Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi2 Korintus 9:15 Tafsiran ayat Alkitab
2 Korintus 9:15 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Syukurlah kepada Allah sebab anugerah-Nya yang tiada terkira-kira itu.
2 Korintus 9:15 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
2 Korintus 9:15 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Korintus 2:14 (IDN) »
Tetapi syukurlah kepada Allah yang senantiasa mengarak kami di dalam perarakan sebab kemenangan di dalam Kristus, serta menyatakan bau harum pengetahuan akan Kristus dengan lidah kami di segala tempat.

Efesus 5:20 (IDN) »
dan senantiasa mengucap syukur atas segala perkara kepada Allah, yaitu Bapa dengan nama Tuhan kita Yesus Kristus,

Yohanes 3:16 (IDN) »
Karena demikianlah Allah mengasihi isi dunia ini, sehingga dikaruniakan-Nya Anak-Nya yang tunggal itu, supaya barangsiapa yang percaya akan Dia jangan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
2 Korintus 9:15 (IDN): "Syukurlah kepada Allah sebab anugerah-Nya yang tiada terkira-kira itu."
Setting segera
Surat ini ditempatkan dalam bagian pengutusan Paulus mengenai pemberian sukarela umat percaya kepada jemaat di Yerusalem. Dalam konteksnya, Paulus menekankan sukacita memberi sebagai respons iman kepada kasih Allah. Ayat ini muncul sebagai puncak dari pernyataan bahwa Allah layak dipuji karena anugerah-Nya yang tiada terkira-kira, yang memampukan umat percaya memberi dengan murah hati.
Apa yang dinyatakan teks ini tentang Allah dan iman
Ayat ini menyoroti satu kualitas utama Allah: kemurahan hati-Nya yang melimpah. Anugerah-Nya yang tiada terkira-kira menumbuhkan respons syukur dalam hati umat percaya. Bagi Paulus, pemberian bukan sekadar kewajiban, melainkan tindakan pengakuan bahwa segala sesuatu berasal dari Allah dan bahwa kasih-Nya bekerja melalui komunitas gereja untuk menanggung kebutuhan sesama.
Istilah kunci dan gambaran penting
Hubungan dengan bagian-bagian terkait
Beberapa lintasan terkait yang memperkaya makna ini:
Penekanan di ayat ini adalah bahwa syukur sejalan dengan tindakan. Allah bekerja melalui umat-Nya untuk menjaga sesama, dan respons syukur mendorong kita untuk memberi dengan kemurnian hati.
Soal penerapan bagi kita sekarang
Beberapa langkah praktis:
Intisarinya
Syukur kepada Allah adalah respon utama atas anugerah-Nya yang tiada terkira-kira. Ketika kita memahami bahwa segala pemberian berasal dari-Nya, kita dipanggil untuk memberi dengan sukarela sebagai tanda iman orang percaya, menjaga kasih persaudaraan, dan memuliakan Tuhan melalui hidup yang murah hati.
Cuplikan pandangan para komentator terdahulu (ringkas dan relevan)
Para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa pemberian yang benar lahir dari kasih karunia Allah yang bekerja dalam hati; syukur memotivasi tindakan nyata. Mereka menegaskan bahwa syukur sejati tidak berhenti pada mulut, melainkan mewujud dalam perbuatan yang memelihara sesama. Catatan mereka menekankan bahwa pemberian adalah ekspresi iman yang hidup, bukan sekadar kewajiban ritual.
Cross-references singkat
Efesus 2:8–9 — keselamatan dan pemberian Allah memantik respons syukur, bukan usaha manusia semata.
Roma 12:8–12 — iman memproduksi kasih, dedikasi, dan tindakan nyata dalam komunitas.
2 Korintus 8–9 — contoh jemaat Makedonia dan Korintus mengenai kemurahan hati sebagai buah iman.