Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Tawarikh 1 2 Tawarikh 2 2 Tawarikh 3 2 Tawarikh 4 2 Tawarikh 5 2 Tawarikh 6 2 Tawarikh 7 2 Tawarikh 8 2 Tawarikh 9 2 Tawarikh 10 2 Tawarikh 11 2 Tawarikh 12 2 Tawarikh 13 2 Tawarikh 14 2 Tawarikh 15 2 Tawarikh 16 2 Tawarikh 17 2 Tawarikh 18 2 Tawarikh 19 2 Tawarikh 20 2 Tawarikh 21 2 Tawarikh 22 2 Tawarikh 23 2 Tawarikh 24 2 Tawarikh 25 2 Tawarikh 26 2 Tawarikh 27 2 Tawarikh 28 2 Tawarikh 29 2 Tawarikh 30 2 Tawarikh 31 2 Tawarikh 32 2 Tawarikh 33 2 Tawarikh 34 2 Tawarikh 35 2 Tawarikh 36

2 Tawarikh 3:2 (IDN) — Ringkasan dan Renungan
Pura-pura diletakkan di hadapan kita di bagian awal perjanjian lama: raja Salomo memulai pembangunan Bait Allah pada bulan kedua, dua belas bulan setelah ia naik tahta? Versi ini menekankan ketepatan waktu dan rencana Allah dalam membentuk ibadah umat-Nya. Ayat ini mengisyaratkan disiplin waktu, persiapan, dan penetapan fokus dalam tugas besar membangun tempat ibadah yang akan menjadi pusat ibadah umat Tuhan.
Ayat dalam konteks pasal
Pasal ini menjelaskan persiapan Raja Salomo untuk membangun Bait Suci di Yerusalem. Setelah penguatan pemerintahan dan penyusunan administrasi, Salomo memulai pembangunan Bait Allah sebagai pusat kehidupan rohani Israel. Ayat 2 menandai mulainya pekerjaan itu dengan tepat pada bulan kedua, dua hari bulan, dan pada tahun keempat pemerintahannya. Ketepatan waktu ini mencerminkan keteraturan dan komitmen untuk melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh.
Pokok rohani utama
Perbandingan dengan bagian lain
Dalam kisah pembangunan Bait Allah, masa persiapan, rencana ukuran, dan perjamuan ibadah diulang lewat kitab-kitab sebelumnya dan sesudahnya. Misalnya, para raja lain juga memperhatikan waktu pelaksanaan pekerjaan suci. Pembacaan kita menyiratkan bahwa peran manusia dalam korespondensi dengan Allah meliputi ketaatan terhadap rencana-Nya serta kredibilitas waktu yang dipilih-Nya untuk pekerjaan besar.
Pelajaran rohani yang relevan
Beberapa point untuk inti apliaksi kita hari ini:
Cross-references yang relevan
Beberapa rujukan Alkitab yang sejalan dengan tema penetapan waktu, persiapan, dan pekerjaan Tuhan:
Aplikasi praktis bagi kehidupan iman hari ini
Ketika kita memiliki tugas besar dalam gereja, komunitas, atau pelayanan pribadi, kita bisa meneladani pola Salomo:
Ringkasan
2 Tawarikh 3:2 menegaskan dimulainya pembangunan Bait Allah pada saat yang telah Allah tentukan. Ayat ini menegaskan dua hal penting: komitmen hidup umat kepada rencana ilahi dan ketelitian waktu dalam pelaksanaan tugas kudus. Melalui teladan Salomo, kita diajak percaya bahwa pekerjaan besar bagi Tuhan berjalan di bawah pimpinan-Nya dan disertai kedisiplinan yang lahir dari iman.
Catatan singkat dari karya para penafsir berbahasa Inggris terdahulu yang bersifat publik-domain: Keterangan para penafsir seperti Matthew Henry dan Adam Clarke menitikberatkan pada makna keseriusan dalam memulai pekerjaan besar demi kemuliaan Tuhan, serta pentingnya rencana yang sesuai dengan kehendak Ilahi. Mereka menekankan bahwa keberhasilan pelayanan rohani bergantung pada ketaatan kepada waktu dan rencana Tuhan.
Penafsirannya mengangkat tiga panduan praktis: persiapan, ketepatan waktu, dan pemurnian tujuan—agar setiap usaha kita berfungsi sebagai ibadah yang menyenangkan hati Allah.