Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiKolose 4:14 Tafsiran ayat Alkitab
Kolose 4:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Salam kepadamu daripada Lukas, tabib yang dikasihi itu, dan salam Demas pun.
Kolose 4:14 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Kolose 4:14 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Timotius 4:10 (IDN) »
Karena Demas sudah meninggalkan aku sebab mengasihi dunia ini, dan ia sudah pergi ke Tesalonika; dan Kereskes ke Galatia, dan Titus ke Dalmatia;

Kolose 4:14 (IDN): Salam kepadamu daripada Lukas, tabib yang dikasihi itu, dan salam Demas pun
Setting cepat: Surat Paulus kepada jemaat Kolose berlanjut pada bagian penutup yang mencatat salam-salam dari rekan-rekan pelayanan. Dalam ayat ini, Paulus secara khusus menyampaikan salam dari Lukas, tabib yang dikasihi, dan Demas. Ini menegaskan adanya jaringan pelayanan yang erat dan saling mendorong iman di antara komunitas percaya meskipun Paulus sendiri berada dalam penjara atau sedang dalam perjalanan. Salam pribadi semacam ini memperlihatkan bahwa pekerjaan Tuhan melibatkan banyak orang dengan peran berbeda-beda.
Apa yang dikisahkan teks tentang Allah dan iman
Ayat ini menekankan bahwa pekerjaan Allah meluas melalui relasi-relasi persahabatan dan kerja sama dalam pelayanan. Salam dari Lukas menunjukkan bahwa pelayanan medis dan belaskasihan adalah bagian integral dari komunitas iman. Lukas dikenal sebagai tabib yang juga menjadi pewarta kabar baik melalui Injil Lukas dan Kisah Para Rasul; kehadirannya dalam komunitas Kolose menegaskan bahwa kemanusiaan, empati, dan kesetiaan kepada Kristus berjalan seiring dengan wakaf bakti. Iman dipelihara bukan hanya melalui ajaran, tetapi melalui hubungan yang saling menguatkan dan dukungan praktis satu sama lain.
Menjelaskan kata dan gambaran penting
Hubungan dengan bagian-bagian lain
Beberapa rujukan silang yang relevan:
Penjelasan singkat: salam-salam ini menekankan bahwa iman bukan sekadar keyakinan pribadi, melainkan jaringan kasih dan layanan yang saling memperkuat.
Aplikasi bagi jemaat masa kini
– Menghargai pekerjaan praktis dalam pelayanan: bakti Lukas mengingatkan kita bahwa kesehatan, perawatan, dan empati adalah bagian dari iman yang hidup.
– Memelihara kesetiaan relasi pelayanan: seperti Demas, kita perlu menjaga komitmen terhadap komunitas iman dan misi Kristus agar tidak terdesak oleh tekanan dunia.
– Membawa Salam sebagai bagian dari kesaksian: salam kepada sesama adalah bentuk menguatkan iman publik di komunitas kita sendiri.
Kutipan singkat dari komentator terdahulu (dalam konteks rujukan tetap)
Matthew Henry menekankan bahwa salam adalah tanda persaudaraan di dalam Kristus yang mengikat hati jemaat (tanpa menambah teks asli). Albert Barnes menyoroti bahwa Lukas sebagai tabib memperlihatkan kesepaduan antara belas kasih praktis dan firman; Adam Clarke menekankan pentingnya kenangan terhadap para pelayan yang bekerja di belakang layar untuk mendukung pekerjaan Tuhan. Ketiga komentator ini menekankan bahwa hubungan rohani tercermin dalam tindakan kasih nyata terhadap sesama.
Inti pesan: Allah bekerja melalui komunitas-Nya yang beragam, dan iman tumbuh melalui kasih praktis yang dinyatakan dalam kata-kata serta perbuatan yang membangun satu sama lain.