Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Efesus 5:1 Efesus 5:2 Efesus 5:3 Efesus 5:4 Efesus 5:5 Efesus 5:6 Efesus 5:7 Efesus 5:8 Efesus 5:9 Efesus 5:10 Efesus 5:11 Efesus 5:12 Efesus 5:13 Efesus 5:14 Efesus 5:15 Efesus 5:16 Efesus 5:17 Efesus 5:18 Efesus 5:19 Efesus 5:20 Efesus 5:21 Efesus 5:22 Efesus 5:23 Efesus 5:24 Efesus 5:25 Efesus 5:26 Efesus 5:27 Efesus 5:28 Efesus 5:29 Efesus 5:30 Efesus 5:31 Efesus 5:32 Efesus 5:33



Efesus 5:20 (IDN): "dan senantiasa mengucap syukur atas segala perkara kepada Allah, yaitu Bapa dengan nama Tuhan kita Yesus Kristus"
Ayat ini berada dalam bagian Efesus yang menasihati umat percaya hidup bercahaya sebagai anak-anak terang. Setelah menyerukan untuk hidup bijak, kudus, dan berlidah lembut, penulis menekankan sikap batin yang konsisten: mengucap syukur kepada Allah dalam segala keadaan melalui perantaraan Yesus Kristus.
Makna pokok
Inti ayat ini adalah dorongan untuk terus-menerus mengucap syukur kepada Allah Bapa, sepanjang segala perkara. Ucapan syukur bukan hanya dalam momen kemudahan, melainkan dalam situasi berat sekalipun, karena Allah bekerja dalam segala sesuatu untuk kebaikan bagi mereka yang percaya. Gagasan “dengan nama Tuhan kita Yesus Kristus” menegaskan bahwa akses kita kepada Bapa dan kualitas syukur kita berada dalam hubungan dengan Kristus: melalui Kristus kita mengenal kasih, pemeliharaan, dan tujuan ilahi.
Tema-tema utama
Hubungan dengan bagian-bagian lain
Beberapa lintasan penting terkait meliputi:
Refleksi praktis
Untuk menerapkan ayat ini hari ini, kita bisa: belajar melihat berkat kecil dalam rutinitas sehari-hari; menghadiahkan pujian saat menghadapi tantangan; dan menjaga fokus pada identitas kita sebagai jemaat yang bernaung di bawah kasih Bapa melalui Kristus. Latihlah ucapan syukur dalam doa, mengingat sikap hati daripada sekadar kata-kata yang diucapkan.
Rujukan singkat dari tokoh-tokoh berpendapat (ringkas, tanpa kutipan panjang)
Para penafsir abad lampau menekankan bahwa syukur yang sejati lahir dari iman kepada Tuhan yang bekerja dalam segala keadaan. Mereka melihat seperti Henry, Barnes, dan Clarke bahwa pengakuan atas kedaulatan Allah membentuk pola hidup yang berterima kasih. Dalam kerangka Efesus 5:20, syukur berakar pada hubungan dengan Kristus sebagai jalan kepada Bapa.
Ringkasan singkat
Efesus 5:20 mengarahkan umat percaya untuk terus-menerus mengucap syukur kepada Allah Bapa melalui nama Tuhan kita Yesus Kristus. Syukur adalah tanda hidup baru dalam terang, terhubung dengan identitas kita di dalam Kristus, dan membentuk kehidupan doa yang berpusat pada kasih ilahi.
Cross-references singkat
Kolose 3:15-17 — Menggabungkan kata-kata pujian dengan damai Kristus dan nasihat moral dalam kehidupan keluarga serta pekerjaan. Roma 8:28 — Menegaskan bagaimana perkara berjalan dalam rencana Allah bagi mereka yang mencintai-Nya. 1 Tesalonika 5:18 — Menekankan ucapan syukur dalam segala keadaan sebagai bagian dari hidup rohani.