Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Efesus 5:1 Efesus 5:2 Efesus 5:3 Efesus 5:4 Efesus 5:5 Efesus 5:6 Efesus 5:7 Efesus 5:8 Efesus 5:9 Efesus 5:10 Efesus 5:11 Efesus 5:12 Efesus 5:13 Efesus 5:14 Efesus 5:15 Efesus 5:16 Efesus 5:17 Efesus 5:18 Efesus 5:19 Efesus 5:20 Efesus 5:21 Efesus 5:22 Efesus 5:23 Efesus 5:24 Efesus 5:25 Efesus 5:26 Efesus 5:27 Efesus 5:28 Efesus 5:29 Efesus 5:30 Efesus 5:31 Efesus 5:32 Efesus 5:33



Efesus 5:33 (IDN)
Ayat ini muncul sebagai bagian dari nasihat Paulus tentang hidup suami-istri dalam rumah tangga Kristen. Sebelumnya ia menekankan kasih, kesetiaan, dan saling menghormati dalam keluarga, sehingga setiap anggota memahami peran dengan penuh saling mengerti. Ayat ini merangkum penekanan utama: kasih yang praktis dan hormat yang saling meneguhkan.
Apa yang diberitakan teks tentang Allah dan iman
Frasa “kasihlah isteri sendiri, seperti diri sendiri” menegaskan bahwa hubungan suami-istri mencerminkan kasih Kristus kepada jemaat. Iman yang hidup menuntun suami untuk tidak memanfaatkan atau menundukkan istri secara egois, melainkan memperlakukan pasangan sebagai bagian dari diri sendiri—mereka berbagi hidup, tujuan, dan martabat. Demikian juga, istri didorong untuk menghormati suaminya sebagai bagian dari tatanan ilahi yang memberikan struktur dan keharmonisan rumah tangga.
Istilah dan gambaran penting
Hubungan dengan bagian-bagian lain alkitab
Beberapa rujukan lintas membantu memperkaya pemahaman:
Inti dari semua rujukan ini adalah relasi yang bersifat dua arah: kasih yang menguatkan, dan hormat yang menjaga martabat keduanya dalam iman kepada Kristus.
Aplikasi sekarang
Bagi pasangan masa kini, ayat ini menegaskan bahwa hubungan rumah tangga dibangun atas dua unsur: kasih yang berbuat untuk kebaikan pasangan, dan hormat yang mengakui martabat masing-masing. Tantangan modern—teknologi, karier, tekanan finansial—segera dapat mengarah pada egoisme jika tidak ditempatkan pada kerangka kasih Kristus. Praktik yang relevan meliputi:
Pengakuan karya para pengulas per Kata (pendapat singkat)
Nilai-nilai di balik ayat ini juga dipaparkan melalui para penafsir klasik:
Matthew Henry menekankan bahwa kasih suami kepada istri mirip kasih Kristus kepada jemaat; demikian pula istri menanggapi dengan hormat sebagai respons terhadap kasih yang menyelamatkan. Albert Barnes menyoroti keseimbangan tanggung jawab: kasih tidak bohong, tetapi diwujudkan dalam tindakan lembut yang menghormati martabat pasangan. Adam Clarke menambahkan bahwa peran tersebut bukan lantaran kepatuhan semata, melainkan tatanan ilahi yang menguatkan keharmonisan rumah tangga.
Cross-references singkat
Beberapa ayat yang relevan untuk memperdalam pemahaman:
Ayat ini, dalam konteksnya, menanjak menjadi pedoman praktis: rumah tangga yang hidup dalam kasih dan hormat adalah pangkal kekuatan iman keluarga dan komunitas iman yang lebih luas.