Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiIbrani 8:13 Tafsiran ayat Alkitab
Ibrani 8:13 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Dengan menyebutkan perkataan "Perjanjian Baharu" itu, Ia telah mengatakan yang pertama itu lama; adapun barang yang menjadi lama dan sudah tua itu hampir akan lenyap.
Ibrani 8:13 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ibrani 8:13 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Korintus 5:17 (IDN) »
Sebab itulah jikalau barang seorang hidup di dalam Kristus, maka ialah kejadian yang baharu; maka perkara-perkara yang lama itu sudah lenyap, bahkan, yang baharu sudah terbit.

Ibrani 7:18 (IDN) »
Dengan yang demikian hukum yang dahulu itu dibatalkan dari sebab lemah dan tiada berguna,

Ibrani 7:11 (IDN) »
Sebab itu jikalau kesempurnaan itu sudah dicapai dengan sebab imamat daripada suku bangsa Lewi (karena dengan alasan itulah kaum itu menerima hukum Taurat), maka apakah gunanya seorang imam yang lain terbit menurut peraturan Malkisedik, dan yang bukan terhisab menurut peraturan Harun?
Ibrani 8:13 (IDN)
Setting segera: Pasal ini menyoroti keunggulan Perjanjian Baru melalui gambaran tentang kegenapan dan penolakan terhadap Perjanjian Lama. Penulis surat kepada orang Ibrani menegaskan bahwa Allah telah memelihara suatu hukum yang lebih sempurna dan memeteraikan suatu ikatan baru melalui Kristus. Ibrani 8:13 menegaskan bahwa perkataan “Perjanjian Baharu” membuat yang lama tampak sudah lama dan hampir lenyap.
Makna kunci dan gambaran teologis
Yang lama disebut “lama” atau “telah lewat” menunjukkan bahwa pola, simbol, dan janji Perjanjian Lama telah dibereskan atau digantikan oleh kedatangan Kristus. Perjanjian Baru tidak meniadakan kenyataan Allah yang supralembut, tetapi menegaskan penggenapan janji-Nya dalam Kristus. Frasa “yang pertama itu lama; adapun barang yang menjadi lama dan sudah tua itu hampir akan lenyap” menekankan bahwa sistem ibadah, imam, dan perjanjian yang lama telah dipreparasi untuk dilepaskan ketika kerja Kristus menyampaikan hubungan baru antara Allah dan umat-Nya.
Penjelasan kata penting
Rujukan silang yang relevan
- Ibrani 8:6–7 menegaskan bahwa Perjanjian Baru lebih tinggi karena dipantapkan dengan janji-janji roh dan penyertaan langsung Allah. Penegasan bahwa Perjanjian Lama dipugar melalui Kristus membantu pembaca memahami transisi ini.
- 2 Korintus 3:6–11 menggambarkan bagaimana "surat-Nyata" Allah telah diubah dari huruf ke roh, menguatkan bahwa kerajaan Allah bergerak dari bentuk lama ke kemuliaan yang lebih besar melalui Roh Kudus.
- Galatia 4:24–26 memuat gambaran tentang dua kota—ibu perjanjian lama yang bersifat simbolik, dan kemah induk yang mengarah kepada kemah surgawi yang lebih dahsyat dalam Kristus.
Pemahaman dari para penafsir klasik (ringkas)
Para penafsir publik domain biasa menekankan bahwa Perjanjian Baru membawa penegasan yang lebih dalam tentang pekerjaan Kristus sebagai Imam dan korban yang satu ini menggantikan praktik-praktik lama. Kutipan relevan:
“Dengan mengakhiri hukum dengan satu korban yang sempurna untuk selama-lamanya… demikian juga ia akan memulai perjanjian baru” (parafrase ringkas dari interpretasi umum para penafsir klasik). Catatan: tidak menyalin teks panjang secara utuh karena hak cipta lama, namun akar pemikiran ini konsisten dengan pandangan Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke bahwa Perjanjian Baru menandai penyempurnaan dan penyelesaian maksud hukum lama.
Aplikasi praktis bagi gereja dan orang percaya hari ini
- Percayalah bahwa Kristus menjadi pusat hubungan dengan Allah; fokus hidup tidak lagi pada ritus lama, melainkan pada iman yang hidup kepada Dia yang telah menebus.
- Biarkan transisi antara “yang lama” dan “yang baru” membentuk pola ibadah yang bersifat relasional: doa, puji-pujian, dan pelayanan yang dipimpin Roh Kudus.
- Yakinlah bahwa janji Allah tetap terwujud dalam Kristus; ini memberi harapan praktis dalam cobaan, karena kita berjalan dalam perjanjian yang telah diteguhkan-Nya.
Penutup
Ibrani 8:13 menempatkan kita pada titik balik besar: Allah bekerja melalui Perjanjian Baharu dalam Kristus, sehingga yang lama tidak lagi menjadi pusat hubung umat dengan-Nya. Yang lama memang telah nyata rentan dan lemah, tetapi Tuhan memampukan kita hidup dalam iman yang lebih sempurna melalui Dia.