya tidak mengeksploitasi orang lain demi keuntungan pribadi.

Rujukan Singkat dengan Penjelasan

Rujukan ini mendukung pemahaman bahwa hukum sosial di perjanjian lama menekankan perlindungan bagi yang lemah, lalu diingatkan kembali oleh ajaran-Nya dalam Perjanjian Baru untuk hidup dalam kasih yang nyata terhadap sesama.

Kutipan Singkat dari Sumber-Terpercaya (Public Domain)

Catatan singkat: Kutipan langsung berikut diambil dari karya-karya komentar klasik publik-domain jika relevan dan tersedia. Perhatikan bahwa kutipan penuh hanya diberikan jika tersedia dalam sumber yang diacu.

Beberapa gambaran umum dari penafsiran historis: seorang komentator warisan sering menekankan bahwa hukum ini menghindari tumpang tindih kepemilikan dengan kepentingan sosial, memelihara martabat orang miskin dan menjaga keseimbangan hak pemilik kebun dengan tanggung jawab sosial.

Inti Pengajaran untuk Hari Ini

Perlakukan hasil kerja dengan keadilan, mendahulukan kebutuhan sesama yang kurang beruntung. Memetik buah terakhir hanya jika hak mereka terpenuhi melalui tindakan empati dan solidaritas komunitas.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

Ulangan 24:21 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 19:9 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Imamat 19:9 (IDN) »
Maka apabila kamu menuai hasil tanahmu, jangan kamu menuai habis-habis segala ujung tanahmu dan jangan kamu memungut barang yang ketinggalan dari pada penuaianmu itu.

Ulangan 24:19 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Ulangan 24:19 (IDN) »
Maka apabila kamu sudah habis menuai segala hasil tanahmu, dan terlupalah kamu akan barang seikat yang lagi tinggal di bendangmu, jangan kamu balik pergi mengambil dia, karena ia itulah bahagian orang dagang dan anak piatu dan perempuan janda, supaya diberkati Tuhan, Allahmu, akan kamu dalam segala perbuatan tanganmu.

IDN Pilih kitab dalam Alkitab