Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi2 Korintus 3:11 Tafsiran ayat Alkitab
2 Korintus 3:11 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Karena jikalau yang akan lenyap itu ada dengan kemuliaannya, maka terlebih lagi yang kekal itu di dalam kemuliaan.
2 Korintus 3:11 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
2 Korintus 3:11 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Roma 5:20 (IDN) »
Kemudian masuk pula Taurat itu, supaya dosa itu makin bertambah; tetapi di mana dosa sudah bertambah-tambah, di situlah anugerah Allah melimpah-limpah,

Ibrani 8:13 (IDN) »
Dengan menyebutkan perkataan "Perjanjian Baharu" itu, Ia telah mengatakan yang pertama itu lama; adapun barang yang menjadi lama dan sudah tua itu hampir akan lenyap.

2 Korintus 3:6 (IDN) »
Ialah juga menjadikan kami pandai menjadi pesuruh perjanjian baharu, bukan pula menurut seperti huruf, melainkan menurut Roh; karena huruf itu mematikan, tetapi Roh itu menghidupkan.
2 Korintus 3:11 (IDN)
Ayat ini muncul sebagai bagian dari pembahasan Rasul Paulus tentang surat kemuliaan yang dibawa oleh perjanjian baru berbanding dengan kemuliaan yang dahulu (perjanjian lama). Paulus mengatakan bahwa jika apa yang “lenyap” (kemuliaan yang lama) ada dengan kemuliaannya, maka yang kekal pun berada dalam kemuliaan dengan lebih besar lagi. Inti teks ini menegaskan bahwa kemuliaan Allah yang kekal jauh melebihi kemuliaan sementara yang kita lihat dalam aturan lama, dan menegaskan transisi ke era baru iman dalam Kristus.
Makna inti teks
- Yang lenyap: kemuliaan perjanjian lama yang bersifat sementara dan tidak menyelamatkan secara penuh. Paulus menempatkan kemuliaan lama sebagai pembuka jalan menuju sesuatu yang lebih besar, yaitu kemuliaan kekal dalam perjanjian baru.
- Yang kekal itu di dalam kemuliaan: kemuliaan Allah yang kekal dan tak tergoncangkan yang dinyatakan melalui Kristus dan pekerjaan Roh Kudus. Dalam konteks ini, kebangkitan, iman, dan persekutuan dengan Allah menjadi bagian dari kemuliaan kekal yang dikehendaki Allah bagi umat-Nya.
Apa pandangan firman Allah yang relevan
Beberapa tokoh komentar gereja berpendapat bahwa perbandingan ini menekankan kesinambungan antara perjanjian lama dan baru, namun dengan intensitas kemuliaan yang berbeda. Mantan kemuliaan mempersiapkan hati untuk menerima yang lebih besar di dalam Kristus. Hal ini menegaskan bahwa Allah tidak membuang budaya iman sebelumnya, melainkan melengkapinya dengan maksud kekal-Nya.
Beberapa kata kunci yang perlu dipahami
Hubungan dengan bagian lain Alkitab
Cross-reference singkat:
Penjelasan singkat hubungan: Semua bagian ini menegaskan pola transisi dari perjanjian lama ke perjanjian baru, di mana kemuliaan Allah tidak berhenti pada masa lampau tetapi berlanjut dalam Kristus yang memberi kehidupan kekal bagi percaya.
Aplikasi bagi kehidupan iman hari ini
Ketika menghadapi perjuangan hidup, kita dipanggil melihat ke depan pada kemuliaan kekal yang digenapkan melalui Kristus. Iman kita tidak bergantung pada tanda-tanda kemuliaan yang sementara, melainkan pada karya Allah yang memastikan kita dalam kasih-Nya. Dalam persekutuan dengan Roh Kudus, kita hidup dengan pengharapan yang tidak tergoyahkan karena kemuliaan kekal Allah lebih besar dari semua kesulitan dunia ini.
Inti pesan: kemuliaan yang kekal menegaskan kestabilan kasih Allah dalam rencana-Nya bagi umat-Nya. Sejalan dengan para bapak gereja seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, kita diingatkan bahwa perjanjian baru membawa kemuliaan yang lebih dekat kepada Kristus, yang memeteraikan janji-janji Allah bagi keselamatan dan hidup kekal.