Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Tawarikh 1 2 Tawarikh 2 2 Tawarikh 3 2 Tawarikh 4 2 Tawarikh 5 2 Tawarikh 6 2 Tawarikh 7 2 Tawarikh 8 2 Tawarikh 9 2 Tawarikh 10 2 Tawarikh 11 2 Tawarikh 12 2 Tawarikh 13 2 Tawarikh 14 2 Tawarikh 15 2 Tawarikh 16 2 Tawarikh 17 2 Tawarikh 18 2 Tawarikh 19 2 Tawarikh 20 2 Tawarikh 21 2 Tawarikh 22 2 Tawarikh 23 2 Tawarikh 24 2 Tawarikh 25 2 Tawarikh 26 2 Tawarikh 27 2 Tawarikh 28 2 Tawarikh 29 2 Tawarikh 30 2 Tawarikh 31 2 Tawarikh 32 2 Tawarikh 33 2 Tawarikh 34 2 Tawarikh 35 2 Tawarikh 36



Makna Langsung 2 Tawarikh 12:13
Ayat ini menegaskan bahwa Rehabeam akhirnya berkuasa lagi, memulai periode pemerintahannya di Yeruzalem, dan memerintah selama tujuh belas tahun. Pada masa naik takhta, ia berusia empat puluh satu tahun. Ayat ini juga menampilkan lokasi fisik kerajaan yang dipilih Tuhan untuk menaruh nama-Nya, yakni Yerusalem, serta identitas ibu Rehabeam, Naama, yang berasal dari bangsa Ammoni.
Latar belakang kontekstual
Sejak permulaan pemerintahan Salomo, umat Israel mengalami gejolak akibat perpecahan kerajaan setelah kematiannya. Rehabeam, putra Salomo, naik takhta di Yerusalem, tetapi perselisihan internal dan kemarahan bangsawan membuat Yerusalem tetap menjadi pusat kekuasaan bagi suku-suku Yehuda dan Benyamin. Ayat ini menegaskan kedaulatan akhir Rehabeam dan penetapan Yerusalem sebagai ibukota serta tempat Tuhan menaruh nama-Nya, menandai fokus keimanan dan kepemimpinan yang berpusat pada kota tersebut.
Pemikiran interpretatif
Tema utama
Bagian terkait dan penjelasan singkat
Beberapa bagian yang sering dipakai untuk menguatkan makna ini meliputi:
Quotable insights dari tokoh-tokoh bekas komentator (dengan catatan kutipan singkat)
Beberapa pandangan para komentator abad-abad lampau membantu memberi arah penafsiran tanpa menambah doktrin baru:
Rujukan silang yang relevan
Kesan praktis yang singkat
Dari ayat ini kita belajar bahwa kekuasaan manusia berjalan di bawah kendali Tuhan. Keberhasilan pemerintahan di mata Tuhan datang lewat ketetapan-Nya dan komitmen untuk menjaga kesetiaan kepada pusat penyembahan-Nya. Dalam konteks kita, ketaatan kepada Allah menuntun stabilitas komunitas meski keadaan politik berubah.