Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiDaniel 12:2 Tafsiran ayat Alkitab
Daniel 12:2 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka banyaklah orang dari pada mereka yang tidur dalam lebu bumi itu akan bangun pula, setengah kepada hidup yang kekal, setengah kepada kehinaan dan kecelaan yang kekal.
Daniel 12:2 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Daniel 12:2 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yesaya 26:19 (IDN) »
Segala orang-Mu yang sudah mati itu akan hidup pula, lagi mayatku, semuanya itu akan bangkit! Bangunlah dan bersorak-soraklah, hai kamu sekalian yang duduk dalam abu! karena embunmu seperti embun pada sayur-sayuran, maka tanahpun akan mengeluarkan pula segala orang yang sudah mati.

Yohanes 5:28 (IDN) »
Jangan kamu heran akan hal itu, karena datang ketikanya apabila sekalian orang yang di dalam kubur akan mendengar suara-Nya,

Matius 25:46 (IDN) »
Maka mereka itu akan pergi masuk ke dalam sengsara yang kekal; tetapi orang yang benar itu ke dalam hidup yang kekal."
Makna Langsung ayat Daniel 12:2
Ayat ini menegaskan bahwa kebangkitan orang-orang benar dan fasik akan terjadi; sebagian mereka akan bangun untuk hidup kekal, sementara sebagian lainnya bangkit untuk kehinaan dan kecelaan kekal. Inti maknanya adalah pemisahan akhir yang diberikan Allah pada hari penghakiman: ada ganjaran bagi yang setia, dan kecelakaan bagi yang menolak cincin kasih-Nya.
Latar belakang konteks
Daniel 12 berada dalam bagian nubuat wahyu tentang masa-masa akhir. Setelah visi tentang penindasan dan periode kesusahan besar, nabi menerima gambaran kebangkitan yang menandai penyelesaian sejarah. Ayat ini menegaskan bahwa masa depan melibatkan kebangkitan umum, bukan hanya kebangkitan sebagian orang. Perikop ini menyiapkan pembaca untuk memahami bahwa sejarah dunia akan berakhir dengan penghakiman ilahi dan penentuan nasib kekal tiap jiwa.
Pengamatan interpretatif
Gagasan tema utama
Lintasan silang dengan ayat-ayat terkait
Beberapa referensi relevan menambah pemahaman tentang kebangkitan dan penghakiman:
Catatan singkat dari sumber teolog publik-domain
Beberapa komentar klasik menyoroti bahwa kebangkitan di Daniel 12:2 menekankan keadilan ilahi pada akhirnya. Matthew Henry menekankan bahwa kebangkitan adalah bagian dari rencana Allah untuk mengakhiri sejarah dunia dengan pembalasan terhadap kejahatan dan pembalasan bagi yang setia. Albert Barnes menyoroti dimensi kebangkitan sebagai kenyataan moral yang mengikat seluruh umat manusia. Adam Clarke menekankan bahwa frasa “kekal” dan “kehinaan kekal” mengacu pada keadaan kesadaran yang berkelanjutan di hadapan Tuhan. Secara ringkas, nasihat para komentator lama ini menekankan bahwa pengharapan kita terletak pada rencana Allah yang adil di masa akhir.
Penafsiran praktis yang singkat
Ayat ini mengingatkan kita untuk hidup dengan kesadaran akan hari penghakiman. Hidup saleh, taat kepada Allah, dan menabur kebaikan adalah persiapan yang menuntun pada hidup kekal. Ketika kita menghadapi tantangan dunia, kita diingatkan bahwa keputusan kita sekarang memiliki dampak kekal.
Ringkas inti
Daniel 12:2 menegaskan bahwa pada akhirnya akan ada kebangkitan bagi semua orang: sebagian menuju hidup kekal, sebagian menuju kehinaan kekal. Penekanan ini mengajak kita hidup dalam iman yang berbuah dan setia kepada Allah yang akan menghakimi dengan adil.