Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Tawarikh 1 2 Tawarikh 2 2 Tawarikh 3 2 Tawarikh 4 2 Tawarikh 5 2 Tawarikh 6 2 Tawarikh 7 2 Tawarikh 8 2 Tawarikh 9 2 Tawarikh 10 2 Tawarikh 11 2 Tawarikh 12 2 Tawarikh 13 2 Tawarikh 14 2 Tawarikh 15 2 Tawarikh 16 2 Tawarikh 17 2 Tawarikh 18 2 Tawarikh 19 2 Tawarikh 20 2 Tawarikh 21 2 Tawarikh 22 2 Tawarikh 23 2 Tawarikh 24 2 Tawarikh 25 2 Tawarikh 26 2 Tawarikh 27 2 Tawarikh 28 2 Tawarikh 29 2 Tawarikh 30 2 Tawarikh 31 2 Tawarikh 32 2 Tawarikh 33 2 Tawarikh 34 2 Tawarikh 35 2 Tawarikh 36



Setting konteks segera 2 Tawarikh 19:10
Makna teologis dan pesan utama
Inti ayat ini menyoroti tanggung jawab para pemimpin untuk menasihati umat dengan hormat terhadap perjanjian Tuhan. Ketika umat hidup dalam pola yang salah—bermasalah dengan darah, hukum, syariat, dan syarat—pemimpin perlu mengingatkan mereka agar tidak berbuat dosa yang menimbulkan murka Allah. Ini menekankan peran nasihat yang berlandaskan kebenaran Allah untuk mencegah kehancuran komunitas.
Istilah kunci dan gambaran penting
Arah pemikiran para tokoh penafsir PL (ringkas, tanpa mengubah inti)
Para penafsir klasik menekankan bahwa tugas para pemimpin adalah menjaga kesetiaan umat terhadap Allah. Matthew Henry menuturkan bahwa nasihat ini diperlukan agar tidak menjerumuskan diri dan saudara sekampung, karena kealpaan menuntun pada pelanggaran yang luas. Albert Barnes menambahkan bahwa peringatan sederhana dapat mencegah penyimpangan besar jika disampaikan dengan itikad kasih dan ketegasan. Adam Clarke menekankan pentingnya menasihati dengan tujuan memelihara ketetapan Tuhan dalam komunitas, bukan sekadar menegakkan disiplin manusia.
Ayat terkait yang relevan
Aplikasi praktis untuk masa kini
1) Pelayanan gereja dan pemimpin komunitas: sampaikan nasihat yang tegas namun penuh kasih, berlandaskan firman Tuhan, agar umat tidak tenggelam dalam pola hidup yang melanggar Tuhan. 2) Keutuhan komunitas: nasihat yang tepat sasaran menjaga persaudaraan dan menghindarkan perpecahan akibat pelanggaran hukum Allah. 3) Solidaritas sosial: nasihat tidak hanya menyoroti individu, melainkan membangun budaya tanggung jawab bersama sehingga murka Allah tidak menimpa komunitas secara luas.
Penjabaran singkat dalam rangkaian konteks
Pengingat bagi para pemimpin hari ini: menasihati umat bukan untuk menghukum, melainkan untuk memulihkan dan mengarahkan kembali pada ketaatan pada Allah. Dalam menjaga hukum-Nya, kita menjaga juga saudara-saudara kita agar tidak membawa diri ke dalam kebinasaan bersama.