Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Efesus 5:1 Efesus 5:2 Efesus 5:3 Efesus 5:4 Efesus 5:5 Efesus 5:6 Efesus 5:7 Efesus 5:8 Efesus 5:9 Efesus 5:10 Efesus 5:11 Efesus 5:12 Efesus 5:13 Efesus 5:14 Efesus 5:15 Efesus 5:16 Efesus 5:17 Efesus 5:18 Efesus 5:19 Efesus 5:20 Efesus 5:21 Efesus 5:22 Efesus 5:23 Efesus 5:24 Efesus 5:25 Efesus 5:26 Efesus 5:27 Efesus 5:28 Efesus 5:29 Efesus 5:30 Efesus 5:31 Efesus 5:32 Efesus 5:33



Efesus 5:27 — Mendirikan sidang-Nya dengan kemuliaan, tanpa cacat
Ayat ini menegaskan tujuan Allah bagi jemaat-Nya: Kristus mempersiapkan dan membangun gereja sebagai kumpulan umat yang kudus, tanpa cela, untuk berdiri di hadapan-Nya dengan kemuliaan. Lantaran Kristus telah menebus dan membersihkan, sidang-Nya dapat dibentuk sebagai satu tubuh yang murni di mata-Nya, sehingga tidak ada cacat moral atau kerut keraguan yang mengurangi kemuliaan-Nya.
Konteks sastra
Di Efesus 5, Paulus menekankan hidup yang suci sebagai respons iman terhadap kasih Kristus. Ayat 27 berada dalam bagian yang membahas hubungan suami-istri sebagai cermin kasih Kristus terhadap jemaat. Tujuan akhir adalah pembentukan jemaat yang suci dan tak bercela di hadapan Tuhan, suatu realitas eskatologis yang berakar pada karya penebusan Kristus.
Signifikansi teologis
Wawasan dari para komentator
Beberapa penafsir perorangan menggarisbawahi bahwa kemuliaan yang disebut di sini adalah kemuliaan yang dianugerahkan oleh Kristus melalui pembenaran dan pengudusan. Mereka menekankan bahwa pemurnian ini adalah karya Nya yang berlanjut dalam hidup jemaat melalui roh kudus, melalui pembaruan pikiran, dan ketaatan kepada Kristus. Dalam pandangan klasik, pernyataan tanpa cacat atau kerut menegaskan kehendak Allah untuk sebuah jemaat yang murni dan tak bercela.
Kumpulan pemikiran singkat (kutipan singkat, jika relevan)
Catatan singkat para komentator publik domain yang relevan: "Kita diperintahkan untuk hidup secara layak bagi-Nya, karena Dia memanggil kita untuk menjadi kudus" (unik dalam bahasa ringkas tanpa menyalin teks aslinya). Ayat ini menyingkap bahwa kemuliaan adalah atribut yang dipersiapkan Tuhan bagi sidang-Nya.
Hubungan silang dengan bagian lain Kitab Suci
Beberapa rujukan lintas yang relevan: - Efesus 1:4–5, untuk gagasan dipilih-Nya jemaat dalam kasih sebelum dunia ada, yang mengubah cara kita memandang 'tanpa cacat'. - Efesus 4:22–24, mengenai pembaruan hidup agar kita bertumbuh dalam kemurnian dan kebenaran. - Ibrani 12:14, tentang mengejar kekudusan, tanpa yang tidak dapat melihat Tuhan.
Pertautan ini menunjukkan satu alur: pembenaran oleh Kristus memuncak dalam pemuliaan hidup suci, yang mempersiapkan kita untuk hadir di hadirat Tuhan tanpa cacat.
Pertanyaan refleksi
Ringkasan akhir
Ayat ini menggambarkan tujuan Allah bagi gereja: menempatkan jemaat dalam keadaan kudus melalui karya Kristus, sehingga kelak kita hadir di hadapan-Nya sebagai sidang yang mulia dan tiada cacat. Realitas ini menguatkan panggilan praktis untuk hidup kudus—mengasihi dengan kasih Kristus, menjauhi kejahatan, dan memperbarui diri sesuai suara Roh Kudus.