2 Tawarikh 11:21 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Maka kasih Rehabeam akan Maakha, anak Absalom itu, terlebih dari pada kasihnya akan segala isterinya dan gundiknya, maka telah diambilnya delapan belas orang akan isterinya dan enam puluh akan gundiknya dan iapun beranaklah laki-laki dua puluh delapan orang dan perempuan enam puluh orang.

Ayat sebelumnya
« 2 Tawarikh 11:20
Ayat berikutnya
2 Tawarikh 11:22 »

2 Tawarikh 11:21 Tafsiran ayat Alkitab

Terbitnya Kisah Sejarah Rehabeam dan Hubungan dengan Maakha

Bagian ini berada dalam konteks pemerintahan Rehabeam, ketika kerajaan terbelah dan ia menjalankan kebijaksanaan yang berbeda dari ayahnya, Salomo. 2 Tawarikh 11:21 menyoroti kasih Rehabeam kepada Maakha, anak Absalom, jauh lebih besar daripada kasihnya kepada istri-istrinya dan gundiknya. Akibatnya, Rehabeam mengambil delapan belas istri dan enam puluh gundik, lalu beranak banyak anak perempuan dan laki-laki. Ayat ini menegaskan bagaimana motif pribadi dan kekuasaan dapat mempengaruhi tindakan publik seorang raja, terutama dalam konteks keluarga dan hubungannya dengan pewarisan dinasti.

Apa yang teks ini ungkap tentang Allah atau iman

Teks ini tidak menekankan kebaikan ilahi secara eksplisit, melainkan memperlihatkan realitas manusia yang memiliki kecenderungan mengikuti keinginan pribadi tanpa kendali roh. Allah tidak disebutkan secara langsung dalam ayat ini, namun kisahnya mengingatkan umat bahwa Tuhan memperhatikan cara seorang pemimpin memenuhi tanggung jawabnya, termasuk cara memperlakukan keluarga dan pewaris masa depan bangsa. Ketauhidan Israel menuntut kesetiaan kepada rencana Tuhan, bukan sekadar menuruti ambisi pribadi. Dalam keseluruhan narasi 2 Tawarikh, perhatikan bagaimana tindakan raja menimbulkan dampak bagi bangsa, dan bagaimana Allah menilai ketaatan atau ketidaktaatan terhadap ketetapan-Nya.

Istilah penting dan gambaran yang relevan

  • — anak Absalom; figur yang mewakili hubungan keluarga bangsawan yang kuat, tetapi juga konflik internal keluarga raja. Ketertarikan Rehabeam padanya menandakan nilai pribadi lebih penting baginya daripada stabilitas dinasti.
  • Istri dan gundik— pola poligami yang marak pada masa itu, sering dipakai untuk mempererat aliansi politik. Namun, Alkitab dalam beberapa bagian mengingatkan bahaya dan konsekuensi sosial serta rohani dari praktik ini.

Rujukan terkait dalam kitab lain

Beberapa bagian yang relevan untuk dipertimbangkan dalam pewarisannya antara lain:

  • 1 Raja-raja 12-14 (narasi pembabakan dinasti Rehabeam) — membangun konteks hubungan keluarga kerajaan dengan kebijakan pemerintahan. Akibatnya memengaruhi stabilitas Israel di kemudian hari.
  • 2 Tawarikh 11:1-4, 11:16 — menaruh fokus pada upaya Rehabeam menegakkan kekuasaannya melalui aliansi keluarga dan pemisahan suku. Perhatikan bagaimana perlakuannya terhadap suku-suku menasihati arah pemerintahan.
  • Kisah iman pada peran kepemimpinan yang setia kepada Tuhan dan konsekuensi ketika mengutamakan kepemilikan pribadi di atas ketaatan.

Hubungan dengan ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa asimilasi antara kekuasaan, keluarga, dan kebijakan negara dapat membawa dampak rohani dan sosial bagi rakyat Tuhan.

Aplikasi bagi kita hari ini

Beberapa pelajaran praktis:

  • Pengaruh motif pribadi: Kepemimpinan yang dikuasai oleh keinginan pribadi berisiko menimbulkan tindakan yang mengabaikan kesejahteraan umat dan tanggung jawab keluarga. Doakan agar niat hati kita selalu diarahkan pada kehendak Tuhan.
  • Integritas keluarga: Struktur keluarga raja mencerminkan bagaimana keharmonisan rumah tangga mempengaruhi pemerintahan. Memuliakan Tuhan dalam keluarga membentuk masyarakat yang lebih adil dan setia.
  • Pengingat akan akuntabilitas: Seorang pemimpin diawasi oleh Tuhan dan oleh umatnya. Kita semua dipanggil bertanggung jawab atas pilihan hidup dan dampaknya terhadap sesama.

Penutup dengan pandangan para penafsir terdahulu

Beberapa komentar klasik menyoroti kenyataan bahwa Rehabeam menunjukkan kecenderungan egois dalam rangka menjaga kekuasaan. Seperti yang dicatat oleh para penafsir terdahulu, tindakan membangun aliansi keluarga melalui poligami tidak menimbulkan buah rohani yang bertahan lama, melainkan menimbulkan perpecahan jangka panjang. “Ia telah menambahkan karena hatinya memuaskan bagi diri sendiri”— ungkapan ringkas yang sejalan dengan umat memahami bahwa motif semata tidak cukup untuk memimpin menurut kehendak Tuhan. Walau kita tidak mengutip kutipan penuh dari sumber lama secara eksplisit di sini, nuansa tafsiran mereka menggarisbawahi pentingnya ketaatan kepada rencana Tuhan di atas keinginan pribadi yang berlebihan.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

2 Tawarikh 11:21 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ulangan 17:17 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Ulangan 17:17 (IDN) »
Dan lagi jangan ditaruhnya bagi dirinya banyak orang perempuan, supaya hatinya jangan disimpangkan, dan jangan ditaruhnya bagi dirinya banyak emas perak.

2 Samuel 3:2 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
2 Samuel 3:2 (IDN) »
Maka di Heberon itu diperanakkan bagi Daud beberapa anaknya laki-laki; yang sulung itu Amnon, oleh Ahinoam, perempuan Yizrieli itu;

1 Raja-raja 11:3 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
1 Raja-raja 11:3 (IDN) »
Maka adalah pada baginda tujuh ratus orang isteri, semuanya anak raja-raja, dan tiga ratus gundik, maka segala isterinya itu menyesatkan hati baginda.

IDN Pilih kitab dalam Alkitab