Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Tawarikh 1 2 Tawarikh 2 2 Tawarikh 3 2 Tawarikh 4 2 Tawarikh 5 2 Tawarikh 6 2 Tawarikh 7 2 Tawarikh 8 2 Tawarikh 9 2 Tawarikh 10 2 Tawarikh 11 2 Tawarikh 12 2 Tawarikh 13 2 Tawarikh 14 2 Tawarikh 15 2 Tawarikh 16 2 Tawarikh 17 2 Tawarikh 18 2 Tawarikh 19 2 Tawarikh 20 2 Tawarikh 21 2 Tawarikh 22 2 Tawarikh 23 2 Tawarikh 24 2 Tawarikh 25 2 Tawarikh 26 2 Tawarikh 27 2 Tawarikh 28 2 Tawarikh 29 2 Tawarikh 30 2 Tawarikh 31 2 Tawarikh 32 2 Tawarikh 33 2 Tawarikh 34 2 Tawarikh 35 2 Tawarikh 36Verse
2 Tawarikh 35:1 2 Tawarikh 35:2 2 Tawarikh 35:3 2 Tawarikh 35:4 2 Tawarikh 35:5 2 Tawarikh 35:6 2 Tawarikh 35:7 2 Tawarikh 35:8 2 Tawarikh 35:9 2 Tawarikh 35:10 2 Tawarikh 35:11 2 Tawarikh 35:12 2 Tawarikh 35:13 2 Tawarikh 35:14 2 Tawarikh 35:15 2 Tawarikh 35:16 2 Tawarikh 35:17 2 Tawarikh 35:18 2 Tawarikh 35:19 2 Tawarikh 35:20 2 Tawarikh 35:21 2 Tawarikh 35:22 2 Tawarikh 35:23 2 Tawarikh 35:24 2 Tawarikh 35:25 2 Tawarikh 35:26 2 Tawarikh 35:27



Inti Interpretasi Utama
Ayat 2 Tawarikh 35:21 menampilkan dialog tegang antara raja Yudha dengan perwakilan kerajaan Asyur/Neo-Assyria yang mengira dirinya berada dalam tindakan perang yang ditetapkan oleh Allah sendiri. Nabi layanan Allah menegaskan bahwa rencana perwira perang adalah bagian dari rencana ilahi yang lebih luas, namun konteksnya menekankan kedaulatan Allah atas pertempuran dan keselamatan bangsa Israel pada masa pengawasan raja Yosiah.
Konteks sastra
Ayat ini muncul dalam konteks upacara Paskah yang dipimpin di Yerusalem oleh raja Yosiah. Setelah pesta, raja Mesir (Firaun Neko II) mengirim pasukannya ke arah kota Megido, bukan ke Israel selatan, karena kerajaan Yehuda berada dalam jalur kekuasaan Mesir. Ketika utusan Mesir muncul dan menyatakan perintah dari Allah yang bersifat umum melalui konstelasi konflik, Yosiah mencoba menahan diri, tetapi tidak berhasil memenuhi firman-Nya tanpa risiko.
Signifikansi teologis
Refleksi teologis dari tokoh berpengaruh (ringkas)
Karangan para penafsir klasik menekankan bahwa meskipun ada kekuatan politik yang beredar, fokus utama adalah kedaulatan Allah yang mengatur arah sejarah. Penekanan pada perbedaan antara keinginan untuk bertindak menurut rencana manusia dan penyerahan diri kepada kehendak ilahi menjadi pendorong untuk melihat bagaimana janji keselamatan tetap terpelihara di tengah konflik luar.
Cross-references (hubungan ayat)
- Mazmur 44:6-7: Allah adalah pelindung yang mengalahkan musuh tanpa keterlibatan kekuatan manusia. Penekanan: kepercayaan pada perlindungan Allah di tengah ancaman dunia.
- 2 Tawarikh 20:15: "Jangan takut dan berkabunglah; sebab hari ini akan menaklukkan Allah bagi kamu." Penekanan: Allah bekerja melalui jalur musuh untuk keselamatan umat-Nya.
- Roma 8:31: "Jika Allah menyertai kita, siapakah yang melawan kita?" Penekanan: kebenaran bahwa kehadiran Allah mengubah dinamika pertahanan umat-Nya.
Pertanyaan untuk renungan
Kesimpulan singkat
Ayat ini menegaskan bahwa sejarah dunia tidak berjalan di luar kendali Allah. Ketika rencana manusia berhadapan dengan kekuatan besar, umat beriman diajak untuk tetap percaya bahwa Allah tidak hanya mengantisipasi tetapi juga mengarahkan jalannya peristiwa demi tujuan-Nya. Respon yang tepat adalah menaati firman-Nya, menilai ancaman melalui kacamata iman, dan memohon hikmat untuk bertindak sesuai kehendak-Nya.
Quotations (tidak seluruh teks): Matthew Henry dan Adam Clarke menyoroti kedaulatan Allah atas semua peristiwa sejarah; Albert Barnes menekankan pentingnya administrasi ilahi dalam konteks umat-Nya, bukan semata kekuatan manusia. Jika ada kutipan spesifik, akan dicatat secara langsung dalam konteks penafsirannya.