Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Ulangan 4 Ulangan 5 Ulangan 6 Ulangan 7 Ulangan 8 Ulangan 9 Ulangan 10 Ulangan 11 Ulangan 12 Ulangan 13 Ulangan 14 Ulangan 15 Ulangan 16 Ulangan 17 Ulangan 18 Ulangan 19 Ulangan 20 Ulangan 21 Ulangan 22 Ulangan 23 Ulangan 24 Ulangan 25 Ulangan 26 Ulangan 27 Ulangan 28 Ulangan 29 Ulangan 30 Ulangan 31 Ulangan 32 Ulangan 33 Ulangan 34



Ulangan 17:5 (IDN)
“maka orang laki-laki atau perempuan yang telah berbuat perkara jahat itu hendaklah kamu bawa keluar ke pintu gerbangmu, lalu hendaklah kamu melontari orang laki-laki atau perempuan itu dengan batu sampai ia mati.”
Setting segera teks
Ayat ini muncul dalam bagian hukum terkait kejahatan serius di antara umat Israel. Di bawah peraturan kerajaannya, Allah menegakkan keadilan sosial dengan prosedur yang tegas atas pelanggaran yang mengancam kestabilan komunitas. Tekanan pada kejahatan berat seperti penyalahgunaan ajaran, perbuatan bidat, atau tindakan yang menodai integritas perjanjian membuat tindakan hukuman fisik menjadi bagian dari pemurnian bangsa.
Apa yang teks ini tunjukkan tentang Allah dan iman
Ayat ini menegaskan bahwa Allah menyatakan hormat pada sukat tugas umat-Nya: menjaga kemurnian perjanjian-Nya. Hukuman yang berat menunjukkan keseriusan Allah terhadap batas-batas iman, sambil menegaskan perlunya proses yang jelas dan ditempatkan dalam hukum komunitas. Ini menegaskan bahwa iman menyangkut kebersamaan: setiap individu membawa dampak bagi seluruh komunitas; oleh karena itu, tindakan tegas diperlukan untuk menjaga kesetiaan pada perjanjian Allah.
Istilah penting dan gambaran teologis
Kaitan dengan bagian lain dalam Alkitab
Beberapa bagian terkait menegaskan prinsip keadilan komunitas dan keseimbangan antara hukum dan kasih:
Penafsiran praktis untuk masa kini
Nilai inti ayat ini bukan meniru pola kekerasan kuno secara literal, melainkan menilai serius korupsi praktik yang bisa merusak komitmen bersama pada kebenaran Allah. Dalam konteks sekarang, kita diajak mengutamakan keadilan yang adil dan transparan, menjaga integritas komunitas iman dengan proses yang hormat, penuh kasih, dan menjaga martabat setiap orang. Poin penting adalah keberanian untuk menegakkan prinsip-prinsip iman secara korporatif sambil tetap berpegang pada kasih dan rehabilitasi.
Cross-references singkat
Ringkasan penerapan
Ayat ini menegaskan bahwa menjaga kesetiaan kepada Allah berarti komunitas berhak menindak pelanggaran yang berbahaya bagi semua. Dalam konteks gereja sekarang, kita belajar untuk menegakkan kebenaran dengan keadilan, menjaga martabat individu, dan menuntun setiap pelanggar menuju pemulihan melalui kasih Allah yang bekerja di dalam komunitas.
Catatan: tidak ada kutipan teks penuh dari penafsir terkemuka dalam bagian ini; referensi tema disarikan secara umum untuk menjaga keutuhan konteks dan bahasa Indonesia yang natural.