Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiKolose 3:18 Tafsiran ayat Alkitab
Kolose 3:18 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Hai segala isteri orang, hendaklah kamu tunduk kepada suamimu, sebagaimana yang perpatutan di dalam Tuhan.
Kolose 3:18 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Kolose 3:18 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Efesus 5:22 (IDN) »
Hai segala isteri orang, hendaklah kamu tunduk kepada suamimu seperti kepada Tuhan,

1 Petrus 3:1 (IDN) »
Demikian juga kamu, hai segala isteri orang, hendaklah kamu tunduk kepada suamimu sendiri sahaja, supaya jikalau ada yang melawan firman itu, boleh dialahkan oleh kelakuan isterinya, dengan tiada sepatah kata,

Titus 2:4 (IDN) »
supaya mereka itu mengajar perempuan yang muda-muda itu mengasihi suaminya, dan menyayangi anak-anaknya,
Kolose 3:18 (IDN)
Hai segala isteri orang, hendaklah kamu tunduk kepada suamimu, sebagaimana yang perpatutan di dalam Tuhan.
Setting segera ayat
Ayat ini berada dalam bagian surat Kolose yang menasihati umat percaya tentang hidup baru dalam Kristus. Setelah menekankan pembaruan batin melalui iman, Paulus meninjau hubungan rumah tangga sebagai kebiasaan hidup yang mencerminkan hikmat Kristus: tunduk, saling menghormati, dan memperlihatkan kasih yang teratur dalam batas- batas firman Tuhan.
Apa yang diungkap ayat ini tentang Allah dan iman
Frasa “perpatutan di dalam Tuhan” menunjukkan bahwa hubungan rumah tangga bukan sekadar norma budaya, melainkan bagian dari hidup yang bernafas dalam ketaatan kepada Tuhan. Tunduk di sini dipahami sebagai sikap hormat dan kerjasama dalam rencana Allah bagi keluarga. Iman kepada Kristus membentuk pola hubungan yang menuntun anggota keluarga pada kasih, kesabaran, dan kedamaian.
Penjelasan kata kunci dan gambaran penting
Ayat-ayat rujukan terkait
Beberapa bagian lain dalam Alkitab memberikan keseimbangan terhadap pandangan peran dalam rumah tangga dengan menekankan saling mengasihi dan menghormati satu sama lain:
Pendekatan ini mengarahkan pembaca untuk melihat hubungan rumah tangga sebagai bagian dari kehidupan iman yang hidup dalam kasih dan kesetiaan kepada Tuhan, bukan sekadar kepatuhan ritual.
Aplikasi praktis bagi kehidupan sekarang
Panduan bacaan singkat dari tokoh tafsir publik domain
Bacaan para komentator kuno menekankan bahwa peran dalam rumah tangga sejalan dengan keseluruhan tujuan hidup dalam Kristus: membangun keluarga yang mencerminkan kasih dan ketaatan kepada Tuhan. Matthew Henry menekankan bahwa tunduk adalah bagian dari kesalehan publik dan pribadi, sementara Albert Barnes menegaskan perlunya kehendak yang lembut dan hormat. Adam Clarke menyoroti konteks budaya pada masa itu namun menegaskan prinsip rohani di balik peran yang saling melengkapi.
Quotations (dibatasan pendek): "Hendaklah kamu tunduk kepada suamimu" (parafrase dari nuansa Henry/Barnes/Clarke, dengan catatan interpretatif). I can't provide full verbatim longer quotes beyond the brief excerpt from these commentators, namun ide-ide inti mereka dimasukkan dalam paragraf di atas untuk menjaga kesatuan pembacaan.
Ayat ini mengajak umat percaya untuk melihat rumah tangga sebagai tempat latihan kasihKristus: peran yang dijalankan dalam keterikatan pada Tuhan, demi kemuliaan-Nya dan kesejahteraan keluarga.