Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiKolose 3:5 Tafsiran ayat Alkitab
Kolose 3:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Padamkanlah segala nafsu duniawi, yaitu zinah, najis, hawa nafsu, keinginan yang jahat, dan lagi tamak yang serupa dengan penyembah berhala;
Kolose 3:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Kolose 3:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Roma 8:13 (IDN) »
karena jikalau kamu hidup menurut tabiat duniawi, maka kamu akan mati kelak; tetapi jikalau dengan Roh itu kamu mematikan perbuatan tubuh itu, maka kamu akan hidup kelak.

Galatia 5:19 (IDN) »
Maka perbuatan menurut hawa nafsu itu telah nyata, yaitu zinah, kecemaran, percabulan,

Galatia 5:24 (IDN) »
Tetapi segala orang yang milik Kristus Yesus itu sudah menyalibkan hawa nafsunya dengan segala cita-cita dan keinginannya.
Kolose 3:5 (IDN) — Menghapus Nafsu Duniawi
Dalam surat Paulus kepada jemaat Kolose, pasal ini menyoroti perlunya hidup yang dipimpin oleh roh Kristus, bukan oleh hawa nafsu dunia. Ayat ini menutup bagian pertama surat yang menegaskan tentang mengenakan perilaku baru sebagai orang percaya (Kolose 3:1-4) dan kemudian menyingkap tindakan konkret yang harus dihentikan. Padamkanlah merujuk pada pilihan sengaja untuk menolak kecenderungan duniawi yang berbahaya bagi iman dan hubungan dengan Allah.
Makna utama ayat
Ayat ini menuntun pembaca untuk secara aktif membatalkan tindakan yang lahir dari sifat manusia lama—nafsu duniawi yang membawa pada pelanggaran hukum Allah. Tiga unsur utama yang disebut adalah zinah, najis, hawa nafsu, keinginan jahat, dan tamak yang menyerupai penyembah berhala. Lalu, pesan inti adalah pembaharuan hidup melalui identitas baru di Kristus, sehingga hal-hal lama tidak lagi memerintah.
Tema-tema kunci
Rujukan terkait
Penjelasan singkat lainnya: Kehendak duniawi bisa terlihat dalam tindakan yang tampak wajar, tetapi bagi orang percaya, semua itu menuntun pada pemisahan dari Kristus. Dengan identitas baru sebagai ahli waris surga, kemauan batin diarahkan untuk tunduk pada kehendak Allah.
Tinjauan praktis
Refleksi akhir
Ayat ini menegaskan bahwa hidup percaya menuntut evaluasi rutin atas apa yang memerintah hati kita. Pengampunan dan pembaruan tidak hanya mengubah pola pikiran, melainkan juga tindakan nyata. Ketika kita menolak nafsu duniawi, kita hidup dalam kebebasan yang sejati di dalam Kristus.
Kesimpulan
Padamkanlah segala nafsu duniawi, yaitu zinah, najis, hawa nafsu, keinginan yang jahat, dan tamak yang serupa dengan penyembah berhala; karena hidup yang dipenuhi Roh memperlihatkan perbedaan jelas antara hidup lama dan hidup baru dalam Kristus.
Quotations note: Dalam karya-karya berbahasa Inggris yang bersifat umum dan berdasar tata bahasa publik-domain, beberapa penafsir seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa nafsu duniawi adalah musuh utama pertumbuhan rohani; mereka menekankan perlunya disucikan hati dari segala bentuk penyembahan kepada selain Allah. Frasa-frasa serupa dapat ditemukan dalam komentar-komentar klasik tentang peralihan hidup dari kedagingan ke kehidupan dalam Kristus.