Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Tawarikh 1 2 Tawarikh 2 2 Tawarikh 3 2 Tawarikh 4 2 Tawarikh 5 2 Tawarikh 6 2 Tawarikh 7 2 Tawarikh 8 2 Tawarikh 9 2 Tawarikh 10 2 Tawarikh 11 2 Tawarikh 12 2 Tawarikh 13 2 Tawarikh 14 2 Tawarikh 15 2 Tawarikh 16 2 Tawarikh 17 2 Tawarikh 18 2 Tawarikh 19 2 Tawarikh 20 2 Tawarikh 21 2 Tawarikh 22 2 Tawarikh 23 2 Tawarikh 24 2 Tawarikh 25 2 Tawarikh 26 2 Tawarikh 27 2 Tawarikh 28 2 Tawarikh 29 2 Tawarikh 30 2 Tawarikh 31 2 Tawarikh 32 2 Tawarikh 33 2 Tawarikh 34 2 Tawarikh 35 2 Tawarikh 36

2 Tawarikh 3:17 (IDN) — Makna dan Implikasi
Ayat ini berada dalam konteks pembangunan Bait Allah oleh raja Salomo. Setelah altar dan rumah korban dipersiapkan, tiang-tiang yang menyertai pintu masuk ke ruang maha suci diberi nama: tiang kanan disebut Yakhin, sementara tiang kiri disebut Boaz. Pemberian nama ini menautkan mereka pada simbol-simbol imamat dan perlindungan ilahi sejak masa kemah suci, serta mengingatkan umat tentang kehadiran Allah di antara umat-Nya.
Makna inti ayat
Bait Allah yang dibangun oleh Salomo dipenuhi dengan pelbagai unsur simbolis. Pemberian nama pada tiang kanan dan kiri mengandung makna identitas budaya iman Israel: Yakhin menandakan kehadiran serta kuasa Allah yang menopang, sedangkan Boaz menggemakan perlindungan dan keberanian. Kedua tiang itu berdiri sebagai gerbang simbolik antara umat dan hadirat Tuhan, menegaskan bahwa ibadah di taman suci bukan sekadar upacara fisik, melainkan pernyataan iman kepada penyertaan Allah di tengah umat-Nya.
Tema-tema kunci
Rujukan silang yang relevan
Beberapa ayat lain dalam Kitab Tawarikh dan Perjanjian Lama memberikan konteks simbolis seperti ini:
Penafsiran silang ini menunjukkan bahwa simbol tiang-tiang bukan sekadar elemen arsitektur, melainkan sarana pengingat akan perjanjian Allah dan penyertaan-Nya dalam perwujudan ibadah.
Pemahaman praktis
Bagi pembaca modern, ayat ini mengajak kita merenungkan bagaimana setiap "tiang" dalam hidup rohani—komunitas gereja, komitmen pribadi, dan tata ibadah—berfungsi sebagai titik-titik kehadiran Allah di antara kita. Apakah kita melihat ibadah kita sebagai sekadar formalitas, atau sebagai tempat di mana kehadiran Tuhan nyata dirasakan dan diandalkan? Nama-nama spiritual yang mengingatkan kita akan perlindungan dan penyertaan-Nya bisa dipakai sebagai doa syukur dan pengakuan iman.
Pandangan para komentator publik-domain
Para penafsir masa lampau menyoroti arti simbolis tiang-tiang dalam konteks perjanjian dan penyertaan ilahi. Misalnya, komentar-komentar klasik menekankan bahwa nama Yakhin menandakan kehadiran tetap Allah di tengah umat, sedangkan Boaz mengingatkan pada perlindungan Tuhan atas perjalanan mereka. Pendekatan ini mengajak pembaca untuk melihat bangunan bait sebagai gambaran hidup ketetapan Allah bagi umat-Nya dalam sejarah keselamatan.
Catatan singkat terkait kutipan para komentator: beberapa gambaran umum yang sejalan dengan penafsiran ini memang mengacu pada bagaimana perlambangan kehadiran dan perlindungan Allah direfleksikan melalui elemen fisik bait suci.
Kesimpulan singkat
2 Tawarikh 3:17 menyoroti bagaimana Salomo meneguhkan kehadiran Allah melalui simbol-simbol arsitektur bait suci. Tiang-tiang kanan dan kiri yang dinamai Yakhin dan Boaz bukan sekadar ornamen, melainkan pernyataan iman bahwa Allah menyertai umat-Nya dalam ibadah dan perlindungan-Nya. Renungkanlah arti kehadiran-Nya dalam kehidupan beriman kita hari ini, khususnya dalam komunitas-gereja dan budaya ibadah kita.