Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiKolose 3:19 Tafsiran ayat Alkitab
Kolose 3:19 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Hai segala suami, kasihilah isterimu, janganlah kamu kasar akan dia.
Kolose 3:19 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Kolose 3:19 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Petrus 3:7 (IDN) »
Demikianlah juga kamu, hai segala suami orang, hendaklah kamu duduk dengan isterimu dengan budi pekerti yang baik, sebab mereka itu pihak yang lebih lemah keadaannya, serta memberi hormat kepadanya, sebab kamu juga sama waris anugerah Allah, yaitu hidup, supaya doamu jangan tergendala.

Kejadian 2:23 (IDN) »
Maka kata Adam: Bahwa sekarang tulang ini dari pada tulangku dan daging ini dari pada dagingku; maka ia akan dinamai perempuan, sebab ia telah dikeluarkan dari dalam orang laki-laki adanya.

Kolose 3:21 (IDN) »
Hai segala bapa, janganlah kamu menyakiti hati anak-anakmu, supaya jangan tawar hatinya.
Mengapa Ayat Ini Penting bagi Suami
Kolose 3:19 mengingatkan kita pada hakikat kasih suami terhadap istri sebagai fondasi rumah tangga yang sehat. Ayat ini menegaskan bahwa kasih seharusnya dicuankan dengan kelembutan, bukan kekasaran. Dalam konteks surat Paulus kepada jemaat Kolose, perintah ini berhubungan dengan perubahan hidup Kristen yang menuntun hubungan suami-istri kepada saling menghormati, pengertian, dan kerja sama dalam menjaga kehormatan Tuhan melalui rumah tangga.
konteks asli dan makna pokok
Pada bagian sebelumnya (Kolose 3:18-19), Paulus menekankan peralihan dari hidup lama kepada hidup baru dalam Kristus: istri diarahkan untuk tunduk kepada suami, suami diperintahkan mencintai istri tanpa sifat mengeraskan hati. Perintah “kasihilah isterimu” menegaskan kasih yang aktif dan berdaya memelihara. “Janganlah kamu kasar akan dia” menyoroti bahaya kekerasan verbal maupun fisik, dan bagaimana hal itu merusak ikatan pernikahan serta kesaksian iman. Inti pesannya ialah hubungan rumah tangga yang dipulihkan melalui kasih, kelembutan, dan saling menghargai.
pesan utama bagi suami
1) Kasih yang berpusat pada istri: kasih yang merangkul kebutuhan, perasaan, dan martabat pasangan. 2) Kelembutan sebagai ciri inti: menahan diri dari mengecilkan, mengatur kata-kata, dan memperlakukan istri dengan hormat. 3) Tanggung jawab bersama: meski perintah ditujukan kepada suami, konteksnya adalah suasana rumah yang mendukung pertumbuhan rohani bagi semua anggota keluarga.
tema alkitabiah terkait
Pembaruan hubungan rumah tangga diikuti dengan ajaran lain seperti hubungan suami-istri yang saling mengasihi (Efesus 5:25–28) dan kehormatan satu sama lain dalam keluarga iman. Kelembutan dalam Ramadan, maksudnya adalah pola hidup yang menonjolkan kasih Kristus melalui tindakan konkret, bukan hanya formalitas. Ayat ini juga menuntun kita untuk meninjau bahasa yang dipakai di dalam rumah tangga agar tidak menimbulkan luka batin.
cross-reference yang relevan
Penjelasan singkat terhadap referensi tersebut: kasih suami seperti Kristus menampakkan pengorbanan dan penghormatan; kelembutan menjaga keharmonisan rumah tangga; dan hikmat dalam kata-kata mencegah luka yang bisa merusak hubungan iman keluarga.
gambaran dari tokoh-tokoh komentar gerejani (pendek dan relevan)
Mereka menekankan bahwa perintah Paulus tidak bersifat hukum luar melainkan pola hidup baru yang lahir dari kasih Kristus. Suami dipanggil untuk hidup mencontoh kasih, bukan menegakkan otoritas secara keras. Perbandingan pandangan dari tokoh-tokoh berusia publik domain menggarisbawahi pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga melalui geringan kasih dan penguasaan diri.
devotional reflection
Bayangkan rumah Anda sebagai tempat di mana kata-kata dipelajari dulu sebelum diucapkan. Kristus memanggil suami untuk menjadi pelindung dan penyayang, bukan penguasa. Ketika kemarahan menguat, tarik napas, pikirkan bagaimana perkataan dapat membangun atau merusak. Minta pertolongan Tuhan untuk memperlakukan istri dengan hormat tiap hari, dan lihat bagaimana kasih yang lembut memulihkan hubungan serta memuliakan Allah melalui keluarga.