Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiIbrani 8:3 Tafsiran ayat Alkitab
Ibrani 8:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Karena tiap-tiap imam besar ditetapkan bagi mempersembahkan persembahan dan korban, maka dari sebab itu wajiblah Imam Besar itu ada padanya barang sesuatu yang dipersembahkannya.
Ibrani 8:3 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ibrani 8:3 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ibrani 5:1 (IDN) »
Karena tiap-tiap imam besar yang dipilih dari antara manusia, ialah ditetapkan karena manusia di dalam hal beribadat kepada Allah, supaya ia mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa-dosa orang;

Efesus 5:2 (IDN) »
dan berjalanlah di dalam kasih, sebagaimana Kristus juga sudah mengasihi kamu dan sudah menyerahkan diri-Nya karena kita menjadi suatu persembahan dan korban yang berbau harum kepada Allah.

Ibrani 9:14 (IDN) »
istimewa pula darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal itu sudah mempersembahkan diri-Nya sendiri dengan tiada bercacat cela kepada Allah itu, menyucikan kita pada batinnya daripada perbuatan yang membawa mati, supaya kamu beribadat kepada Allah yang hidup itu.
Ibrani 8:3 -- Tafsiran singkat (IDN)
Gema utama dari ayat ini adalah bahwa imam besar bertugas secara khusus dalam mempersembahkan persembahan dan korban. Karena tugas suci itulah, Imam Besar memang ada untuk menyatakan dan mewujudkan hubungan antara Allah dengan umat-Nya melalui cara ibadah yang telah ditetapkan. Ayat ini menegaskan bahwa jabatan imam besar tidak sekadar gelar; ia membawa beban tugas sakral dan perlu perhatian, tata cara, serta relevansi kekudusan di hadapan Allah.
Ayat dalam konteks pasal
Pada Ibrani pasal 8, penulis menyingkapkan perbedaan antara perjanjian lama dengan yang baru. Imam-imam besar di Bait Allah berfungsi sebagai perantaraan dalam persembahan harian dan kurban penghapus dosa. Namun karya mereka bersifat temporal dan berulang-ulang, sementara perjanjian baru dalam Kristus membawa penyelesaian yang kekal. Ayat 3 menegaskan bahwa struktur keimamatan ini dibangun atas prinsip bahwa imam besar harus ada untuk melaksanakan tugasnya—sebuah kenyataan yang menegaskan kebutuhan akan perantara ilahi untuk umat manusia.
Udah utama: pelajaran rohani
Pelajaran utama ayat ini adalah keandalan tata ibadah dan peran perantara suci dalam menyatakan kesetiaan Allah kepada umat-Nya. Imam besar tidak bernapas dari ide-ide pribadi; ia dipanggil dan ditetapkan karena tanggung jawab sakral untuk mempersembahkan persembahan dan korban. Dalam konteks kita, pesan itu mengundang kita untuk melihat kepada Kristus sebagai Imam Besar yang sempurna—yang tugas-Nya tidak sekadar simbolik, melainkan pemenuhan yang memberikan akses kepada Allah dengan cara yang baru dan hidup.
Perbandingan tepat dengan bagian Alkitab lain
Cross-reference ini memperlihatkan transisi tujuan keimamatan dari perantaraan yang bersifat seremonial ke keimamatan yang berujung pada karya penebusan Kristus.
Aplikasi praktis
Catatan penafsir publik domain (ringkas)
Beberapa penafsir berpendapat bahwa ayat ini menempatkan fokus pada perlunya keimamatan sebagai struktur yang menunjuk pada kebutuhan akan perantara ilahi. Mereka menekankan bahwa tujuan utama adalah menegaskan bahwa only dalam Kristus kita mendapatkan akses langsung kepada Allah dan bahwa upaya penyertaan manusia dalam ibadah lama menyiapkan jalan bagi penggenapan dalam karya Kristus. Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menyoroti pentingnya persembahan dan peran imam besar dalam konteks perjanjian lama sebagai bayangan yang mengarahkan pada kenyataan kekal di dalam Kristus.
Beberapa rujukan silang yang relevan
Kesimpulan: Ayat 8:3 menegaskan bahwa keimamatan lama berpusat pada pelaksanaan persembahan melalui imam besar. Dalam terang Perjanjian Baru, kita melihat bahwa karya Kristus sebagai Imam Besar menyempurnakan kebutuhan manusia, sehingga ibadah beralih dari pola yang berulang menjadi kepercayaan yang hidup pada satu perantara yang kekal.