Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Tawarikh 1 2 Tawarikh 2 2 Tawarikh 3 2 Tawarikh 4 2 Tawarikh 5 2 Tawarikh 6 2 Tawarikh 7 2 Tawarikh 8 2 Tawarikh 9 2 Tawarikh 10 2 Tawarikh 11 2 Tawarikh 12 2 Tawarikh 13 2 Tawarikh 14 2 Tawarikh 15 2 Tawarikh 16 2 Tawarikh 17 2 Tawarikh 18 2 Tawarikh 19 2 Tawarikh 20 2 Tawarikh 21 2 Tawarikh 22 2 Tawarikh 23 2 Tawarikh 24 2 Tawarikh 25 2 Tawarikh 26 2 Tawarikh 27 2 Tawarikh 28 2 Tawarikh 29 2 Tawarikh 30 2 Tawarikh 31 2 Tawarikh 32 2 Tawarikh 33 2 Tawarikh 34 2 Tawarikh 35 2 Tawarikh 36Verse
2 Tawarikh 35:1 2 Tawarikh 35:2 2 Tawarikh 35:3 2 Tawarikh 35:4 2 Tawarikh 35:5 2 Tawarikh 35:6 2 Tawarikh 35:7 2 Tawarikh 35:8 2 Tawarikh 35:9 2 Tawarikh 35:10 2 Tawarikh 35:11 2 Tawarikh 35:12 2 Tawarikh 35:13 2 Tawarikh 35:14 2 Tawarikh 35:15 2 Tawarikh 35:16 2 Tawarikh 35:17 2 Tawarikh 35:18 2 Tawarikh 35:19 2 Tawarikh 35:20 2 Tawarikh 35:21 2 Tawarikh 35:22 2 Tawarikh 35:23 2 Tawarikh 35:24 2 Tawarikh 35:25 2 Tawarikh 35:26 2 Tawarikh 35:27



2 Tawarikh 35:13—Makna dan konteksnya
Ayat ini berada dalam bagian cerita tentang perayaan Paskah pada zaman Raja Yosia. Setelah memperbarui ibadah dan menata ulang praktik keagamaan, pasukan bangsa Yehuda mempersiapkan dan mengolah daging Paskah sesuai ketentuan ritual. Ayat ini menyoroti dua cara perlakuan terhadap makanan korban Paskah: dipanggang secara langsung di atas api untuk bagian yang ada sejak awal, dan direbus dalam perkakas suci seperti periuk, belanga, dan kuali untuk bagian yang telah disucikan. Tujuannya adalah menjaga kesucian ritual sambil memastikan umat dapat menikmati hidangan sesuai hukum Taurat.
Makna sentral
Ayat ini menekankan kehormatan terhadap perintah Tuhan lewat cara perlakuan makanan yang spesifik dan teratur. Perhatian pada unsur “seperti adanya” menegaskan bahwa mereka mengikuti pola standar dalam penyajian dan pemasakan, bukan mengubahnya sesuai keinginan manusia. Pada saat yang sama, pembenahan cara memasak bagian yang telah disucikan menunjukkan ketaatan yang menghormati kekudusan benda dan makanan yang dipersembahkan bagi Tuhan.
Tema-tema utama
Renungan singkat
Pembaca dipanggil menilai bagaimana kita menghormati kekudusan dalam hidup rohani kita sendiri. Ketepatan dalam mengikuti perintah Tuhan—baik dalam urusan ibadah maupun cara kita memperlakukan apa yang kudus—membawa kebaikan dan pemeliharaan bagi komunitas beriman. Seperti umat Israel yang menyingkapkan keseimbangan antara penyucian dan pemanfaatan, kita juga dipanggil menjaga integritas komitmen kita kepada Tuhan saat menghadapi kebutuhan hidup sehari-hari.
Hubungan dengan bagian lain
- Efesus 5:18-19 menunjukkan nilai memuliakan Tuhan melalui kehidupan yang penuh kuasa Roh dan nyanyian syukur; prinsip menjaga kemurnian dan bentuk ibadah juga relevan dalam bagaimana kita merayakan kebersamaan.
- Imamat 7:15-17 menguatkan ketentuan bagian korban yang dimakan pada hari itu juga, menekankan batas waktu dan cara konsumsi sebagai bagian dari kekudusan.
- 2 Tawarikh 30:18-20 menggambarkan bagaimana intensi rohani dapat disertai niat hati yang benar meskipun ketetapan ritual kadang-kadang memerlukan penyesuaian dalam praktik komunitas.
Tautan silang singkat
Ringkasan
Ayat 13 menegaskan bahwa dalam perayaan Paskah, umat menjaga kekudusan dengan memperlakukan bagian korban sesuai ketentuannya—yang dipanggang untuk bagian yang ada sejak awal, dan yang telah disucikan direbus dalam peralatan suci—sebagai bagian dari ketaatan total kepada Tuhan. Prinsip ini mengingatkan kita untuk menjaga kedalaman makna ibadah dalam setiap tindakan keseharian kita.
Cuplikan rujukan naskah kuno yang relevan: “Maka dipanggangnya Pasah itu di atas api, seperti adanya, tetapi segala bahagian yang telah disucikan itu direbusnya...” (2 Tawarikh 35:13).