Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Tawarikh 1 2 Tawarikh 2 2 Tawarikh 3 2 Tawarikh 4 2 Tawarikh 5 2 Tawarikh 6 2 Tawarikh 7 2 Tawarikh 8 2 Tawarikh 9 2 Tawarikh 10 2 Tawarikh 11 2 Tawarikh 12 2 Tawarikh 13 2 Tawarikh 14 2 Tawarikh 15 2 Tawarikh 16 2 Tawarikh 17 2 Tawarikh 18 2 Tawarikh 19 2 Tawarikh 20 2 Tawarikh 21 2 Tawarikh 22 2 Tawarikh 23 2 Tawarikh 24 2 Tawarikh 25 2 Tawarikh 26 2 Tawarikh 27 2 Tawarikh 28 2 Tawarikh 29 2 Tawarikh 30 2 Tawarikh 31 2 Tawarikh 32 2 Tawarikh 33 2 Tawarikh 34 2 Tawarikh 35 2 Tawarikh 36Verse
2 Tawarikh 7:1 2 Tawarikh 7:2 2 Tawarikh 7:3 2 Tawarikh 7:4 2 Tawarikh 7:5 2 Tawarikh 7:6 2 Tawarikh 7:7 2 Tawarikh 7:8 2 Tawarikh 7:9 2 Tawarikh 7:10 2 Tawarikh 7:11 2 Tawarikh 7:12 2 Tawarikh 7:13 2 Tawarikh 7:14 2 Tawarikh 7:15 2 Tawarikh 7:16 2 Tawarikh 7:17 2 Tawarikh 7:18 2 Tawarikh 7:19 2 Tawarikh 7:20 2 Tawarikh 7:21 2 Tawarikh 7:22



Makna Ayat
2 Tawarikh 7:22 menegaskan bahwa akibat dari meninggalkan Tuhan adalah konsekuensi nyata: kehancuran dan kehinaan akan datang karena bangsa itu membuang Allah nenek moyang mereka dan berbakti kepada dewa-dewa lain. Ayat ini menyoroti mekanisme sumpah kutuk: menolak terang ilahi membawa pada tindakan menghina dan membuang hubungan dengan Allah, sehingga Allah memperbolehkan hukuman terjadi sebagai bagian dari disiplin-Nya.
Latar belakang kontekstual
Nats pada 2 Tawarikh 7:22 berada dalam bagian penutup kisah pembangunan Bait Suci oleh Salomo dan respons ilahi terhadap doa serta dedikasi umat. Janji-janji Allah tentang perlindungan diikuti dengan peringatan jika umat berpaling kepada ahli-ahli lain beribadah kepada berhala. Ayat ini menyoroti konsekuensi sumpah yang diucapkan Allah kepada umat Israel: penyerahan diri kepada dewa-dewa asing membawa kemerosotan moral dan sosial, sehingga Allah memperbolehkan “segala jahat ini” terjadi sebagai hukuman dan pembentukan kembali hati umat.
Observasi interpretatif
Inti tema iteratif
Ayat terkait dan maknanya
Beberapa bagian lain menyoroti tema serupa:
Penafsiran lama menekankan bahwa ayat ini menggarisbawahi tanggung jawab komunitas untuk menjaga kesetiaan perjanjian. Ketidaktaatan suatu bangsa tidak hanya merugikan individu, tetapi juga menimbulkan konsekuensi kolektif yang meliputi kehancuran publik dan kehilangan kemuliaan Tuhan di tengah mereka.
Referensi singkat (cross-references)
Kaitan praktis
Inti praktisnya: hidup dalam kesetiaan kepada Tuhan membawa perlindungan rohani dan kebahagiaan umat; penyembahan kepada Allah yang tunggal menghindarkan dari kekacauan moral dan kerugian sosial. Ketika umat tidak setia, kita diajak untuk introspeksi, bertobat, dan kembali menempatkan Tuhan sebagai pusat hidup secara nyata.
Rangkuman penafsiran
Ayat ini mengingatkan bahwa perjalanan iman tidak kosong secara ritual, melainkan dinilai melalui sikap hati dan loyalitas terhadap perjanjian Allah. Tuhan membimbing umat-Nya melalui disiplin agar mereka sadar akan kebesaran-Nya, meninggalkan penyembahan berhala, dan memulihkan hubungan dengan-Nya untuk menerima berkat-Nya kembali.
Catatan editorial
Quotations from tafsiran klasik: Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke: tidak ada kutipan panjang teks penuh di sini, namun pemikiran mereka dipertimbangkan dalam gambaran umum interpretatif: Henry menekankan tanggung jawab umat terhadap Allah; Barnes menyoroti konsekuensi tindakan nyata terhadap perjanjian; Clarke menekankan disiplin ilahi sebagai bagian dari kasih Tuhan.