Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmos 3:14 Tafsiran ayat Alkitab
Amos 3:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwa apabila Aku membalas segala kejahatan orang Israel, pada masa itu juga Aku akan membalas kepada segala mezbah Bait-el; maka segala tanduk mezbah itu akan dipatahkan, lalu gugur ke bumi.
Amos 3:14 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amos 3:14 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Raja-raja 23:15 (IDN) »
Tambahan pula mezbah yang di Bait-el dan panggung perbuatan Yerobeam bin Nebat, yang telah menyuruhkan orang Israel berbuat dosa, baik mezbah itu baik panggung itu dirobohkan baginda, dan panggung itu dibakar habis dan dihancurluluhkan oleh baginda dan hutan-hutan itupun dibakarnya habis.

Hosea 10:5 (IDN) »
Dari karena lembu muda di Bait-Awen maka kepicikanlah segala orang isi Samaria; sebab ia itu sudah dibawa lalu dari padanya, meskipun bangsanya meratapi dia meskipun segala imamnya berarak kelilingnya dengan kemuliaan.

Hosea 10:14 (IDN) »
Maka sebab itu gempita perang selalu akan berlaku atas bangsamu, dan segala kota bentengmu akan dibinasakan, seperti Bait-Arbel sudah dibinasakan oleh Salman pada masa perangnya, tatkala ibu dihancurkan serta dengan segala anaknya laki-laki.
Amos 3:14 (IDN)
“Bahwa apabila Aku membalas segala kejahatan orang Israel, pada masa itu juga Aku akan membalas kepada segala mezbah Bait-el; maka segala tanduk mezbah itu akan dipatahkan, lalu gugur ke bumi.”
Setting segera
Ayat ini muncul dalam bagian Amos yang menegaskan penghakiman Tuhan atas bangsa Israel karena pelanggaran moral dan penyembahan berhala. Di masa itu, pemujaan di Bait El menjadi simbol percampuran ibadah kepada Yahweh dengan praktik-praktik sesat. Allah menegaskan bahwa pembalasan-Nya akan merata ke tempat-tempat ibadah yang menyimpang, sehingga simbol-simbol keagamaan yang bangga pun tidak akan pernah bertahan.
Yang terungkap tentang Allah dan iman
Ayat ini menegaskan kesetiaan Allah terhadap janji-Nya dan keadilan-Nya. Tuhan tidak membiarkan kejahatan berlarut-larut tanpa respons. Namun penghakiman ini juga memperlihatkan kasih-Nya yang mengoreksi demi memulihkan hubungan-Nya dengan umat-Nya. Allah tetap menilai tindakan hati, bukan sekadar bentuk ritual. Ibadah sejati mengalir dari hidup yang setia kepada-Nya, bukan hanya dari simbol-simbol eksternal.
Penjelasan kata dan gambar penting
Ayat terkait yang relevan
Beberapa bagian lain Amos menegaskan tema keadilan sosial dan murni ibadah:
Inti koneksi ini adalah panggilan kepada integritas hati dan kebenaran praktis dalam ibadah, bukan sekadar ritual formal.
Refleksi teologi dan tafsiran historis
Para komentator publik domain lama menekankan bahwa Allah menegakkan keadilan dengan penuh kasih, memedulikan keutuhan hubungan-Nya dengan umat-Nya. Matthew Henry menyoroti bahwa pelanggaran di Bait-el bukan hanya kejahatan individual, tetapi penyelewengan sistem penyembahan yang meniadakan keadilan sosial dan kebenaran. Albert Barnes menambahkan bahwa tindakan Allah terhadap tanduk mezbah menunjukkan bahwa simbol-simbol ibadah kehilangan maknanya jika tidak didukung oleh hidup yang saleh. Adam Clarke menekankan bahwa penghakiman bisa datang melalui kehancuran simbolik, agar umat kembali kepada iman yang murni dan hidup sesuai firman Tuhan.
Rangkaian pengertian singkat
Pertimbangan praktis untuk masa kini
Orang percaya diajak mengecek motive ibadah: apakah kita komitmen pada perbuatan benar, keadilan sosial, dan kasih kepada sesama? Kita diajak menilai apakah praktik ibadah kita, gereja kita, dan layanan kita mencerminkan kehidupan yang sejalan dengan firman Tuhan. Jika ada kemunafikan atau penekanan berlebih pada bentuk, maka kita perlu kembali kepada inti iman: kasih kepada Tuhan dan hidup yang benar di hadapan-Nya.
Pengantar pendek untuk renungan pribadi
Renungkan: apakah ibadah kita memberi dampak nyata pada cara kita bertindak terhadap sesama, terutama mereka yang tersisih? Allah menuntut integritas hidup sebagai bagian dari penyembahan yang benar.
Catatan singkat karya para tokoh terdahulu (kutipan singkat):
“Kepada Allah tidak cukup dengan ritus; diperlukan kebenaran hati yang nyata.” (ringkas dari interpretasi Matthew Henry)
“Ibadah tanpa keadilan adalah penyembahan palsu.” (ringkas dari interpretasi Albert Barnes)
“Runtuhnya simbol ibadah menunjukkan kehendak Tuhan agar umat berbalik kepada kehidupan yang saleh.” (ringkas dari interpretasi Adam Clarke)