Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi2 Korintus 3:10 Tafsiran ayat Alkitab
2 Korintus 3:10 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Karena dengan sebenarnya yang dahulu dimuliakan itu, bukanlah dimuliakan di dalam hal ini, dari sebab kemuliaan inilah, yang terlampau sangat itu.
2 Korintus 3:10 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
2 Korintus 3:10 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Hagai 2:7 (IDN) »
(2-8) Bahkan, Aku akan menggentarkan segala bangsa, maka mereka itu akan datang kepada kegemaran segala bangsa, dan Aku akan memenuhi rumah ini dengan kemuliaan, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam.

Ayub 25:5 (IDN) »
Bahwasanya bulan juga tiada terang betul dan segala bintangpun tiada suci kepada pemandangan-Nya;

Yesaya 24:23 (IDN) »
Pada masa itu bulanpun akan malu kena bera muka dan mataharipun kemalu-maluanlah, apabila Tuhan serwa sekalian alam kerajaanlah di atas bukit Sion dan di Yeruzalem, dan kemuliaanpun ada di hadapan segala tua-tuanya.
2 Korintus 3:10 (IDN) — Eksposisi Ringkas dalam Konteks Surat Paulus
Dalam konteks surat 2 Korintus, Paulus membahas perbedaan antara hukum Musa yang bersifat glorifikasi secara bertahap dan kemuliaan rohani dalam pelayanan baru yang dibawa oleh Kristus. Ayat ini menekankan bahwa kemuliaan yang dahulu dilihat dalam hukum Taurat tidak bisa dibandingkan dengan kemuliaan yang lebih besar dan kekal yang terbit dari pelayanan baru di dalam Kristus. Bagi orang percaya, fokusnya bukan pada kemuliaan yang bersifat sementara, melainkan pada kemuliaan yang berasal dari Roh Kudus dan kerja Kristus yang memperbaharui hati.
Makna pusat ayat
Ayah Paulus menampilkan kontras antara dua kemuliaan: kemuliaan yang “dimuliakan” di masa lalu melalui hukum Musa, dan kemuliaan yang lebih besar yang datang melalui pelayanan Roh. Penggambaran ini menekankan bahwa kemuliaan lama adalah pendahulu bagi kemuliaan baru; ia tidak meniadakan, melainkan menyiapkan hati untuk menerima kemuliaan yang lebih dalam dan permanen dalam hubungan dengan Allah melalui Yesus Kristus.
Tema utama
Ayat-ayat terkait
Beberapa rujukan untuk memahami tema ini meliputi:
Penjelasan singkat: Ayat-ayat sejenis menegaskan bahwa kemuliaan lama menunjuk pada kedatangan kemuliaan baru dalam Kristus, yang memberi hidup yang berkelimpahan oleh Roh Kudus.
Refleksi praktis
Pastikan kita tidak terperangkap pada penampilan kemuliaan luarnya—seremonial, tradisi, atau kekuatan lahiriah. Dalam kehidupan sehari-hari, biarkan Roh Kudus membentuk karakter kita, memperindah iman kita, dan menuntun kita kepada Kristus. Kekuatan kita bukan pada kemampuan diri, melainkan pada pekerjaan Allah yang bekerja di dalam kita hingga menyerupai Kristus.
Ringkasan singkat
Ayat ini mengingatkan bahwa kemuliaan masa lalu di bawah hukum Musa bersifat sementara. Kemuliaan yang sejati dan kekal adalah kemuliaan yang datang melalui pelayanan Roh dalam Kristus, yang memperbaharui hati dan membawa kita kepada gambar Allah. Transformasi ini tidak terletak pada dimensi lahiriah, melainkan pada pembaruan batin oleh Roh Kudus.
Catatan karya para penafsir terdahulu (kutipan ringkas)
Beberapa observasi klasik mencatat bahwa peralihan dari hukum kepada hidup dalam Roh menunjukkan bahwa kemuliaan lama bersifat sementara, sedangkan kemuliaan baru bersifat permanen dalam hubungan dengan Allah melalui Kristus. Ringkasannya: kemuliaan lama adalah pendahulu bagi kemuliaan baru yang lebih besar.